
Setelah masalah laporan – laporan itu selesai seseuai kesepakatan ia di perbolehkan untuk keluar tanpa basa – basi ia pun langsung ngacir pergi sebelum Kaisar Ling meminta penjelasan laporan – laporan lainnya
Setelah berjalan – jalan mengelilingi kuil yang sebenarnya cukup luas itu bahkan taman nya saja mungkin sudah bias menampung seluruh murid – murid disekolahnya tetapi ia sangat bosan karena menurutnya gitu – gitu aja
Hanya tinggal satu tempat yang belum ia lihat yakni hutan bambu yang berada di belakang Kuil yang bias di katakana itu merupakan area terlarang
“yaelah laragan doang gue dang sering ngelangar tuh “ batinnya
Tanpa di cegah ia pun memasuki hutan bambu ini tetapi sebelum itu ia mengeluarkan belati yang ada di dalam pakaiaanya lalu menggores setiap bambu yang ia lewati untuk memberikan tanda agar ia tidak tersesat dan bisa kembali keluar
dari hutan ini
"pantes aja mereka tersesat ya **** sih" batinnya karena setiap pohon yang terlihat sama memudahkan orang untuk tersesat apa lagi kalau tidak ada tanda
Setelah masuk semakin kedalam hutan bambu ini ia mendapati sebuah pemandangan yang menakjubkan teryata di dalam hutan bamboo ini terdapat sebuah danau yang sangat indah bahkan air nya sangat jernih
__ADS_1
Karena melihat air yang sangat jernih itu rasanya ia tidak sabar untuk berenang masuk kedalam danau itu ia lalu dengan cepat melepas pakainnya hanya menyisakan pakaian dalamnya dan langsung masuk kedalam air jernih itu yang seperti memanggil – manggil ia untuk meceburkan dirinya
“air ini sungguh menyegarkan di terik panas matahari ini “ ucap nya
Tanpa sadar ia sudah berenang cukup lama ia pun lalu naik ke daratan dan mengganti pakaiannya yang sudah basah ini karena berenang tadi
Setelah mengganti pakaiannya ia pun melihat sebuah apel merah yang terlihat menggiurkan di atas pohon di dekat danau itu, karena buah itu tidak terlalu tinggi sehingga ia tidak perlu repot – repot untuk memanjatnya tetapi karena posisinya yang sangat dekat dengan danau membuat ia mungkin satu sentilan saja ia bisa tercebur ke dalam danau itu
Ketika Aurel dengan usaha nya untuk mengambil apel itu tiba – tiba ada sebuah dorongan yang sangat kuat membuat ia tercemplung masuk kedalam danau dengan kedaan tidak siap tetapi ia di kejutkan oleh sang pelaku yang menyebabkan ia terjatuh ke dalam danau yang tak lain adalah Kaisar Ling
Entah siapa yang memulai hingga bibir mereka saling bertemu dengan tangan Kaisar Ling yang marengkuh pinggang nya hingga badan mereka saling menempel
dengan mata nya yang terpejam menikmati ciuman yang ia berikan dan juga Aurel yang masih dengan rasa kesyokan nya akan tindakan Kaisar Ling yang tidak terduga tetapi dengan perlahan ia pun menikmati ciuman yang Kaisar Ling berikan
__ADS_1
“hellow gue ciuman di dalam air dong “ batinnya
Karena oksigen yang mereka butuh kan saat ini mereka pun menyudahi ciuman panas itu dan segera naik ke atas permukaan agar bisa mendapatkan oksigen yang mereka butuhkan
Setelah di daratan suasana mulai canggung yang dikarenakan oleh ciuman itu
“kenapa kau bisa ada di sini “ ucap Aurel memulai pembicaraan
“itu semua karena kau dari mana saja kau sampai matahari mau tenggelam kau belum pulang juga, di kuil juga tidak ada, dan kau malah masuk ke hutan terlarang ini apakah kau tidak melihat ada tulisan bahwa ini dilarang….” Belum sempat Kaisar Ling berbicara lagi Auel sudah menyuruh nya diam dengan menempelkan jari telujuknya di bibir Kaisar Ling
“apakah kau mengkhawatirkan ku “ ucap nya dengan nada mengoda
“tidak “ ucap Kaisar Ling gengsi
“kenapa sih gam au ngaku aja, ketahuan tau dari muka nya” ucap Aurel
__ADS_1
Dan terjadi lah perdebatan yang tidak ada akhirnya itu Kaisar Ling yang tetap mempertahankan gengsi nya dan Aurel yang tidak mau kalah untuk membuat Kaisar Ling mengakui itu