
Plak ....
Plak ....
Amanda menampar kedua sisi rahang Adryan membuat suami dari wanita bernama Kalista itu seketika terkejut membulatkan bola matanya.
"Apa yang kamu lakukan Amanda? berani sekali kamu menampar saya?" Tanya Adryan menahan suaranya karena tidak ingin sang ibu dan istrinya mendengar kegaduhan.
"Kamu benar-benar brengsek, aku pikir kamu laki-laki yang baik. Tapi ternyata, kamu hanyalah seorang banjingan kurang ajar. Kamu sengaja 'kan memberikan minuman itu sama aku?''
Adryan seketika merasa terkejut membulatkan bola matanya.
"A-ap maksud kamu? Siapa yang memberikan minuman itu sama kamu? Bukankah kamu sendiri yang merebut dan langsung meminumnya tanpa bertanya terlebih dahulu?" Elak Adryan.
Plak ....
Adryan kembali mendapatkan tamparan, kali ini lebih keras dan bertenaga membuatnya hampir saja melayangkan telapak tangannya hendak membalas, akan tetapi, dia segera menghempaskan tangannya sendiri mencoba menahan emosi yang sebenarnya ingin sekali dia luapkan.
"Saya sedang tidak ingin berdebat sama kamu,'' ketusnya hendak pergi.
Akan tetapi, pergelangan tangannya segera di raih paksa oleh wanita itu membuatnya seketika menghentikan langkah kakinya lalu menepis tangan amanda kasar.
"Kurang ajar. Kamu sengaja menjebak aku agar aku tidur sama si Yuda 'kan? Jawab Adryan, jawab?" Seketika lelehan air mata pun membasahi wajah Amanda kini.
"Jangan asal nuduh ya."
"Aku tidak asal nuduh, jelas-jelas tadi malam aku masuk ke kamar sama kamu, lalu kenapa pagi-pagi aku sudah bangun bersama Yuda, KENAPA?"
"Sttt ... Pelan'kan suara kamu, saya tidak mau kalo sampai istri dan ibu saya mendengar ucapan kamu itu. Apa kamu tidak malu mengatakan bahwa kamu sudah tidur dengan laki-laki yang bukan suami kamu, hah?''
"Aku tidak peduli, aku sudah di jebak sama kamu. Kamu benar-benar jahat, Adryan. JAHAAAAT ... hiks hiks hiks ..." Amanda semakin hilang kendali membuat Adryan menggenggam lengannya dengan paksa dan menariknya ke ruangan paling belakang.
"Dengarkan saya Amanda, semua tuduhan kamu itu tidak benar. Saya sama sekali tidak pernah menjebak kamu.''
"Bohong, aku tahu kamu bohong." Jawab Amanda dengan bola mata memerah lengkap dengan lelehan air mata yang kini berjatuhan dengan begitu derasnya.
__ADS_1
"Saya tidak bohong. Saya keluar dari dalam kamar setelah mengantarkan kamu ke sana. Selebihnya, saya juga tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi dan kenapa yuda bisa berada di kamar itu bersama kamu.'' Elak Adryan mencoba menenangkan.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, Adryan? Aku-- hiks hiks hiks ..." Amanda menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dan menangis sesenggukan membuat adryan seketika merasa bingung harus berbuat apa.
Rasa sesal pun terselip di dalam hatinya kini. Kenapa dia bisa berbuat jahat kepada wanita bernama Amanda? Menjebaknya untuk tidur bersama seorang laki-laki adalah kesalahan besar dan dia benar-benar menyesali perbuatannya itu.
Adryan pun mengusap wajahnya kasar lalu menarik napas berat. Dia pun menatap wajah Amanda dengan perasaan iba.
''Lebih baik sekarang kamu minta pertanggungjawaban Yuda untuk menikahi kamu Amanda. Bukankah kalian juga pernah menjalin hubungan?'' Lembut Adryan masih mencoba untuk menenangkan.
Amanda pun menggelengkan kepalanya seraya terisak menahan rasa sesak.
"Kenapa? Dia sudah menodai kamu lho, mana mungkin dia lepas dari tanggung jawabnya begitu saja?''
"Aku tidak cinta sama dia, mana mungkin aku menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak aku cintai. Hanya kamu laki-laki yang aku cintai, Adryan." Rengek Amanda mencoba menahan emosinya.
"Tapi saya sudah punya istri dan saya tidak mungkin menikahi kamu, karena saya juga tidak cinta sama kamu, Amanda."
