
Keesokan paginya sebelum matahari menampakkan dirinya para penghuni istana yang tak lain Kaisar, Permaisuri, Selir dan juga tak lupa para Dayang, Pelayan dan juga beberapa Prajurit istana yang ditugaskan mengawal
mereka agar selama perjalanan selalu lancar
Ia sangat kesal saat ini ia masih mengantuk tidurnya terganggu oleh Dayang Mei dan juga pelayan lainnya saat tengah malam menurutnya bakan bulan masih ada atas langit Aurel sudah disuruh harus bersiap - siap untuk perjalanan pagi nya ia harus berdandan dan juga mengenakan ini itu
Tetapi dengan kekeras kepalaan Aurel mereka semua tetap saja kalah akhirnya Aurel hanya memakai pakaian sederhana biasa dan rambutnya hanya dijepit saja tetapi tetap saja cantik menurut mereka
sesampainya di gerbang depan istana tempat kumpul untuk memulai perjalanan nanti tetapi disana ia masih harus menunggu Kaisar Ling yang belum datang membuat ia sangat kesal karena sampai sekarang kaisar belum datang
Dengan malas Aurel menunggu si Ling Ling dengan bersandar di tiang pintu gerbang dan bertindak acu terhadap sekitarnya
“Permaisuri sepertinya anda sudah melupakan etika kerajaan, mengenai berprilaku dengan layak sebagai Permaisuri “ ucap Selir Din dan melihat sinis kelakuan dan juga dandanan yang diapakai Aurel saat ini
__ADS_1
“Apa maksudmu Selir Din, sepertinya bukan saya tidak beretika tetapi sepertinya anda yang tidak paham etika selama ini “ ucap Aurel dingin ia paling tidak suka dengan orang yang merendahkannya
“Apa maksudmu Permaisuri, hamba sudah belajar di perguruan dari hamba berumur tujuh tahun. Bagaiamana bisa hamba tidak memiliki etika yang cukup baik “ ucap Selir Din
“ia sepertinya Permasiuri ini hanya ingin mencari gara – gara saja adik “ ucap Selir Jun
“sepertinya bukan kamu saja yang kurang berdidik bahkan sepertinya sekarang bertambah satu orang “ucap Permasiuri lalu Kaisar Ling datang dengan beberapa pengawalnya yang sudah siap akan berangkat
“ada apa ini ribut – ribut “ucap Kaisar Ling datang mendekati tiga wanita yang sedari tadi ribut
“giliran kaisar dateng di kasih salam hormat, lah gue malah dapet sindiran bukan dapet hormat emang rubah “batinnya
“Yang Mulia hamba hanya mengkhawatirkan citra Permasiri karena tingkah laku dan juga pakaiannya yang saat ini digunakan takutnya akan merusak citra dan mempermalukan Kerajaan Ming “ucap Selir Din membuat orang
__ADS_1
yang mendengarkan penjelasannya membetulkan ucapan Selir Din bahkan menganggap Aurel sangat lah tidak cocok untuk menjadi Permaisuri
“Permaisuri Kaisar merupakan lambang dari Kerajaan Ming pertama kali orang akan melihat kerjaan Ming dari kita yakni Permaisuri dan juga Kaisar maka dari itu Permaisuri dan Kaisar memiliki beban yang sangat berat karena setiap tingkah lakunya akan selelu dilihat benar begitu Kaisar “ucap
Permaisuri
Kaisar yang mendengar ucapan permaisuri pun mengangguk membenarkan ucapannnya
“tetapi menurut hamba bukan penampilan saja yang lebih penting tetapi yang paling penting yakni otak dan berprilaku yang baik, buat apa cantik kalau tidak memiliki otak dan tingkah laku yang baik mungkin semua orang akan mencomoh dan juga memperlakukan nya seperti orang bodoh bukan begitu “ ucap Permasiuri sebenar nya itu juga merupakan sindiran untuk kedua selir itu
banyak orang yang kagum terutama para permpuan yang sangat mementingkan penampilan nya bahkan mereka tidak memikirkan pendidikan dan juga tingkah laku nya karena mereka semua berfikir sempit
“Permaisuri sungguh hebat membuat saya merasa terispirasi”
__ADS_1
“Permaisuri benar – benar berfikir maju “
Bisik – bisik orang sekitar yang mendengar ucapan Permaisuri tadi