Permaisuri Bad Girl Dan Kaisar Dingin

Permaisuri Bad Girl Dan Kaisar Dingin
Episode 44


__ADS_3

setelah pembicaraan panjang tadi malam, kesokan pagi nya rombongan dari Kaisar Ling dan juga Permaisuri Aurel meninggalkan Kuil Tong untuk kembali ke Kerajaan Ming


didalam kereta menuju ke Kerajaan Ming hanya ada Aurel yang tampak termenung memikirkan percakapan yang tadi malam telah ia lakukan dengan Kaisar Ling


"ah bodo amat dia marah yang penting gue dah ngasih tau kalo permaisurinya udah mati, gue ga mau hidup di bayang2 orang lain walaupun dia merupakan gue di masa lalu" batinnya


lalu tiba - tiba kereta berhenti, Kaisar Ling tiba - tiba mucul lalu masuk ke dalan kereta membuat suasana didalam kereta menjadi sunyi dan juga canggung


"aku sangat bahagia" ucap Kaisar Ling memulai pembicaraan tetapi tidak ada tanggapan apapun oleh Aurel


"kau tahu aku sangat bahagia karena mu" ucap nya lagi dengan megenggam lembut tangan Aurel


"why? kenapa?" ucap Aurel


"karena entah dari mulai kapan aku merasa selalu memperhatikanmu, juga aku merasa terus dan terus merindukanmu apabila aku tidak melihatmu, aku juga merasakan hawatir saat kau diculik pada saat itu aku merasa bahwa aku sangatlah bodoh karena tidak bisa menjagamu, dan setelah melihat mu aku merasakan kelegaan tapi aku juga sangat marah melihat kau terluka......"


lalu ketika Aurel ingin menyela, jari dingin Kaisar Ling menyentuh bibir tipis nya


"tunggu aku belum selesai"


"kau tau perasaan ini hanya tertuju padamu seorang, tidak untuk perempuan manapun..." ucapnya


"hanya ada kamu dihati ku Ratu ku" ucap Kaisar Ling membuat Aurel sang remaja labil merasakan hati nya serasa berbunga - bunga

__ADS_1


"aduh adek terharu bang" batinnya


"ish...." ucap Aurel memukul lengan Kaisar Ling dengan manja tapi dengan gengsi yang tinggi ia tidak mau menjawab pernyataan cinta Kaisar Ling padanya


Aurel juga memalingkan wajahnya yang memarah agar tidak terlihat oleh Kaisar Ling


setelah kejadian pernyataan cinta Kaisar Ling kepada Aurel, tetapi tidak ada nya balasan dari Aurel sendiri membuat keadaan didalam menjadi hening kembali tidak ada satupun dari mereka yang berbicara


Aurel yang wajahnya sampai sekarang menghadap keluar kereta dan Kaisar Ling yang terlihat lelah tertidur dengan kepala disandarkan ke pundak sang Permaisuri


-----**---------


setelah menempuh perjalanan panjang yang diperkirakan sudah setengah jalan, dikarenakan keadaan semua orang sudah lelah karena selama perjalanan ini, akhirnya mereka pun istirahat


pada saat malam seperti ini keadaan kota sangatlah sepi, karena penduduknya yang sedikit lalu ia melihat sebuah penginapan yang cukup besar untuk di kota ini


Akhirnya Aurel dan Kaisar Ling pun menuju ketempat penginapan itu, walaupun penginapan ini tidak terlalu besar tapi sangat bersih dan juga suasana tempat nya pun sangatlah tenang sangat cocok dijadikan tempat istirahat


lalu muncuk sosok kakek tua didepan Aurel dan juga Kaisar Ling


"mau menginap?" ucap sang kakek


"ia kek" ucap Aurel dan juga Kaisar Ling

__ADS_1


"untuk berapa kamar?"


"1 kamar"


"2 kamar" ucapnya bersama


"maaf kamar nya hanya tinggal satu, kamar yang lain sudah penuh" ucap sang kakek


"apakah tidak ada kamar kosong lagi, yang kecil juga tidak apa -apa? ataukah ada penginapan lain disekitar sini" ucap Aurel


"maaf tidak ada kamar lagi hanya tinggal inu, dan juga ini merupakan penginapan satu - satunya di kota ini" ucap sang kakek


"dan juga sepertinya kalian merupakan pasangan suami istri bukan, tidak maslah kalau satu kamar " ucap sang kakek yang diangguki semangat oleh Kaisar Ling


"uh....aku tidak bisa tidur bebas " batinnya...


******


sekali lagi maaf sudah lama tidak update, karena ini novel sejujurnya kurang memuaskan menurut saya dan berencana ingin membuat lagi yang lebih baik


tetapi karena ga enak kalo digantung aku bakalan usahain untuk tamatin cerita ini dulu


sekali lagi terimakasih yang sudah membaca cerita ini

__ADS_1


__ADS_2