
Setelah mendengar pencakapan dan rencana Selir Wen dan laki – laki itu, ia langsung menuju kekediamannya,
sebenarnya ia sangat penasaran dengan laki – laki yang berada di kediaman Selir Wen itu karena sepertinya suara nya tidak asing didengarnya
“baiklah pertama – tama kita harus buat pelajaran dulu kepada wanita licik dulu itu “
Ketika malam semakin larut dan semua orang sudah tertidur lelap, terkecuali Aurel dengan keadaan segar tidak merasakan kantuk ia memakai pakaian hitam seperti ninja keluar dari kediamannya tanpa seorang pun yang tahu
Sesampainya di belakang isatana yakni di tempat kandang **** ia mengambil lumpur dari kotoran **** dan
memasukkan nya kedalam ember yang sudah tercampur juga dengan kotoran kuda, dan juga sapi
Lalu ia langsung menuju kekediaman Selir Wen dimalam yang sangat gelap ia mengendap – endap dengan membawa seember kotoran hewan lalu ia melumpuhkan para penjaga dengan obat bius yang ia bawa
Dan dengan cepat ia membuat jebakan di atas pintu kediaman Selir Wen setelah itu ia pergi ke atas pohon untuk melihat pertujukan.
“aku sungguh tidak sabar menunggu pertujukan menyenangkan ini” monolog nya lalu ia melempar batu kekediaman Selir Wen agar si tuan rumah keluar
“ini orang kebo banget kali y ague lemparin 3 kali ga bangun – bangun juga “ucap nya kesal
__ADS_1
Ketika mencoba melempar lagi dengan keras dan sekaran dengan batu yang cukup besar dengan di lempar sekuat tenaga
Buk…buk…
Batu menembus pintu kediaman Selir Wen dan akhirnya membuat ia terbangun dengan amarah
“siapa yang berani menganggu tidur ku “
“kurang ajar beraninya dia melempari batu “
Ketika ia membuka pintu kediamannya untuk melihat siapa yang berani menggangu tidurnya
Bluk…bluk..
Dan benar saja sekarang seluruh badan Selir Wen tertutup oleh kotoran yang telah tadi ia siapkan
Melihat keadaan mengenaskan Selir Wen, Aurel tidak bias menahan tawanya karena melihat seluruh tubuh Selir Wen tetutup oleh kotoran dan ia berteriak teriak tidak jelas dan memaki para dayang dan penjaga yang tidak datang – datang.
“hahaha lucu sekali melihatnya seperti itu “mungkin kalo dalam kartun kepala Selir Wen sudah seperti gunung
__ADS_1
meletus hingga dapat mengeluarkan asap dan matanya yang keluar ketika marah
Akhirnya para dayang dan prajurit datang tapi mereka malah hanya melewati Selir Wen
“sungguh menjijikan orang itu “
“hei…kau manusia menjiikan cepat pergi“ucap salah satu pelayan itu dengan nada angkuh yang tak tahu bahwa ia
merupakan Selir Wen karena Selir Wen tertup dengan kotoran dari wajah sampai tubuhnya makanya tidak aka nada yang mengenalinya
“BERANINYA KAU “teriak Selir Wen marah
“memang siapa kau, kau hanya lah orang menjijikan “ucap nya dan diangguki oleh seluruh pelayan kediamannya
“ya ampun dia itu bodoh sekali”bisik Permaisuri yang saat ini menyaksikan totonan itu di atas pohon
Selir Wen langsung menampar pelayan itu dan pelayan itu yang tidak terima karena seorang yang menjijikan itu berani menamparnya akhirnya terjadi lah perkelahian
“sungguh tidak disangka akhirnya seperti ini hahahah” kata Aurel dengan tawa lalu meninggalkan kediaman Selir
__ADS_1
Wen dengan gembira karena sudah membalaskan dendam nya pada si penghianat
“kau ingin merusak wajahku, akan ku beri kau kotoran di wajah mu penghianat “