"Aku tidak peduli."
"Aku tidak peduli meskipun harus jadi yang kedua untuk kamu."
"Tapi kamu sudah tidur sama Yuda."
"Tapi, kamu yang menjebak aku."
"Tidak."
"Iya."
"Astaga ...'' Adryan mengusap wajahnya kasar benar-benar merasa kesal.
Ternyata, niatnya untuk menjebak wanita ini agar Yuda bisa menikahinya dan tidak lagi mengejar-ngejar dirinyapun tidaklah berhasil. Amanda masih saja dengan begitu gigihnya mengejar dan terang-terangan mengatakan bahwa dia mencintai dirinya meskipun wanita itu baru saja tidur dengan laki-laki lain.
"Kamu gila, Amanda. Gilaaaa ... Apa kamu pikir aku akan bersedia menikah dengan kamu setelah kamu tidur dengan laki-laki lain? Seharusnya, kamu mengejar Yuda dan meminta dia untuk menikahi kamu, bukan malah mengejar aku laki-laki yang telah beristri.'' Tegas Adryan lagi-lagi penuh penekanan.
__ADS_1
"Jujur sama aku, semalam kamu juga sempat tergoda dengan tubuh aku ini 'kan? Jujur Adryan, kamu juga ingin mencicipi tubuh s*ksi aku ini. Aku bersedia melakukannya sama kamu, asalkan kamu menikahi aku.''
Adryan seketika merasa gugup. Ya ... Memang dia akui bahwa, sesaat dia sempat tergiur akan kemolekan tubuh Amanda yang saat itu dalam keadaan setelah telan*ang. Akan tetapi, bukankah itu hal yang wajar? semua laki-laki pasti akan merasa seperti itu ketika dia dihadapkan di depan tubuh seorang wanita. Batin Adryan mencoba untuk mengelak.
"Cinta kamu sama istri kamu tidak sebesar yang selalu kamu gembor-gemborkan. Cinta kamu sama dia tidak sedalam seperti yang selalu kamu ucapkan, cinta seorang laki-laki tulus tidak akan pernah tergoyahkan meskipun dia dihadapan di depan puluhan bidadari sekalipun."
Adryan seketika menunduk penuh penyesalan. Apakah yang dikatakan oleh amanda itu benar? bahwa cintanya kepada sang istri tidaklah sebesar yang selalu dia gembar-gemborkan selama ini?
Dia pun kembali mengusap wajahnya kasar mencoba menyelami relung hatinya yang paling dalam.
"Cukup Amanda, hentikan pembicaraan yang tidak ada gunanya ini. Kalau kamu ingin meminta pertanggungjawaban mintalah, sama si Yuda, jangan sama saya, karena sampai kapanpun saya tidak akan pernah menikah sama kamu dan tidak akan sedikit pun menduakan cinta saya kepada istri saya Kalista, mengerti?'' Ketus Adryan hendak pergi.
"Tunggu, Adryan." Amanda tiba-tiba saja memeluk laki-laki itu dari arah belakang dan tentu saja Adryan mencoba untuk melepaskan diri namun, sedikit kemudian ....
"MAS ADRYAN, KAMU DIMANA? KENAPA LAMA SEKALI NGAMBIL OBATNYA, ASTAGA ..." terdengar suara sang istri berteriak memanggil namanya.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Promosi Novel lagi ya, Reader. Jangan lupa untuk mampir dan tinggalkan jejak kalian.
Ini dia bocoran ceritanya 👇👇👇
blurb.
Shopia Martin tidak pernah menyangka akan terjebak cinta satu malam dengan calon suami sahabatnya. Saat Ganesha Oenelon mengadakan pesta lajang bersama dengan para sahabatnya. Sampai akhirnya dia dituduh sebagai perusak pernikahan sahabatnya sendiri.
Pernikahan yang tidak diharapkan oleh Ganesha dengan Shopia, membuat mereka membuat kesepakatan. Hingga akhirnya Dora kembali hadir dalam kehidupan Ganesha dan Shopia pun memilih pergi dari kehidupan Ganesha. Tanpa disadarinya dia sedang mengandung benih Ganesha.
Mungkinkah Ganesha akan menyadari cintanya pada Shopia? Ataukah dia memilih kembali menjalin hubungan dengan gadis yang batal dia nikahi?
Penasaran???
Ikuti terus ceritanya hingga tamat!
__ADS_1