
kediaman tulip
Selir Agung yang mendengar putusan dalam rapat itu sangat lah marah, sedih ,putus asa karena besok pagi ia akan diasingkan di Gunung Goku
"diasingkan sama saja seperti memberikan hukuman mati padaku " batin Selir Agung
kediaman Selir Agung sudah hancur seperti kapal pecah, semua barang yang ada sudah rusak berantakan tak tersisa karena kemarahannya yang mengahancurkan semua barang yang ada di sana
"AH....BA...GAI..MANA INI BISA TERJADI" teriak Selir Agung yang hanya di dengar oleh dua orang dayang yang melayaninya saja
"ah..ia aku harus meminta tolong pada ayah, pasti ayah akan membantu ku " monolognya
ketika ia sudah menulis surat untuk ayah nya, datang seorang dayang memberikan surat dari Kaisar Jian ayah dari Selir Agung
"pasti ayah sudah tau kejadian ini dan ingin membantu ku" kata Selir Agung bersemangat membuka surat dari ayahnya
setelah ia membaca surat yang dari ayahnya surat yang telah dari ayahnya sudah hancur karena kemarahannya ayahnya tidak mau membantunya ia hanya bisa berteriak marah seperti oranh gila
setelah itu ia hanya menampilkan raut wajah yang putus asa, marah, kecewa, sedih
__ADS_1
"kenapa ayah tidak mau membantu ku, dan menampungku tinggal diistana" sedih Selir Agung dengan mata berkaca - kaca penampilan berantakan seperti orang stress dengan seluruh badan dan wajah penuh luka
"ini semua gara - gara penyakit tidak jelas ini" batin Selir Agung
baiklah kalo mereka semua ingin menyingkirkan ku akan ku tularkan penyakit ini biar semua orang merasakan penderitaan yang aku alami saat ini
"lihat saja kalian semua kalian akan mendapatkan balasannya " batin Selir Agung dengan pandangan penuh benci
Kediaman anggrek
berbeda dengan kediaman Selir Agung yang suram penuh dengan tanggis di kediaman belakang Permaisuri diadakan pesta makan bersama semua orang dayang, kasim dan penjaga makan bersama
"sungguh beruntung memiliki majikan seperti Permaisuri"
"permaisuri sungguh berhati mulia, tidak membedakan status diantara kita"
sebelum itu ia makan dengan canggung dan hening karena mereka merasa tidak pantas makan bersama Permaisuri tetapi ketika Permaisuri mengajak mereka menggobrol dan bercanda tidak ada kecanggungan lagi
"Mei... apa itu?"tunjuk permaisuri pada botol porselen putih
__ADS_1
"ini arak Yang Mulia" kata Dayang Mei
"apakah itu semacam bir yang membuat orang mabuk" batin Permaisuri
"aku ingin mencobanya" kata Permaisuri
"jangan Yang Mulia nanti Kaisar akan marah bila ketahuan " kata Dayang Mei mencoba untuk menjauhkan botol itu yang ingin diambil oleh Permaisuri
"Mei makanan yang kau minta aku sisihkan bawa kemari, aku ingin memberikan kepada Yang Mulia" kata Permaisuri
"baik Yang Mulia sudah saya siapkan" kata Dayang Mei
"cepat ambilkan bawa sini" kata tegas Permaisuri yang membuat Dayang Mei dengan cepat mengambil makanan yang telah disiapkan untuk Kaisar Ling tetapi ia lupa membawa botol arak tersebut
setelah Dayang Mei pergi mengambil makanan untuk Kaisar, Permaisuri mengambil botol arak tersebut dan menyimpannya untuk nanti ia minum
ketika Dayang Mei datang ia pun langsung menuju ke kediaman Kaisar Ling, ketika sampai dikediaman Kaisar Ling banyak pengawal dan para dayang tergeletak di tanah
"sepertinya ada yang tidak beres " batin permaisuri
__ADS_1
"Mei ayo cepat kita lihat apa yang terjadi, perasaan ku tidak enak" ucap Permaisuri
ketika memasuki kediaman Kaisar Ling ia dikejutkan oleh seseorang yang tergeletak dengan pisau tertancap didadanya menembus jantungnya dengan darah yang mengalir sangat banyak dari tusukan tersebut