
setelah bercerita sampai larut akhirnya mereka terlelap tidur, tetapi keesokan paginya Aurel bangun di tempat yang berbeda dengan malam hari nya ketika ia tertidur di dalam tenda sekarang ia seperti berada di tempat kosong yang tidak terurus
ketika ia melihat sekeliling ia menangkap dua sosok perempuan yang sepertinya ia kenali
ketika ia mendekat ia di kejutkan oleh si dua rubah tergeletak di tanah dengan posisi sama seperti ia bangun tadi
"woi bangun kebo "ucap Aurel membangunkan mereka dengan kaki nya karena ia jijik bersentuhan dengan dua kuman ini
akhirnya kedua rubah itu bangun dari tidur mereka seakan tersadar bahwa mereka berpindah tempat tidur tadi malam.
Mereka berfikir bahwa mereka di culik ketika melihat Aurel ada disana dan membangunkan mereka dengan tidak layak karena menggunakan kaki nya mengaggap bahwa Aurel lah yang membuat mereka seperti ini
"MAU APA KAU MENCULIK KU HEH" teriak Selir Jun dan berniat menjambak rambut Aurel tetapi kalah cepat dengan tangannya yang langsung memelintir tangan Selir Jun dan mendorong nya kebelakang dan membuat ia kembali jatuh ke tanah
"apakah kalian semua bodoh kita sedang di culik dan bukan gue yang menculik kalian lihat kaki kita semua di rantai " ucap Aurel
melihat kaki mereka semua di rantai membuat mereka sadar dengan ucapan Aurel
"lebih baik sekarang kita bekerja sama agar bisa kabur dari sini " ucap Aurel
__ADS_1
“apakah kau punya rencana “ucap Selir Din
“ya, apakah kau melihat bolongan kecil itu” tunjuk Aurel kepada bolongan kecil ventilasi yang ada di atas sana
“apakah kau berencana kabur melewati ventilasi kecil itu “ucap Selir Jun
“tetapi bolongan itu sangat kecil dan tinggi sekali tidak mungkin kita bisa keluar melalui bolongan itu
“ya kau benar hanya satu di antara kita yang bisa masuk ke sana karena cukup tinggi kita harus bisa bekerja samauntuk membuat satu orang itu masuk ke dalam sana dan meminta bantuan untuk menyelamatkan kita saat ini “ ucap Aurel
Sebenarnya ia tidak suka bekerja sama dengan kedua rubah ini tetapi ia harus berfikir jernih karena bagaimana pun ia harus keluar dari sini secepatnya ia takut aka nada sesuatu yang lebih berbahaya lagi
Akhirnya mereka sepakat untuk Selir Din yang untuk masuk ke dalam ventilasi itu tetapi sebelum itu ia melepaskan rantai yang ada di kaki Selir Din terlebih dahulu
karena ventilasi itu cukup tinggi dan tidak ada kursi atau pun barang lainnya untuk sampai ke atas maka dari itu Aurel dan Selir Jun berusaha menopang Selir Din agar sampai ke atas sana
“ARGHH INI GA MUAT, JANGAN DI DORONG “
“jangan teriak bodoh “ucap Aurel kesal dengan teriakan Selir Din
__ADS_1
Ternyata teriakan itu di dengar oleh orang di luar ruangan karena ia mendengar suara langkah kaki yang sepertinya menuju keruangan ini untuk memeriksa keadaan yang ada didalam karena teriakan Selir Din
Dengan penuh paksaan dan dorongan kuat akhirnya Selir Din pun bisa masuk kedalam bolongan itu dengan terus merayap sampai keujung yang ternyata sebuah jalan keluar
“akhirnya ia bisa keluar “batin Selir Din, tetapi setelah keluar ia berfikir licik ia akan mmengubah rencana seharusnya mereka lakukan
Di perkemahan semua orang disana sangat berantakan ketika Kaisar bangun dan keluar dari tendanya para Prajurit, dan Pengawal mereka tergeletak ditanah seperti sudah di bius
Kaisar pun membangunkan salah satu prajurit untuk membangun kan yang lain juga, lalu ia mengecek keadaan di perkemahan saat ini tetapi ia dikejutkan bahwa Permaisuri, Para Selir dan juga termasuk bocak laki - laki itu menghilang
setelah Prajurit dan Pengawal sadar dari bius mereka semua ditugaskan untuk mencari Permaisuri, Para Selir dan juga bocak laki - laki yang ditemukan kemaren malam itu
"sepertinya penculik ini sungguh cerdik ia tidak meninggalkan jejak apapun seperti sudah biasa mereka lakukan " batin Kaisar
tiba - tiba seorang perempuan dari arah hutan dekat desa tersebut dengan pakaian berantakan dan kotor menuju ke perkemahan ini yang ternyata itu merupakan Selir Din
"Yang Mulia " lirih Selir Din dengan air mata
"apa yang terjadi dimana Permaisuri dan yang lainnya " ucap Kaisar Ling
__ADS_1
"Yang Mulia Selir Jun dan Permaisuri mereka sudah mati hiks...hiks... "ucap Selir Din
****