
Pagi harinya Aurel sudah berada di pasar bersama Dayang Mei dengan menggunakan tudung hitam itu mereka masuk ke salah satu toko yang cukup besar ketika ia masuk suasana di toko tersebut sangatlah ramai ia pun bertanya kepada salah satu penjaga toko tersebut
"apakah disini menjual kapuk ?" tanya Aurel
"maaf nona apa itu kapuk saya tidak pernah mendengar ada barang seperti itu " ucap penjaga toko tersebut bingung
"WHAT...Mereka ga tau, jaman macam apa ini " Batinnnya kesal sekali
"nona mungkin bareng nona bisa di cari di pasar Leng di sana " ucap Pemuda di sebelah Aurel yang tidak sengaja mendengar itu
"baik terima kasih...."
Aurel pun bergegas pergi menuju kepasar tersebut yang berada di luar kerajaan Ming selama perjalanan ia bertanya pada Mei tetang pasar Leng ternyata pasar itu seperti pasar gelap dijaman nya, karena disana banyak barang - barang aneh yang di dapat dari pedagang di tempat lain
ketika sampai di Pasar Ling disana sangat lah ramai dan ternyata memang benar barang - barang yang ada di sini merupakan barang - barang yang ada di benua lain
ketika ia berjalan dengan melihat - lihat apakah ada yang menjual kapuk untuk tempat tidurnya dan akhirnya ia menemukannya ia langsung ketoko tersebut untuk membeli barang itu
"saya ingin membeli barang yang ada di depan toko anda "
"oh tumpukan sampah itu..." ucap penjual tersebut
__ADS_1
"apakah mereka semua belum tahu kegunaan kapuk itu, dan menganggap itu hanya sampah tetapi untung deh gue ga perlu ngeluarin biaya banyak"batinnya
"ah baiklah saya akan membeli semua itu " ucap Aurel lalu menyerahkan uang 1 keping emas penjaga toko tersebut hanya diam
"perempuan itu sangat bodoh harga sampah seperti itu dihargai 1 keping emas sangat- sangat bodoh" batinnya
setelah ia membeli kapuk ia juga membeli bulu unggas dan juga kain sutra "aku tidak sabar dengan tempat tidur baruku...." batinnya girang
di toko kain ia juga membuat pakaian tidur dan juga pakaian pergi dengan modifikasi antara zaman moderen dan zaman ini
ketika ia dalam perjalanan pulang untuk menuju kereta nya ia melihat seorang lelaki yang bertubuh kurus sedang disiksa oleh orang tua gendut itu dengan mencambuknya lalu ia diseret dengan menjambak rambut nya Aurel yang melihat itu sangat lah geram dan orang lain di sana mereka hanya menonton saja membuat ia semakin geram
"PAK TUA APA YANG KAU LAKUKAN " teriak Aurel mebuat semua orang memandang nya
"kasian sekali ia malah mengantarkan nyawanya kepada kematian"
batin mereka semua karena mereka semua tidak ada yang berani buka suara takut mereka akan di siksa seperti lelaki yang sudah tergeletak di tanah itu dengan baju yang penuh sobekan yang memperlihatkan luka
"hei..nona kau tidak usah ikut campur...lebih baik kau pergi "ucap si tua gendut
"kalau aku tidak mau " ucap Aurel menantang
__ADS_1
" maka jangan salahkan aku kalau kau mati dengan mengenaskan " ucap pak tua itu dan pengawal nya pun langsung menyerang Aurel, Aurel yang mengeluarkan pedang es nya pun lansung membunuh 5 orang pengawal si pak tua itu, pak tua itu yang melihat semua pengawalnnya mati pun berusaha untuk kabur dari sana tetapi langsung di tangkap oleh Aurel
"APAKAH KAU MAU KABUR PAK TUA " teriak nya sengaja agar semua orang tahu dan membuat pak tua itu malu
pedang es nya pun yang sekarang sudah berubah menjadi belati yang ia arah kan ke leher si pak tua gendut itu membuat si pak tua gendut itu sangat ketakutan sampai - sampai ia kencing di celana "ampuni....aku..no..na....aku ti...dak akan me..lakukan hal..itu la..gi " ucap nya gemetar
"baiklah ku pegang janji mu.......dan jangan lupa ganti celana mu sangat bau pesing" ucap Aurel yang didengar oleh orang - orang yang menonton dari tadi
ia pun membantu sang pemuda yang tergeletak di tanah itu dan memapah nya menuju kereta kudanya untuk pergi ke tabib di kerajaan Ming
"tabib..bagaimana keadaan pemuda itu"
"keadaan pemuda itu sangat mengenaskan, kakinya patah, tulang rusuk nya juga retak dan badannnya penuh luka, sungguh kejam orang yang menyiksanya" tutur tabib itu
"tolong berikan yang terbaik" ucap Aurel karena ketika ia melihat wajah sang lelaki tersebut ia seperti wajahnya sangat mirip dengan sahapat kecilnya maka itu sangat khawatir tentang keadaanya
****
demi kalian aku nulis lagi dan berusaha untuk update tiap hari
maka, jangan lupa ya vote, like, and comment nya biar tambah semangat buat aku nulis nya
__ADS_1
terima kasih