Permaisuri Bad Girl Dan Kaisar Dingin

Permaisuri Bad Girl Dan Kaisar Dingin
Episode 14


__ADS_3

" ayo sekrang giliran mu, apakah kau sekarang takut cantik " ucap pemuda tesebut dengan menyentuh dagu Aurel yang langsung ditepis oleh nya dan ia juga mengusap dagu nya yang telah di pegang oleh pemuda itu mengunakan kain baju di tangannya dengan keras seolah itu merupakan najis.


Pemuda itu yang melihat Aurel seperti itu semakin marah dan kesal ia merasa terhina dengan apa yang dilakukan perempuan itu " berani sekali perempuan itu, kita lihat bagaimana nanti ia akan menangis dan memohon ampun padaku " batinnya


Lalu Aurel pun mencoba permainan itu karena sekarang merupakan gilirannya, penonoton juga semakin bertambah ramai karena ingin menyaksikan apa yang akan terjadi nanti karena penasaran.


" aku merasa kasihan dengan perempuan itu, karena akan menjadi budak dari lelaki angkuh itu "


"sunggu bernyali sekali perempuan tersebut, sayang sekali ia malah ingin memasuki kandang harimau"


semua orang berbisik - bisik membicarakan perempuan itu, tetapi perempuan yang sedang di bicarakan itu hanya cuek ia hanya berkonsentrasi menangkap ikan tersebut dengan kertas ditangannya


hap...hap...

__ADS_1


ikan pun berhasil ditangkap nya menggunakan kertas itu, sekarang ikan tersebut berada di embernya semua orang tadi yang menganggap remeh dan tidak mungkin perempuan itu bisa memenangkan taruan itu hanya bisa diam saking kaget nya karena ada yang bisa memenangkan permainan ini karena selama ini tidak ada yang bisa melakukan nya


" itu hanya keberuntungan mu saja, coba kau coba lagi pasti kau takan bisa karena keberuntungan hanya sekali " ucap nya dengan sombong


" baiklah aku akan menangkap lagi ikan ini untuk membuktikan mu " ucapnya


Aurel pun mencoba menangkap ikan yang ada dikolam itu lagi dan sekarang target ikannya berukuran lebih besar dari yang pertama kali ia tangkap semua orang yang melihat itu merasa bahwa perempuan itu terlau sombong karena kesempatan pertama nya berhasil


hap...hap


*"**sial " batin pemuda itu ***


"itu pasti hanya trik curang perempuan itu saja" ucap Pemuda itu

__ADS_1


"Apakah kau sekarang takut, karena kau kalah dalam taruhan ini " ucap Aurel membuat semua orang berbisik - bisik menjelekan pemuda angkuh itu


" aku takut, bagaiman mungkin kau yang seharusnya takut karena trik licik mu memenangkan permainan ini akan ketahuan " ucap pemuda itu  dan menyuruh para pengawalnya untuk mengecek hal itu


Aurel pun jalan mendekat semakin dekat dengan wajah Pemuda itu dan membisikan "aku merasa kasihan padamu, apabila kau nanti tidak menemukan kecurangan itu, kau akan dianggap sebagai pemuda licik yang tidak mencoba mengelak dari janji yang kau buat " ucap nya yang hanya didengar oleh pemuda itu setelah Aurel menjauhkan tubuhnya dari pemuda itu, pemuda itu terlihat tegang dan wajahnya pucat pasi seperti kapas


tetapi tanpa mereka sadari ada seseorang dengan pakaian hitam yang selalu memperhatikan Aurel dari jauh "menarik"


tetapi berbeda dengan keadaan Dayang Mei yang dari tadi bingung  mencari - cari nona nya yang tiba - tiba terpisah dengannya mebuat ia kalut dan takut dengan keadaan nonanya. ia pun kembali kekediaman Jendral untuk memberitahukannya  bahwa nona hilang


mendengar bahwa anak perempuannya hilang mebuat kediaman jendral gempar


" coba ceritakan bagaiamana bisa adikku hilang " tanya Panglima Tiang marah kepada Dayang Mei

__ADS_1


"hiks...hiks... jadi tadi saya dan Yang Mulia pergi kepasar dan ketika saya disuruh membeli makanan di kedai itu ketika saya kembali Yang Mulia sudah tidak ada hiks....hiks...." cerita nya ia sangat cemas dengan keadaan nonanya


Akhirnya Jendral Hong, Panglima Tiang dan Dayang Mei bergegas mencari Aurel di pasar dengan membawa pasukan agar supaya cepat ketemu dengan Aurel


__ADS_2