Permaisuri Bad Girl Dan Kaisar Dingin

Permaisuri Bad Girl Dan Kaisar Dingin
Episode 11


__ADS_3

Paviliun Tulip


Entah mengapa pearsaan nya sangat sesak mendengar ucapan ketus dari Kaisar Ling yang mebuat rasanya ia ingin menanggis, karena tidak lagi bisa menahan tanggis nya akhirnya ia pun menanggis dengan pilu, sampai akhirnya ia jatuh tertidur


" mengapa gue jadi emosional banget ya, pasti ini karena perasaan si pemilik tubuh ini bodo ah " batinnya


keesokan pagi nya Aurel kembali ceria seperti tidak terjadi apa - apa ketika ia membuka pintu ya dikagetkan dengan seorang laki - laki bertubuh tinggi


"Hai,,,, adik ku sayang " ucap laki - laki itu dengan senyum manisnya


"ASTAGA SENYUM NYA MANIS BANGET GILAAA "


" hai... ka...ka" ucap Aurel dengan senyum cangung yang masih tidak fokus karena melihat senyum kakanya


" kau tidak kangen kaka mu ini adik ku sayang " ucap laki - laki tersebut dan merentang kan tangan nya dengan kode ingin di peluk

__ADS_1


" DI PELUK COGAN MAH AUTO GA NOLAK...."


Aurel yang peka akan kode tersebut pun langsung berlari menuju laki - laki tersebut dan menubruk nya dengan keras bahakan laki- laki tersebut sampai mundur kebelakang.


tangan nya yang menempel di dadanya tidak diam saja ia menoel, mencubit dan mengelus dada kaka nya " gila itu dada keras banget kaya baja "


"kok Adikku bertingkah aneh begini ya, kaya bukan dia" batinnya


tetapi tiba - tiba tangan nya yang berada di dada kaka nya pun dicekal dengan keras "SIAPA...GANGU...eh Yang Mulia ada apa Yang Mulia kemari bukan Yang Mulia maih sakit  " ucap Aurel tidak jadi marah ketika tau orang yang mencekal tangannya adalah Kaisar Ling


" Oh aku tahu pasti Yang Mulia mau mengambil saleb itu kan " kata Permaisuri santai, ia pun langsung masuk kembali ke dalam untuk menggambil saleb yang sudah di janjikan


Tetapi ketika Permaisuri masuk kedalam untuk mengambil saleb di luar paviliun terdapat aura membunuh dari kedua orang tersebut membuat suasana menjadi mencekam para Dayang, Pengawal dan Kasim yang ada disitu merasakan tegang


"Apa yang kau lakukan di sini " ucap Kaisar Ling dengan dingin

__ADS_1


" Apa urusanya dengan mu ? " Kata Panglima Tiang kaka dari Permaisuri


"Ya tentu saja urusan ku, aku adalah suaminya" kata Kaisar Ling dengan nada ketus


"Apakah kau sekarang mengakui Adikku sebagai istrimu,,,," ucap Panglima Tiang disertai tawa mengejek nya pada Kaisar Ling karena ia tahu sekali bagaimana kehidupan Adiknnya di istana ini selalu di tindas bahkan sampai melukai fisik dan batinnya tapi suami nya atau lebih tepatnya Kaisar Ling tidak pernah peduli akan adik nya maka dari itu ia sangat marah terhadap Kaisar Ling


mendengar hal tersebut Kaisar Ling sangat lah marah walaupun ia tahu dulu ia tidak pernah peduli akan semua wanita yang ada di isatana ini baik Permaisuri ataupun Selir lainnya. tetapi sekarang berbeda entah mengapa perasaannya selalu ingin melindungi dan memperhatikan terus Permaisuri


tetapi belum sempat ia berbicara Permaisuri datang dari dalam paviliun dengan membawa saleb ditangannya dan langsung memberikannya pada Kaisar Ling, Tetapi melihat Kaisar Ling hanya diam dan tidak pergi membuat ia bingung


" apakah masih ada lagi yang terlupa Yang Mulia " ucap Permaisuri dengan wajah polosnya berbeda dengan Kaisar Ling yang mendengar ucapannya menjadi sangat kesal dan marah lalu ia pun langsung pergi meninggalkan kediaman Permaisuri dengan langkah yang sangat cepat


***" aneh,, apakah dia sakit tadi wajahnya sangat merah,, baiklah nanti akan ku temui dia " batin Permaisuri ***


***"hem menarik,, apakah sekarang Kaisar Ling menyukai Adikku " batin Panglima Tiang ***

__ADS_1


__ADS_2