
“Permaisuri sungguh cerdas, hamba juga berfikir seperti yang dikatakan Permaisuri maka dari itu hamba dari umur tujuh tahun sudah belajar kelas etika “ ucap Selir Din bermulut manis
“apakah dua orang ini bodoh, gue udah nyindir secara halus masih aja carmuk, dasar muka tebal “batin Aurel
“oh jadi seperti ini ya ajaran etika yang sudah di didik dari umur tujuh tahun tapi sampai sekarang belum mengerti posisinya yang seharusnya menghormati posisi yang lebih tinggi “ Ucap Permasiuri menyindirnya karena dua orang itu dari tadi belum mengucapkan salam hormat kepada nya malah nyari ribut terus
“Apa maksudmu “ucap Selir Din yang menaikan suaranya satu oktaf karena geram dengan ucapannya
“memang susah menjelaskan kepada seorang keledai, dari pada cape – cape menjelaskan lebih baik kita mulai berangkat menuju kuil Hong bukan begitu Kaisar “ucap Permaisuri dengan mengandeng tangan Kaisar Ling untuk meninggalkan dua orang rubah itu
Kaisar Ling sebenarnya sangat aneh dengan dengan perubahan sikap Permaisuri nya semenjak tenggelam ia sangat berubah sikap. sekarang ia lebih berani dan juga cerdas dilihat dari kata – kata nya tadi tanpa keraguan
__ADS_1
Mungkin dulu Permaisuri apa bila ditindas seperti tadi mungkin ia hanya diam saja tidak berani membalas seperti tadi dan juga sebenarnya Kaisar Ling merasa aneh dengan dirinya saat ini entah mengapa ia sangat suka dengan perilaku Permaisuri saat ini apa lagi ini untuk pertama kali nya Kaisar digandeng oleh seorang wanita
selama perjalanan sampai saat ini belum mengalami kendala, saat ditengah perjalanan menuju Kota Bau untuk peristirahatan tiba – tiba kereta kuda kita dikepung oleh sekumpulan bandit liar
“Mei mei apakah sudah sampai di tempat peristirahatan “ucap Aurel karena ia sangat lelah dengan perjalanan tanpa henti ini pantat nya sangat keram selam dua hari ini kerjanya hanya duduk saja
“belum Re, sepertinya kita dikepung oleh para bandit liar “ucap Mei
“Jangan, Yang Mulia menyuruh untuk tetap di dalam kereta “ ucap Mei
“kau tak usah takut, kau tahu bukan aku bisa bela diri. Liat mereka sepertinya sudah kewalahan karena kita sudah berjalan tanpa istirahat selama dua hari ini aku harus membantu mereka “ucap Aurel menengkan Dayang setianya
__ADS_1
“baiklah…tapi aku juga akan ikut membantu “ucap Mei walalupun kemampun nya tidak sebagus Aurel tapi ia cukup menguasai pedang dan juga panah karena telah diajarkan oleh Aurel
Tepat sekali ketika Kaisar Ling menyerang lawan didepannya tanpa sadar ada seseorang lagi yang mengarahkan pedangnya kearah Kaisar Ling dari arah belakang tetapi pedang itu dihalang oleh pedang lainnya yang tak lain pedang dari Aurel
Melihat Aurel membantu dan juga menyelamatkannya dari pedang yang mengarah dari arah belakang nya ia merasa sangat lega dan juga berterima kasih disamping kekagetannya karena Permaisuri bisa bermain pedang dengan lihai
Dengan kelincahannya dalam memainkan pedang nya sudah setengan para bandit hamper sudah dikalahkan nya bersama Dayang Mei yang membantunya membuat ketua para bandit itu sangat marah pada kedua perempuan itu karena sudah mengalahkan setengah anak buah nya dengan luka goresan yang cukup parah
Melihat Aurel yang sibuk oleh lawan di depannya karena Aurel melawan tiga orang sekaligus dan dari arah belakang ketua para bandit itu menyerang dengan cara curang
“rasakan kau gadis kecil “
__ADS_1