
Glegek ....
Glegek ....
Glegek ....
Amanda meminum anggur merah yang telah di campur dengan obat peran*sang dosis tinggi. Minuman itu memang sengaja dia siapkan untuk Amanda tapi, bukan untuk diminum bersamanya melainkan bersama Yuda agar supir yang merangkap sebagai asistennya itu bisa melancarkan aksinya bersama Amanda.
Jahat sekali bukan? Adryan memang ingin sekali lepas dari kejaran wanita bernama Amanda, agar rumah tangganya bersama Kalista bisa aman dan damai tanpa gangguan dari wanita itu.
"Akhhhh ...! Sudah lama sekali aku tidak meminum anggur senikmat ini.'' Gumam Amanda mengusap ujung bibirnya yang basah sisa anggur merah.
'Astaga, aku harus segara mencari Yuda.' (batin Adryan seketika panik.)
Adryan pun hendak pergi meninggalkan wanita itu di sana namun, tiba-tiba saja dia meraih pergelangan tangan Adryan lalu menahannya untuk pergi.
"Tunggu, Adryan. Mau kemana? Temani aku di sini," pinta Amanda, pandanganya tiba-tiba saja berkunang-kunang dengan tubuh yang terasa gemetar.
"Saya sedang mencari Yuda? Apa kamu lihat dia?" Tanya Adryan menepis kasar tangan wanita bernama Amanda.
"Kepalaku tiba-tiba saja pusing. Bisa antar aku ke kamar, Adryan."
'Aduh ... Si Yuda kemana ini?' (batin Adryan merasa khawatir.)
"Maaaas Adryan. Anggurnya cepat sekali naiknya, tubuhku benar-benar terasa melayang sekarang." Lirih Amanda terseok-seok layaknya pohon yang tertiup angin.
"Tunggu sebentar di sini, saya mau menyimpan gelas ini dulu." Adryan beralasan.
Dia pun hendak berlari namun, lagi-lagi tangannya di tahan oleh Amanda membuat Adryan semakin merasa bingung.
"Antar'kan aku ke kamar, Adryan. Tubuhku benar-benar terasa akan jatuh, pandangan mataku juga mendadak buram seperti ini. Astaga, ada apa denganku? Apa karena sudah lama aku tidak meminum segelas anggur." Lirih Amanda, suaranya mulai meliuk-liuk layaknya orang yang sedang mabuk.
"Astaga, Amanda. Maaf, saya tidak bisa. Saya harus segera pergi."
"Sebentar saja, rumah ini terasa asing bagiku. Padahal ini rumah calon suami aku sendiri 'kan? Tapi, rasanya aneh sekali berada di sini. Aku bahkan lupa kamarku berada di sebelah mana." Amanda mulai meracau tidak karuan, dia bahkan menyandarkan kepalanya di pundak Adryan, kepalanya benar-benar terasa berat sekarang.
"Ikh ... Apaan si, Manda." Adryan menepis kasar kepala Amanda, dengan mata yang menatap sekeliling takut jika istrinya menyaksikan semua itu.
__ADS_1
"Sayang, tubuh aku mendadak panas. Panas sekali."
Racaunya lagi, hendak membuka dress berwarna hitam yang dikenakannya.
"Tunggu, apa yang kamu lakukan, jangan buka baju di sini. Astaga, apa yang telah aku lakukan, dasar bodoh.''
"Panas, sayang. Panas sekali ini."
Sepertinya obat perangsang di campur dengan anggur merah tadi sudah mulai bereaksi, tubuh Amanda benar-benar meliuk-liuk layaknya cacing yang sedang kepanasan.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang. Bagaimana kalau dia benar-benar buka baju di sini, astaga ... Astaga, saya harus segera membawa dia ke kamarnya sebelum Kalista lihat." Gumam Adryan, memapah tubuh Amanda yang benar-benar sudah dalam keadaan mabuk berat ke kamarnya.
'Akh ... Apa yang saya lakukan? Kenapa saya nekat sekali berbuat seperti ini?' (Batin Adryan merasa menyesal.)
Ceklek ....
Akhirnya, Adryan pun sampai di depan kamar dan segera membuka pintu.
