
setelah membunuh Selir Din, dan memerintahkan prajurit lainnya untuk membuang mayat Selir Din kedalam laut
saat ini Kaisar Ling hanya duduk di dalam tenda nya menemani Permaisurinya yang saat ini masih terbaring lemah di tempat tidur nya
lalu seorang perajurit berpakaian hitam memasuki tenda dimana Kaisar Ling berada
"Salam Hormat kepada Kaisar Ling"
"Ada apa kau kemari" ucap Kaisar Ling kesal karena prajurit itu menganggu nya.
"Yang Mulia saya ingin melaporkan bahwa Selir Jun menghilang, saya sudah mencari di seluruh tempat penculikan itu tetapi tidak mrnemukan Selir Jun" ucap Prajurit yang di perintahkan oleh Kaisar Ling untuk menemukan Permaisuri dan juga Selir Jun
"baiklah" ucap Kaisar Ling acuh tak peduli
"apakah kita akan terus mencari keberadaan Selir Jun Yang Mulia?" tanya Prajurit itu
"tidak usah, kalau ia selamat nanti juga dia akan kembali ke istana, kalau sudah mati ya udah ngapain repot - repot" ucap Kaisar Ling yang acuh tak peduli yang tatapan nya pun hanya menatap Permaisuri nya
mendengar ucapan Kaisar Ling yang seperti itu Prajurit itu hanya diam, ia sangat bingung apakah telinga nya bermasalah
__ADS_1
karena sebelum nya Kaisar Ling terlihat sangat panik dan cemas pada Permaisuri dan selir nya itu bahkan ia memerintahkan semua prajurit untuk mencari keberadaan Permaisuri dan juga Selir jun baik hidup ataupun mati
tetapi tidak disangka bahwa ternyata Kaisar Ling hanya mengkhawatirkan Permaisuri nya bahkan Selir Jun yang juga diculik bersama Permaisuri tidak di pedulikan dan bahkan Selir Din yang sudah mengarang cerita pun mati mengenaskan
"baik Yang Mulia, hamba undur diri" ucap Perajurit itu meninggalkan tenda Kaisar
lalu masuk seorang anak kecil yang waktu itu ditemukan oleh Permaisuri bersama seorang wanita ke dalam tenda Kaisar Ling
"hormat kepada Yang Mulia" ucap perempuan itu dan juga anak kecil itu
"Yang Mulia bagaimana keadaan Permaisuri saat ini" tanya bocah itu khawatir trtapi tidak ada jawaban dari Kaisar Ling ia hanya duduk diam dengan mata yang selalu menatap Permaisurinya itu
lalu anak kecil itu naik ke ranjang dan membisikan "kaka cantik harus bangun pangeran nungguin kaka bangun" bisik nya pelan tetapi karena Kaisar Ling cukup dekat dengan mereka ia mendengar bisikan itu dan tersenyum
" ada apa kau kemari anak jelek" ucap Kaisar Ling
"aku bukan anak jelek, aku ini tampan lihat" ucap anak kecil itu merajuk ketika ingin membalas Kaisar Ling
wanita cantik di samping bocah lelaki itu pun menegur nya anak lelaki itu agar bersikap sopan
__ADS_1
"maaf Yang Mulia atas kelakuan anak hamba, dan juga terima kasih sudah menolong dan menyelamatkan para wanita yang ada di sana " ucap wanita itu dengan bersujud sebagai rasa syukur nya bisa terbebas dari sana
Kaisar Ling seakan tersadar bahwa ada orang lain selain bocah lelaki itu ternyata ia membawa ibu nya, ia tidaj sadar karena Kaisar Ling hanya fokus pada Permaisurinya saat ini
" tidak usah seperti itu, saya juga berterima kasih kepada putra anda karena dia saya bisa menemukan tempat penculik itu"
"putra anda sangat lah hebat dan pemberani" ucap Kaisar Ling memuji anak lelaki itu membuat nya merona atas pujian yang ia terima
"terima kasih sekali lagi, dan juga sekaligus kami ingin pamit untuk kembali ke tempat kami, semoga Permaisuri cepat sembuh" ucap wanita itu tulus
lalu sebelum pergi meninggalkan tenda Kaisar, anak laki - laki itu membisikan sesuatu di telinganya
"kaka aku pernah baca kalo kaka cantik masih tidur terus seperti itu, ia harus di cium dulu agar bisa bangun"
setelah mereka pergi dan hanya tersisa Kaisar Ling disana yang maish menatap permaisurinya yang cantik walau dengan wajah pucat entah setan dari mana ia pun mengecup bibir pucat Permaisurinya dan membisikan "cepat bangun aku membutuhkan mu"
tatapi setelah kecupan itu ia melihat seperti ada pergerakan dari tangan Permaisuri yang saat ini di genggam oleh Kaisar Ling
setelah pergerakan tangan itu kelopak mata permaisuri pun perlahan terbuka dan pertama kali yang ia lihat adalah Kaisar Ling dengan wajah tersenyum
__ADS_1