
Aurel dengan suasana hati gembira penuh energy dan semangat karena tadi malam ia tidur sangat nyenyak tidak ada mimpi buruk karena ia sudah membalaskan kejahatan apa yang sudah si rubah betina itu lakukan selama ini
padanya
Dengan wajah berseri – seri membuat ia semakin bertambahmempesona bahkan banyak dari mereka yang iri karenanya
“lihatlah Yang Mulia seperti nya sedang gembira”
“ia wajahnya sangat cerah “
“ia membuat ku sangat iri, tiap hari wajah Yang Mulia semakin terlihat mempesona “
Tetapi berbeda dengan suasana hati Permaisuri yang baik keadaan Selir Wen bias dikatakan sangat buruk sudah tadi malam terkena tumpahan kotoran setelah itu berantem dengan seorang pelayan membuat keadaannya
sangatlah mengenaskan.
Banyak pelayan yang bergosip mengenai kejadian yang baru saja terjadi tadi malam bahkan berita tersebut sudah sampai keluar istana.
Dikediaman Selir Wen
__ADS_1
“Yang Mulia ada kabar buruk, berita tadi malam sudah sampai keluar istana “
“bagaiamana bisa, itu semua pasti gara – gara pelayan gila itu ” ucap Selir Wen marah bahkan keadaannya sangat lah mengenaskan tetapi ia bahkan tidak sadar karena amarahnya bahkan ia tidak bisa berfikir logis bahwa
bukan pelayan itu yang melakukannya
“cepat aku akan pergi ke kediaman Kaisar agar pelayan itu mendapatkan hukuman yang sangat berat karena menentang ku “ucap Selir Wen tanpa melihat kondisinya yang sangat buruk
Ketika dalam perjalanan menuju kediaman Kaisar Ling semua orang baik dayang, pelayan, pengawal semua orang melihat keadaan mengenaskan Selir Wen membuat semakin heboh berita yang terjadi tadi malam.
Ia pun langsung masuk kekediaman kaisar terlihat Kaisar Ling sedang berda di meja kerjanya dengan kertas - kertas ditangannya
“Yang Mulia hiks….hikss…”ucap Selir Wen dengan menangis tersedu –sedu
“Lihat apa yang pelayan buruk itu lakukan padaku Yang Mulia, Yang Mulia mohon keadilan mu “ucap Selir Wen dengan berlutut
“urus saja dipengadilan “ucap Kaisar Ling dingin dan berlalu meninggalkan Selir Wen
Sebelum meninggalkan kediaman nya Kaisar Ling berkata “Jangan lupa untuk mandi terlebih dahulu” ucap nya dengan menutup hidung nya ketika berdekatan dengan Selir Wen lalu meninggalkannya
__ADS_1
“BERANINYA KAU MERENDAHKAN KU SIALAN”teriak Selir Wen seorang diri di kediaman Kaisar Ling
Ketika Selir Wen ingin kembali menuju kediamannya ia bertemu dengan Permaisuri, dan juga Selir Bai
“sungguh memprihatinkan ya keadaan Selir Wen “ ucap Selir Bai kepada Permaisuri tetapi didengar oleh Selir Wen
“ siapa yang bilang memprihatinkan, kau sendiri lebih memprihatinkan orang yang kau cinta tidak mencintaimu hahaha” ucap Selir Wen dengan kalimat sindiran yang diakhiri tawa Selir Wen
Aurel yang bukannya seharusnya merasa marah karena ucapan Selir Wen malah tertawa dengan sangat keras bahkan tangannya sampai memegangi perutnya dan sampai mengeluarkan air matanya
Semua orang yang melihat Permasuri tertawa sampai sebegitunya semakin heran dan juga bingung
“apakah Permaisuri sudah tidak waras “Bisik – bisik mereka semua karena dulunya Permaisuri akan marah tetapi tidak bisa melawan dan hanya bisa menangis tapi sekarang ia malah tertawa
“ah maaf selir sebaiknya kau cepatlah mandi aku merasa mencium bau kotoran” ucap nya Aurel dengan jijik dan mempertegas kata kotoran didepan Selir Wen dan berlanjut pergi meninggalkan Selir Wen dan Selir Bai
Semua orang bahkan masih diam saja mereka bingung karena perubahan sikap Permaisuri mereka yang tiba- tiba berubah drastis tadi ketawa sekarang mecomoh sungguh aneh
bukannya kembali kekediaman nya ia malah menuju kediaman Selir Wen karena ia sangat penasaran bagaimana reaksinya ketika Selir Wen menerima hadiah yang telah di berikan oleh nya
__ADS_1
keika Selir Wen memasuki kediamannya ia diadapkan oleh lukisan dirinya yang memiliki wajah rusak dan juga penuh darah dan ketika ia melihat cermin di meja riasnya terdapat darah dengan bertulis "INI KARMA "dengan darah
"AH.....TIDAKKKKKKKKK" Teriaknya seperti orang yang tidak waras