
Akhirnya Pengadilan akan kasus Selir Wen sudah berakhir, untuk pelaku tersebut sudah mendapatkan hukuman kurungan penjara di bawah tanah untuk seumur hidupnya
“syukur lah orang itu tidak mendapatkan hukuman mati “ lirih Aurel yang sebenarnya merasa bersalah
“sungguh gue benci hidup di istana ini ga ada damainya “batin Aurel
Setelah kasus Selir Wen sudah selesai orang – orang yang menonton penyelesaian kasus tersebutpun sudah berangsur – angsur meninggalkan pengadilan
Saat ini Aurel sedang berada di gang sempit dekat pengadilan karena ia menunggu seseorang dan benar saja orang yang ditunggunya lewat ia langsung saja menarik tangan orang itu yang tak lain Pangeran Jun
“katakana apa yang kau lakukan dikediaman Selir Wen “ ucap Aurel karena sangat penasaran mengapa pangeran jun bisa tahu malam itu ia ada disana
“aku tidak melakukan apapun”
“aku hanya melihat seekor kucing liar yang sangat nakal “ucap nya santai tapi berbeda dengan Aurel yang sangat marah bagaimana bisa wanita secantiknya dibandingkan dengan kucing, dan satu lagi ia paling membenci mahluk
__ADS_1
berbulu itu
“ APA YANG KAU KATAKAN TADI “ ucapnya marah dan menonjok Pangeran Jun yang entah mengapa dia
tidak mau menghindar dari serangan Aurel yang malah mengenai wajahnya
“apakah begini caramu berterima kasih “ucap Pangeran Jun memgangi pipi nya yang kena pukulan keras dari kepalan tangan Aurel
“terima kasih “ucap Aurel tidak ikhlas walaupun orang itu sudah membantunya karena ia merasa leleki ini cukup berbahaya maka dari itu ia berusaha menjauhinya
“lalu untuk apa kau membantuku, kita tidak saling kenal bukan “ucap Aurel
“ternyata dia cukup tampan tetapi saying lebih tampang Ling Lingku “ batin Aurel dan juga sebenarnya ia paling benci dengan sifat lelaki itu yang sepertinya playboy yang suka mainin hati perempuan dilihat dari tampang nya
“eyuhhh jijik “ucap Aurel memeperagakan gerakan muntah karena melihat Pangeran Jun menggoda nya seperti itu dan langsung meninggalkan Pangeran Jun di gang sempit tadi sebelum benar – benar jauh ia mendengar teriakan
__ADS_1
“RERE AKU PADAMU “teriaknya bukannya membuat terpesona Aurel malah merasa marah dan sangat malu karena kelakuan Pangeran Jun itu
****
Tanpa terasa waktu cepat sekali berlalu sudah satu tahun kasus Selir Wen dan saat ini para Dayang dan Pelayan di kediaman Permaisuri sangatlah sibuk dikarenakan perjalanannya yang akan menuju Kuil Tong untuk melakukan doa agar diberi keturunan
“Mei apakah harus membawa sebanyak itu “ucap Aurel melihat barang yang akan di bawa nya nanti bahkan mungkin kalo bisa kediamannya pasti akan dibungkus sekalian karena melihat kediamannya yang kosong karena semua barang sudah di kemas bahkan lemari nya pun kosong
“ Ya Yang Mulia apakah ada yang tertinggal “ ucap Dayang Mei polos tanpa rasa bersalah krena membuat majikannya naik darah
“apakah perlu sebanyak itu, bawa saja yang penting tidak perlu semuanya kau bawa “ ucap Aurel kesal dan menyingkirkan 6 box perhiasan yang menurutnya ga penting untuk dibawa orang ia tidak suka jadi toko perhiasan
berjalan
Setelah berkemas besok pagi ia akan pergi untuk perjalanan yang cukup panjang karena untuk menuju ke kuil Tong membutuhkan waktu setengah bulan dalam perjalanan maka ia langsung beristirahat untuk perjalanannya besok pagi
__ADS_1
****
maaf ya lama update