
Dilain tempat dimana Permaisuri dan Selir Jun di sekap ia kedatangan seorang laki – laki beperawakan tinggi besar dengan wajah rupawan yang sepertinya merupakan kepala dari penculikan ini dengan dua orang anak buah di belakang nya
Ketika mereka bertiga memasuki tempat dimana Aurel dan Selir Jun di sekap membuat suasana menjadi tegang dan mencengkam karena kedatangan lelaki itu karena ia membawa aura gelap yang sangat menakutkan
“diamana perempuan itu “ ucap lelaki bertubuh besar itu kepada Aurel dan Selir Jun
“apa maksudmu aku tidak mengerti “ucap Aurel polos pura - pura tidak mengerti maksud ucapan dari lelaki tersebut
“Apakah Kau Menganggap Ku bodoh” ucap Lelaki itu marah dengan menarik rambut panjang Aurel dengan sangat kuat hingga kulit kepala nya serasa mau lepas
“ia kau sangat bodoh karena beraninya menculik Permaisuri dari Kerajaan Ming “ ucap Aurel dengan mata tajam nya karena sudah membuat kepala nya sangat sakit dengan jambakannya rasanya seperti kulit kepala nya ingin telepas
Kata – kata yang diucapkan oleh Aurel itu malah membuat lelaki itu tertawa dengan sangat keras
“hahaha apakah aku harus merasa takut, kau tahu bahwa Kaisar Ling dari Kerajaan Ming itu tidak pernah peduli pada wanitanya bahkan sekalipun wanita – wanita itu mati dihadapannya “ucap Lelaki itu
“sekarang beritahu aku dimana perempuan itu “ucap lelaki itu lagi
__ADS_1
“aku tidak tahu, walaupun aku tahu aku tidak akan memberitahu mu “ ucap Aurel
“wanita kerasa kepala, tetapi aku tahu rencana kalian, kalian ingin meminta bantuan dengan mengirim wanita itu bukan “ucap lelaki itu yang mebuat Aurel dan juga Selir Jun diam kaku karena rencana nya ketahuan
“baiklah kalau begitu terima hukuman ini” ucap Lelaki itu dengan nada penuh penekanan di setiap katanya
Lelaki itu pun menyuruh anak buahnya untuk membawa Aurel dan juga Selir jun keluar dari ruangan mereka yang sepertinya akan di pindahkan ketempat lain
Ketika Aurel dan Selir Jun keluar dari ruangan di mana mereka di sekap ia melihat banyak wanita yang dibalik jeruji besi yang bernasib
sama seperti mereka sama – sama disekap tetapi dengan kondisi yang berbeda
“apa kah aku akan bernasib seperti mereka, apabila ucapan lelaki itu benar bahwa Kaisar Ling tidak akan datang“ batin Aurel
“sungguh sial aku mengikuti rencana si ****** ini “ batin Selir Jun
Ketika sampai diruangan yang berbeda ia langsung melihat sekeliling nya matanya menuju ke dinding di depannya yang penuh dengan senjata untuk meyiksa
__ADS_1
Dengan posisi berdiri dan kaki, tangan di ikat di dinding membuat ia tidak bisa bergerak dengan bebas
"terima lah hukuman kalian cambuk mereka 50 kali “ucap Lelaki itu dengan nada memerintah
"dasar lelaki sialan, apakah ia mau membunuh ku "batin Aurel
"tidak jangan lakukan itu...aku akan melakukan apapun “ ucap Selir Jun ia takut
"apakah kau yakin manis" ucap lalaki itu mendekat kepada Selir Jun dan mengelus kepala nya dan juga memrintahkan orang untuk membawa Selir Jun pergi
setelah Selir Jun pergi meninggalkan ruangan itu disana hanya tersisa Aurel dan lelaki itu saja
"apakah kau tidak mau memohon ampun" ucap lelaki itu kepada Aurel
"cih aku tidak sudi memohon kepada iblis seperti mu" ucap Aurel dengan lantang tanpa takut
“ku sangat pemberani cantik , kita lihat apakah setelah ini kau masih bisa bicara seperti itu " ucap lelaki itu dan mencambuk Aurel dengan kuat karena tidak ingin membuat lelaki itu puas ia bahkan menahan ringisan sakit di punggung nya
__ADS_1
cambukan terus saja dilakukan oleh lelaki itu bahkan darah dari belakang punggung nya sudah banyak keluar tetapi tidak ada ringisan atau pun suara yang keluar dari bibir Aurel tetapi karena tidak bisa menahan siksaan pun membuat perlahan - lahan ia merasa seperti memasuki kegelapan