
setelah Kaisar Ling pergi meninggalkan kediaman Permaisuri dengan marah Permaisuri dan Panglima Tiang masih berada di gazebo belakang kediaman Permaisuri sambil minum teh
"kakak....aku bosan..aku ingin jalan - jalan temani aku yaaa" ucap Aurel dengan nada manja
"baiklah...setelah itu ayo kita kunjungi ayah,,, kau sudah lama tidak berkunjung ke sana" kata Panglima Tiang
"baiklah ayo " ucap Aurel semangat karena selama ini belum pernah ia keluar dari istana
"tapi Permaisuri harus izin dulu kepada Kaisar Ling" kata kaka nya
"baiklah, dan jangan panggil aku Permasuri panggil saja aku hemmm...." ucap nya binggung
"ah bagaimana Rere aja "ucap Aurel
"ah baiklahh....apakah kau tidak ingin ganti baju" ucap sang kaka
"ah ia baiklah tunggu sebentar ya kakaku" ucap Aurel buru - buru pergi berganti pakaiannya
setelah berganti pakaian ia pun menghampiri sang kaka yang sudah berada di depan kediamannya
"hai kak bagaiamana sekarang penampilanku" ucap Aurel mengunakan hanfu merah yang sangat cantik, Panglima Tiang pun yanv melihatnya terpesoana karena adiknnya sangat lah cantik
" adik ku sangat cantik" ucap Panglima Tiang dengan mengelus kepala Aurel membuat Aurel yang wajah nya cukup dekat dengan Panglima Tiang tersipu "gilaa...kaka gue itu astaga" batin nya
__ADS_1
"baiklah ayo kita berangkat, Kaisar sudah memberikan izin " ucap sang kaka mengandeng tangan Aurel atau lebih tepatnya menyeretnya berjalan karena dari tadi dia hanya diam
sampainnya di gerbang disana sudah di siapkan tandu untuknya dan juga beberapa kuda
"aku tidak mau naik tandu, aku mau naik kuda " bentak Aurel karena ia disuruh masuk ke dalam tandu
" kamu memakai pakaian seperti itu tidak cocok untuk menunggang kuda" ucap sang kaka memberikan pengertian
bukannya menurut ia malah merobek gaunnya sampai ke paha tetapi untung nya ia memakai daleman celana kain yang cukup panjang sebatas betis lalu ia pun langsung duduk diatas kudannya tanpa kesusahan
"permaisuri terlihat gagah dengan kuda hitamnya dan hanfu merah nya seperti seorang dewi perang"
"adikku sangat berbeda dia sekarang makin berani tidak pemalu lagi,,,, seperti bukan dia " batin Panglima Tiang
"hei...kalian cepat jangan diam saja, kalo tidak akan aku tinggal" ancam Permaisuri
"ya bisa lah....masa orang punya kuda ga bisa nunggangin " ucap Aurel yang langsung memacu kudanya menuju kediaman Jendral Hong ayah nya
ketika sampai dikediaman Jendral Hong ia melihat ada serang permpuan yang sepetinya seumuran dengan nya menyambutnya bersama dengan ayah nya Jendral Hong
"Mei bilang aku tidak punya adik atau pun kaka perempuan aku hanya punya kaka Tiang siapa dia apakah sepupuku" batin Aurel berfikir keras
Lalu Panglima Tiang datang, ia kalah cepat dengan Aurel yang sudah sampai terlebuh dahulu di kediaman Jendral
__ADS_1
"Ayah siapa dia?" tanya Panglima Tiang
"sudah kita bahas di dalam saja, ayo kalian semua masuk ayah sudah menyaipakan makan siang untuk kalian, kalian pasti lapar bukan " ucap Jendral Hong
yang hanya di jawab oleh Panglima Tiang karena Aurel masuh terus menatap perempuan cantik di depannya dengan tatapan menyelidik yang akibatnya tidak memperhatikan apa yang mereka bicarakan
setelah selesai makan Jendral Hong pun memperkenal kan putri angkatnya itu kepada mereka
"perkenalkan dia adalah anak angkat ayah, Jini perkenalkan dirimu nak pada kaka - kaka mu" ucap Jendral Hong
"namaku Jini, aku berasal dari desa terpencil di belakang gunung Gong orang tua ku sudah meninggal karena sakit aku hanya hidup sebatang kara... hiks...hiks..." cerita nya dengan beruarai air mata
"lalu bagaimana kau bisa bertemu dengan ayahku" ucap Aurel dingin tidak merasakan simpati apapun akan cerita dari Jini
"setelah menangani masalah pembrontakan di daerah perbatasan, ketika Ayah pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar Ayah di serang oleh sekelompok bandit ternyata hutan itu merupakan sarang para bandit ketika ayah terluka parah Jini merawat ayah yang terluka, dan karena keadaannya juga yang hidup memprihatinkan maka ayah membawanya dan mengangkatnya menjadi adik mu " ucap Jendral Hong memberikan penjelasan karena Jini masih menangis yang di tenangi oleh kaka nya Panglima Tiang
"***tapi mengapa aku merasa bahwa Jini ini seorang yang licik ya.....ah sudah lah tidak perlu di fikirkan" batin nya
***
maaf ya telat up nya
soalnya lagi banyak tugas
__ADS_1
terimakasih yang sudah membaca cerita ini
oh ya kaya nya juga saya bakalan revisi cerita ini,,,, karena saya ga nyangka cerita nya bakalan dapet antusiasme sepeti ini, maka dari itu saya ingin memperbaiki cerita ini