
Istana Ming
Permaisuri sudah kembali ke dalam istana ming tanpa satu orang pun yang tahu bahwa ia sebelumnya meninggalkan istana kecuali pelayan pribadinya yakni Dayang Mei
"Yang Mulia untung saja Yang Mulia datang tepat waktu, kasim memberitahukan bahwa Yang Mulia di panggil ole ibu Suri "
" ada apa ibu suri memanggilku ke kediamannya "ucapnya
"aku juga tidak tahu yang mulia "
"kau ini sudah ku bilang panggil nama ku saja saat tidak ada orang lain, tidak usah terlalu formal "
"baik akan ku coba rere" ucapnya canggung
"bagus sekarang bantu aku bersiap "
"oh ia aku penasaran krim yang dibawa oleh selir wan" dengan berjalan menuju meja rias nya yang terdapat krim pemberian dari selir wan
kertika ia membuka dan mengeceknya apakah krim itu memiliki racun sehingga pernah membuat permaisuri dulu bisa memiliki wajah buruk rupa.
ketika ia mencium dan melihat tekstur dari krim tersebut agar dapat melihat bahan apa saja yang digunakan
"ternyata selir wen tidak sejahat yang ku kira"
"sepertinya gue terlalu paranoid sama novel - novel time travel gitu deh "
__ADS_1
lalu Permaisuri pun mencoba memakainya di wajahnya nya ternyata hasilnya sangat memuaskan
"wah kulit wajahku menjadi semakin halus dan kenyal padahal baru satu kali pemakaian "
"Rere apa kau yang lakukan bodoh, kau malah berprasangka buruk pada Selir Wen" batinnya
setelah ia sudah siap ia pun menuju kekediaman ibu suri ketika memasuki kediaman ibu suri ternyata kaisar ling sudah ada di sana.
"salam kepada Ibu Suri dan Kaisar Ling "ucapnya dengan memberi hormat
"silahkan duduk Permaisuri "
"terima kasih, ada kah masalah serius Ibu Suri memanggil hamba "ucap Aurel karena ketika ia masuk ibu suri dan kaisar seperti nya tadi berbiacara serius
"begini... kalian kan sudah lama menikah tetapi sampai sekarang kamu belum ada tanda - tanda akan memiliki anak " ucap Ibu Suri
"nenek tidak perlu terlalu di fikirkan, mungkin belum waktunya aja "ucap Aurel santai
"tetapi kerjaan ini membutuh kan penerus" ucap ibu suri tegas
"kau juga dasar cucu durhaka tidak bekerja keras membuat kan nenek mu ini cicit " ucap Ibu Suri yang membuat Kaisar Ling memerah
"hahaha....cucu mu itu belok sepertinya,,,aku tidak pernah melihatnya dekat dengan perempuan " batin Aurel yang berusaha menahan tawa nya mendengar ucapan ibu suri
"tidak nek, aku selalu berusaha...."ucap Kaisar ling tetapi hanya sepotong karena dalam hatinya "sudah berusaha menjauhi semua permpuan itu "
__ADS_1
"baiklah kalau kau sudah berusaha, nenek ingin melihat perjuangan mu kau harus pergi ke Kuil Tong " ucapnya tegas tak bisa di bantah
"baiklah aku akan kesan setelah pekerjaan ku di pengadilan selesai "ucap Kaisar Ling mengulur waktu
"baik dan kau harus membawa Permaisuri dan para Selir mu untuk berdoa"
"baiklah terserah nenek " ucap nya malas ya karena ia berfikir pasti meribetkannya nanti saat perjalanan tetapi apa boleh buat apa bila nenek nya sudah berkata seperti itu
"beri aku waktu satu bulan setelah mengurus masalah di pengadilan baru kita akan pergi " ucap Kaisar Ling
"oh ya nek sepertinya aku harus pergi lagi masih ada urusan " ucap Kaisar Ling
setelah Kaisar Ling pergi Ibu Suri dan Permaisuri masih saja mengobrol dan bercerita tanpa sadar matahri sudah mulai tenggelam dan permaisuri pun pamit kembali kekediamannya
Diluar istana
sesorang berpakaian hitam dari atas sampai bawah sperti seorang ninja berjalan mamsuki rumah tua yang didalamnya cukup gelap karena tidak adanya penerangan sama sekali.
ada seorang lelaki yang duduk di kursi itu dengan matanya menatap keluar jendela, tetapi aura nya sangatlah menakutkan dan juga suram mebuat semua orang takut akan nya
"Apakah kau sudah selidiki permpuan yang waktu itu di pasar " ucap nya dengan nada tegas tak terbantahkan
"sudah Tuan dia merupakan Permaisuri dari Kaisar Ling..." ucapnya menjelaskan mengenai permpuan tersebut kepada tuannya
mendengar penjelasan itu ia hanya tersenyum smirk, orang - orang yang melihat itu hanya bisa menggigil ketakutan melihat senyum pria itu.
__ADS_1
****
hayo siapa yang berfikir selir wen jahat ?????