
setelah selesai makan bersama. karena bosan tidak ada kegiatan apa pun ia berencana untuk jalan - jalan ke pasar ia sangat penasaran dengan pasar di jaman kuno ini.
"Mei ayo kita pergi, aku ingin jalan - jalan " ucap Aurel
"baik Yang Mulia, saya akan menamani Yang Mulia"
"kan sudah ku bilang Pangil saja Aurel kalau tidak Rere" ucapnya
"hamba merasa tidak sopan Yang Mulia"
"Yasudah nona saja, karena aku tidak ingin semua orang tahu bahwa aku adalah permaisuri ribet" ucap nya dengan jengkel
"oh ya kita harus ganti pakaian aku ingin menyamar jadi rakyat biasa" ucap nya
lalu mereka pun berganti pakaian tapi ia merasa sangat kesal karena dari sekian banyak pakaian, pakaian yang ia bawa adalah pakaian kerajaan yang terbuat dari sutra kualitas tinggi dan memiliki bordiran - bordiran rumit
" masa ga ada baju yang sederhana gitu kenapa semua pakaiannya kaya gini " batinnnya kesal kepada Dayang yang menyiapkan nya.
lalu ia pun pergi kekamar Mei untuk meminjam pakaiannya dengan paksaan akhirnya ia mendapatkan baju nya dan berganti pakaiannya
"wah ternyata pakaian ini enak juga ringan, tidak seperti pakaian permaisuri yang berat dan panas" batinnya
walalupun Aurel sudah memakai pakaian yang sederhana tetapi masih tetap terlihat cantik malah memberikan kesan ceria dan imut karena pakainnya ini
__ADS_1
"baiklah karena sudah siap ayo kita berangkat"
"oh ya agar tidak ketahuan ayah kita jangan keluar dari pintu depan ayo kita ke pintu belakang" ucap Aurel dengan menarik Mei dengan semangat
ketika sampai pasar disana sangat lah ramai
"jadi seperti ini pasar di sini, tidak berbeda jauh dengan di zaman ku ternyata"
ketika ia sedang berjalan - jalan ia melihat satu pedagang yang sangat ramai ia pun penasaran dengan apa yang dijual nya
"aduh, jualan apaan sih rame gini gimana nerobosnya ya"monolognya yang penasaran dengan pedagang itu ia juga sudah melompat - lompat untuk melihat jualannya tapi tetap tidak terlihat karena saking banyaknya orang
"hanya satu cara"
"ah ternyata cara ini berhasil" batinnya tetapi mereka semua kesal dan merutuki dia karena sudah menipu mereka untuk lewat
"Ternyata cuman permainan, kirain ada makanan gratis yah tidak asik " ucap nya yang di dengar oleh pemilik permainan ini
"kalau begitu cobalah permainan ini sudah banyak yang mencoba nya tetapi tidak pernah berhasil" ucap nya
"kalau aku menang aku dapat apa" Aurel
"nona akan mendapatkan sebuah pedang es jika anda memenangkan permainan ini" ucap si pemilik toko
__ADS_1
tetapi ia diam saja tidak menjawab ia melihat salah satu pemain terlihat marah dan kesal karena tidak bisa menangkap ikan tersebut.
perminan ini cukup sederhana yakni menangkap ikan yang ada di kolam tersebut dengan menggunakan kertas yang telah disediakan di sana untuk pemain
"kau sangat payah begitu saja tidak bisa" ucap Aurel yang didengar oleh pemuda itu, membuat pemuda itu sangat lah marah
"siapa kau berani nya kau berkata seperti itu aku adalah anak dari menteri hukum" ucap nya sombong
" bagaimana kalau kita bertaruh " Aurel
"baik, aku tidak takut apa taruhan mu" Kata Pemuda itu angkuh
"kalau aku menang kau harus berjoget dengan telanjang dada sambil bernyanyi di pasar ini" Aurel
"bila ingin mengalahkan keangkuhannya, buat ia merasakan tidak ada lagi yang bisa ia bangakan yakni merusak kepercayaan dirinya" batinnya
Pemuda tersebut sangat marah kepada Aurel ia merasa harga diri nya di injak - injak oleh seorang wanita itu
"mengapa kau diam, apakah kau takut" ejek Aurel
"tidak...aku tidak mungkin takut oleh seorang wanita seperti mu, tetapi apabila kau kalah kau harus menjadi budak ku seumur hidup bagiamana" ucap nya
"oke siapa takut "Aurel
__ADS_1