Blug ....
Tubuh Amanda pun di hempaskan begitu saja di atas ranjang. Dengan mata yang setengah terpejam wanita itu menatap wajah Adryan dengan tatapan sayu dan darah yang mulai terasa mendidih.
Adryan nampak menatap tubuh molek wanita itu dari ujung kaki hingga ujung rambut, wajah cantik Amanda tiba-tiba saja terlihat begitu memukau.
Tubuh se*sinya yang berbalut dress berwarna hitam yang kini sedikit tersibak pun nampak begitu menggai*ahkan, membuat Adryan seketika merasa lupa daratan.
Dia pun nampak mengusap wajahnya kasar dan mencoba mengendalikan gai*ah di dalam jiwanya yang kini mulai naik kepermukaan.
Sebagai laki-laki normal, bukankah wajar jika Adryan merasa seperti itu? Laki-laki mana yang tidak akan goyah imannya apabila dihadapkan dengan tubuh wanita se*si seperti Amanda?
"Sial ...! Sadar Adryan sadar. Kendalikan dirimu." Gumam Adryan menarik napas panjang lalu menghembuskan'nya kasar.
"Maaaas ... Tubuhku panas sekali.'' Amanda tiba-tiba saja berdiri lalu menurunkan dress yang dipakainya di depan kedua mata Adryan membuatnya terbelalak kaget buka kepalang.
"Apa yang kamu lakukan Amanda?" Tanya Adryan seketika merasa panik, tubuh wanita itu hanya berbalut pakaian dalam sa*a kini.
"Cu*bu aku, Mas. Aku benar-benar sedang menginginkannya sekarang.''
__ADS_1
"Gila kamu Amanda, gilaaa ..."
"Cepetan, Mas. Aku ingin kita melakukannya malam ini. Akhh ... Darahku terasa mendidih. Aku benar-benar butuh kehangatan darimu, sayaaaaang ..." Amanda semakin menggila berada di bawah pengaruh obat perang*ang.
Dia bahkan menghampiri Adryan dengan wajah memerah dan tubuh yang setengah tela*jang.
Benteng pertahanan Adryan hampir saja goyah, ha*ratnya benar-benar sudah berada di puncak keinginan. Dia pun menatap pasrah wajah Amanda dan tidak kuasa lagi menahan gejolak di dalam jiwanya kini.
"Kamu benar-benar mengg*irahkan, Amanda.'' Kata-kata itu tiba-tiba saja lolos dari bibir Adryan, jiwanya benar-benar telah dikuasai n*fsu bir*hi.
Perlahan, Amanda pun semakin mendekat. Adryan pun semakin intens menyisir setiap jengkal raga setengah polos yang telah menggoyahkan imannya.
Hampir ....
Hampir saja raga mereka saling bersen*uhan. Sampai akhirnya ....
Ceklek ....
Pintu kamar pun di buka. Adryan tersadar seketika lalu menoleh ke arah pintu.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Hai-hai ... Othor bawakan rekomendasi bacaan buat kalian lagi nih. Di jamin seru deh. Othor juga kasih bocoran ceritanya di bawah ini ya👇👇👇
Blurb.
Saat di dunia nyata mereka saling membenci, tetapi di dunia maya mereka saling menyukai. Mungkinkah cinta akan bersemi dengan subur di hati keduanya?
Shelomita Praditya harus merasakan ditalak setelah akad karena fitnah dari laki-laki yang menyebalkan dalam hidupnya,. Sampai akhirnya dia dipaksa menikah dengan laki-laki itu-itu.
Sementara Jupiter Kiandra tersenyum penuh kemenangan karena berhasil menggagalkan pernikahan gadis yang paling dibencinya. Dia menyetujui usulan para orang tua untuk menikahi Shelo karena sudah banyak rencana di otaknya untuk mengerjai gadis itu.
Bagaimana pernikahan mereka akan berjalan, sementara hanya ada kebencian di hati keduanya?
Mungkinkah cinta akan hadir seiring berjalannya waktu kebersamaan mereka?
Jangan lewatkan kekonyolan mereka dengan mengikuti terus kisahnya!
__ADS_1
Follow Ig @Thatya0316