
Ketika Kaisar Ling ingin keluar dari ruangan itu dengan membawa Permaisuri Aurel dengan keadaan terluka di dalam gendongannya seorang Laki - laki menghalangi jalan keluar nya
"MINGGIR" bentak Kaisar Ling
"sungguh kehormatan Kaisar datang ketempat hamba" ucap lelaki itu
"Berisik" ucap Kaisar Ling berusaha pergi dari tempat itu karena ia sangat khawatir dengan keadaan permaisurinya karena melihat kondisi permaisuri yang harus mendaptkan perawatan secepat mungkin
"Yang Mulia boleh pergi tapi tidak dengan wanita itu" ucap lelaki itu lagi
mendengar lelaki itu dari tadi banyak bicara dan terus menghalangi jalan nya membuat ia semakin marah tanpa basa - basi ia langsung mengangkat pedang nya
dan terjadi lah perkelahian tapi karena Kaisar Ling sedari kecil sudah ikut berperang melawan satu orang ini cukup lah mudah lalu tetapi ia tidak ingin membuat sang lawan langsung mati
ia membuat lelaki itu merasakan searasa bagai di neraka, dan kematian adalah suatu berkah karena Kaisar Ling menyiksanya dengan kejam dengan merobek mulut nya dan menyayat - nyayat tubuh nya hingga darah ruangan itu menyerupai lautan darah
lalu ditingalkan begitu saja lelaki itu tergeletak dengan keadaan tidak berdaya, Kaisar Ling pergi menuju perkemahannya karena disana ada tabib istana yang akan memeriksa keadaan Permaisuri nya ini
__ADS_1
sesampainya di perkemahan ia langsung meletakan permaisuri diranjang nya dengan keadaan pucat, yang langsunh di periksa oleh tabib istana
setelah tabib istana melakukan pemeriksaan ia dan juga memberikan perawatan terhadap Permasuri, lalu sang tabib pun langsung mengahadap kepada Kaisar Ling untuk memberitahu bagaimana kondisi Permaisuri saat ini
"hormat kepada Yang Mulia"
"Yang Mulia saat ini keadaan Permaisuri sangat lemah, karena luka yang di dapatnya itu ia membuat ia banyak kehilangan darah dan karena tidak mendapatkan perawatan secepatnya karena luka itu membuat luka itu terinfeksi " ucap sang tabib menjelaskan keadaan Permaisuri saat ini
"dan saat ini keadaan Permaisuri kritis, kita hanya bisa menunggu keadaanya agar cukup membaik untuk perawatan selanjutnya"
mendengar penjelasan sang tabib ia sangat marah dan merasa tidak berguna untuk melindungi wanita nya ia menyesal karena tidak bisa cepat untuk menoling wanita nya
dengan kemarahan Kaisar Ling langsung pergi menuju ketenda Selir Din
ketika Kaisar Ling memasuki tenda Selir Din sangat lah senang apa lagi ia di beritahu bahwa keadaan permaisuri saat ini, dan juga Selir Jun yang menghilang
"pasti Yang Mulia ingin menjadikan ku permaisuri nya, karena aku satu - satu nya wanita disini" batinnya
__ADS_1
tetapi siapa yang tahu Kaisar Ling datang untuk mengambil nyawanya
tanpa penghormatan Kaisar Ling langsung mendekati Selir Din dan menjambak rambutnya dengan sangat kuat
"dasar wanita licik,,,, kau berani membuat laporan palsu dan membuat Permaisuri sampai seperti ini " ucap Kaisar Ling dengan suara rendah dengan isyarat bahwa ia sangat marah terhadap kelakuan Selir nya ini
mendengar ucapan Kaisar Ling, Selir Din sangat ketakutan sampai ia menangis
"mohon ampun Yang Mulia" ucap nya memohon dengan bersujud di bawah kaki Kaisar Ling tetapi langsung ditendang oleh Kaisar Lung
Kaisar Ling yang terbayang melihat keadaan Permaisuri nya yang terbaring lemah padahal ia menanti kedatangan nya untuk menyelamatkan nya dan Selir Din malah berpura - pura Permaisri nya sudah mati dan mengulur - ulur waktu untuk menyelamatkan Permaisurinya membuat ia semakin marah
dengan keadaan marah Kaisar Ling mendekati Selir Din yang ketakutan dengannya
"mohon ampuni hamba...hiks...hiks"
"tidak ada ampun, terima lah hukumanmu" ucap Kaisar Ling mengangkat pedang nya dan dengan satu kali tebasan nyawa Selur Din menghilang
__ADS_1
*****
yeyyy gimana nih Selir Din udah meninggal