Permaisuri Bad Girl Dan Kaisar Dingin

Permaisuri Bad Girl Dan Kaisar Dingin
Episode 18


__ADS_3

matahari sudah berganti bulan perempuan cantik itu masih saja termenung di dekat jendela dengan fikiran kepada pemuda tadi yang wajahnya sangat mirip dengan sahabat masa kecilnya Reza


"apakah dia melakukan perjalanan waktu juga seperti ku " batinnya berkecamuk 


Tanpa sadar ia pun tertidur dengan posisi nya yang masih sama seperti sebelum nya, Dayang Mei yang melihat nona nya tidur seperti itu mencoba membaringkannya ke tempat tidur.


ia tahu sedari tadi pikiran nona nya itu tertuju pada pemuda yang tadi mereka tolong di pasar, ia melihat reaksi nona nya yang sangat khawatir dan saat ia meninggalkan pemuda itu dalam perjalanan nonanya hanya diam saja dan selalu gelisah


Cahaya terang sudah menyinari Paviliun Anggrek, gadis cantik di dalam sudar rapih dengan pakaiannya yang akan bersiap - siap untuk pergi keluar ia masih sangat khawatir dengan keadaan orang tersebut


"Selir Kehormatan Wen datang " ucap kasim memberitahukan keadatangan Selir Wen


"Salam kepada Permaisuri "


"Ada keperluan apa Selir Kehormatan Wen ada disini " ucap nya kesal karena harus terganggu dengan si rubah betina


"apakah saya tidak boleh datang kesini kaka " ucap nya dengan mimik sedih


" siapa kaka mu cih.. mana mungkin gue mau punya adik rubah kaya lu " batinnya 


"ini aku ingin memberikan krim perawatan wajah agar kulit kaka semakin bercahaya dan bersinar " ucap Selir Wen

__ADS_1


"kenapa nih orang berubah jadi kaya seles nawarin produk sih "


"terima kasih Selir, sudah merepotkan mu " dengan senyum paksa ia menerimanya


"ah... kaka bukan apa - apa, baiklah sepertinya kaka ingin keluar, aku undur diri terlebih dahulu " ucap nya berjalan keluar kediaman Permaisuri


"sungguh aneh kelakuan Selir Wen bukannya ia membenci gue kenapa ngirimin ginian.....ah udah lah gue harus pergi " batinnya bersiap untuk pergi meninggalkan istana 


Dengan tudung hitamnya ia sampai di kediaman tabib yang merawat pemuda itu, ia berhasil kabur dari istana Ming tanpa seorang pun tahu


"tabib bagaiman keadaan pemuda itu " tanya nya pada seorang tabib tua itu


" kalau nona mau melihatnya bisa, saat ini pemuda tersebut sudah sadar "


"terima kasih sekali lagi tabib " ucapnya


ketika ia sampai di sana ia melihat pemuda tersebut masih terlihat lemah walaupun sudah sadar dan bekas cambukan masih terlihat belum hilang tetapi keadaannya sekarang lebih baik dari kemarin


"no..na terima kasih sudah menolongku " ucap sang pemuda itu walaupun dengan suara lemah


"tidak perlu, sudah semestinya sesama manusia untuk saling menolong bukan " mendengar ucapan perempuan itu mebuat pemuda itu terharu hingga meneteskan air mata nya

__ADS_1


" mengapa kau malah menangis " ucapnya dan menghapus air mata pemuda tersebut tetapi bukannya malah berhenti menanggis ia malah semakin deras mengeluar kan air matanya sampai sesegukan


"Aku sangat terharu dengan kebaikan nona padahal kita tidak kenal satu sama lain tapi nona masih mau untuk menolong ku, selama ini tidak ada yang pernah menolong ku....me..re..ka semua malah sering menyiksaku a..ku se..ring di pukul di cambuk dan pernah hampir dibunuh " ucap pemuda itu membuat Aurel yang mendengar itu menangis dalam hati mendengar cerita pemuda itu yang sangat menyedihkan


"sudah lah,, bagaimana kalau kau bekerja denganku menjadi pengawalku, dan aku akan melatihmu untuk menjadi kuat agar tidak ada lagi orang yang menghina dan menyakitimu lagi bagaimana " ucap nya mengalihkan perhatian dari kisah menyedihkannya ia tidak sanggup untuk mendengar cerita pemuda itu


"te...rima kasih nona aku akan bekerja keras dan akan selalu setia pada nona" ucap nya dengan turun dari kasur nya dan mencoba bersujud dihadapan nya


"APA YANG KAU LAKUKAN " bentak nya karena pemuda itu ingin bersujud dihadapannya tetapi mendengar bentakan Aurel pemuda itu merasa takut


"Aku tidak suka orang ku penakut dan lemah, kau sekarang istirahat lah agar cepat pulih dan aku akan melatihmu untuk menjadi kuat " ucap nya dan ia pun juga membisikan " dan yang paling penting tidak mudah tunduk pada orang lain" bisiknya  dingin


"baiklah kau istirahat lah dan jangan fikirkan apa pun agar kau cepat pulih " ucap nya dengan senyum manis ketika ia ingin pergi tangan nya dicekal oleh pemuda itu membuat Aurel dengan ekspresi bertanya menatap pemuda itu


"aku belum tahu nama kamu " ucap pemuda itu malu dengan pipi yang merah, membuat Aurel terkekeh gemas melihat waja pemuda itu yang terlihat polos


" ah nama ku Aurel kau bisa memanggilku Rere " katanya


" aku Xian " ucap pemuda itu dengan pelan tetapi masih didengar oleh Aurel


" baik Xian aku pergi dulu, jaga kesehatanmu oke " lalu berjalan pergi meninggalkan pemuda yang bernama Xian itu menuju keistana Ming ia tidak bisa berlama - lama di karenakan ia takut ketahuan kalau ia kabur meninggalkan istana

__ADS_1


__ADS_2