
Ketika Aurel sedang berkonsentrasi pada lawan di depannya
ia lengah dengan seseorang lain yang menyerang nya dari arah belakangnya karena
tidak bisa menghindar karena mendapat serangan dari tiga orang di depannya
membuat ia tidak bisa berkutik
“kenapa ga kerasa ya “ batin Aurel karena berfikir ia pasti akan terkena sayatan pedang tajam itu akan sakit tetapi ia merasa aneh karena dari tadi ia belum merasakan sakit itu padahal ia sudah bersiap merasakan sakit itu
Ketika sudah menyelesaikan lawan di depannya ia melihat kebelakang ternyata Kaisar Ling menyelamatkannya dari pedang tersebut yang menyebabkan pundaknya tergores oleh pedang yang di arahkan untuk Aurel tetapi malah mengenai Kaisar
Setelah bertempur cukup lama dan para bandit sudah
dikalahkan dan sisa nya memilih kabur demi menyelamatkan nyawa mereka sendiri
“Yang Mulia bagaimana keadaan mu “ ucap Permaisuri
“ku baik….akhhh” lirih Kaisar karena Permaisuri menekan luka sayatan itu
“gitu aja udah teriak laki bukan “ ucap Permaisuri bar – bar
__ADS_1
Lalu tabib pun datang karena mendengar Kaisar terluka, maka tabib pun bergegas untuk melihat bagaimana kondisinya saat ini yang diikuti oleh Selir Din dan Selir Jun, melihat dua rubah datang Aurel pun memilih
meninggalkan Kaisar Ling
Ketika ia ingin melangkan keluar ia mendegar Kaisar Ling berkata “tunggu…kau tidak boleh keluar “dengan nada perintah
“siapa…aku “ucap nya polos menunjuk dirinya sendiri
“ia kamu “
“oh “
‘mengapa Kaisar mau menolong Permaisuri tidak berguna itu “
“sepertinya Kaisar sudah mulai menyukai Permaisuri tidak bisa dibiarkan “batin kedua selir itu
“baik lah “ucap nya dingin lalu meninggalkan Kaisar Ling disana
“Kenapa Permaisuri tiba – tiba sifat nya berubah kadang manja, kadang mesum , dan kenapa sekarang berubah menjadi dingin seperti ini ya “batinnya
Karena kondisi Kaisar terluka akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan terlebih dahulu mereka akhirnya memutuskan untuk beristirahat di hutan ini
__ADS_1
Setelah tenda – tenda sudah berdiri dan ketika masuk kedalam tenda ia dikejutkan oleh luasnya tenda ini bahkan ada tempat tidur walaupun tidak hanya kayu keras itu
“coba saja aku bawa Kasur empuk ku itu “batinnya tetapi sejujurnya ia sangat merindukan suasana di jamannya ketika ia camp bersama sahabat – sahabatnya sekarang ia malah terdampar disini dan semua orang mencoba ingin membunuhnya sungguh membuatnya kesal apalagi melihat dua rubah itu
Ketika Aurel sedang melamun tentang kehidupan di jamanya ia dikagetkan oleh Dayang Mei yang datang menyampaikan bahwa Permaisuri disuruh menghadap kepada Yang Mulia Kaisar
Ketika ia masuk kedalam Tenda Kaisar sungguh sangat sangat menakjubkan tendanya sangat luas dan juga memiliki dipan yang besar ada meja kerja nya sungguh menakjubkan yang tanpa sadar dilihat oleh Kaisar Ling
“ehem…apakah kau akan terus menganggumi tenda ini Permaisuri “ ucap Kaisar Ling
Mendengar ucapan Kaisar Ling yang menyindirnya membuat ia tersadar dan langsung menanyainya “maaf kan hamba Yang Mulia tenda Yang Mulia sangat menakjubkan, dan ada apa Yang Mulia memanggil hamba “ucap nya
“oh kalua begitu bagaimana kalau Permasisuri malam ini berkabung dengan ku tidur disini” ucapnya santai
Mendengar ucapannya Kaisar Ling bukannya malu malah ia merasa telinga nya bermasalah
“sungguh apakah kau serius “ucap Permaisuri
“tentu saja “ucap Kaisar Ling santai
Mendengar hal tersebut Aurel malah berterika “ARGHHHHHH KAISAR LING KERASUKAN HANTUUUU” yang langsung lari terbirit – birit
__ADS_1