Pernikahan Rahasia Sang Presdir

Pernikahan Rahasia Sang Presdir
Dijodohkan


__ADS_3

Amanda merentangkan kedua tangannya lebar-lebar dengan kedua mata yang masih terpejam. Perlahan dia pun mulai membuka kedua matanya mencoba menyudahi tidur nyenyaknya.


Bibir wanita itu seketika tersenyum kecil tatkala melihat Yuda sang kekasih masih tidur dengan begitu lelapnya tepat di sampingnya kini, masih dalam keadaan polos sama seperti dirinya.


Amanda menatap wajah seorang Yuda, pemuda yang telah membawanya melayang ke angkasa lepas menuju surga dunia. Dia pun tidak menyangka bahwa, dirinya akan benar-benar jatuh cinta kepada pemuda ini yang notabenenya hanyalah seorang supir biasa.


"Kalau di lihat dari jarak dengan kayak gini, kamu tampan juga ternyata," gumamnya pelan seraya tersenyum manis.


Mendengar suara sang kekasih, Yuda pun akhirnya membuka kedua matanya lalu menatap wajah Amanda dengan tatapan sayu.


"Kamu sudah bangun?" Tanya Yuda, meletakan telapak tangannya di kedua sisi pipi sang kekasih.


"Tidur kamu nyenyak banget, sayang."


"Iya, berkat kamu di sini. Tidur saya jadi lelap bahkan bermimpi indah."


"O ya? Memangnya kamu mimpi apa?"


"Mimpi nikah sama kamu."


Amanda seketika terdiam memasang wajah muram. Dia pun kembali mengingat ucapan sang ibu yang akan menjodohkan dirinya dengan putra dari teman sosialitanya.


"Kamu kenapa? Ko muka kamu kelihatan sedih kayak gitu? Apa kamu gak mau nikah sama aku? Atau, ibu kamu memaksa kamu menikah sama laki-laki lain?" Tanya Yuda mengerutkan kening.


"Nggak ko, aku gak apa-apa. Aku berharap mimpi kamu itu akan segera jadi kenyataan." Jawab Amanda tersenyum yang dipaksakan.


"Amin ... Mudah-mudahan saja Tante Anita bisa membuka pintu hatinya untuk saya. O iya, mulai besok saya akan bekerja di Perusahaan Tuan Adryan lho. Sebagai salah satu Direktur di sana.''


"O ya? Serius?"


Yuda menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil.


"Mudah-mudahan dengan begitu, ibu kamu bisa menerima saya menjadi menantunya."


"Kenapa Adryan baik banget? Udah tampan baik hati pula."


Yuda seketika memasang wajah muram. Dia bahkan mengerucutkan bibirnya sedemikian rupa lalu bangkit dan hendak turun dari atas ranjang.


"Saya mandi dulu?" Ucapnya singkat.


"Kamu kenapa, Yuda? Kamu cemburu?"


Yuda diam tidak bergeming. Ya ... Dia akui, dirinya memang merasa cemburu mendengar Amanda memuji Adryan. Mengingat bahwa kekasihnya itu sempat mengejar-ngejar laki-laki bernama Adryan.


Amanda yang menyadari hal itu pun seketika bangkit lalu memeluk tubuh kekasihnya dari arah belakang.

__ADS_1


"Gak usah cemburu sama dia. Aku sama sekali udah gak punya perasaan apapun sama dia. Tidak ... Dari awal aku memang gak pernah ada perasaan sama dia. Aku hanya merasa tidak terima karena dia menolak menikah dengan aku." Jelas Amanda melingkarkan kedua tangannya di perut kotak-kotak seorang Yuda.


"Serius, kamu gak pernah menyukai dia sebenarnya?"


Amanda pun mengangguk seraya menyandarkan kepalanya di punggung Yuda.


Yuda pun seketika tersenyum lebar lalu memutar badan, dia menatap lekat wajah wanita itu lalu mendaratkan ci*man mesra di bibir Amanda.


Has*at di dalam jiwa keduanya pun seketika kembali terbangunkan. Baik Yuda maupun Amanda kembali menginginkan sebuah keni*matan yang akan membuat jiwa mereka benar-benar melayang.


Pendakian menuju puncak kenik*atan pun kembali mereka lakukan. Hal yang sebenarnya tidak boleh mereka lakukan karena status mereka yang bukan sebagai pasangan halal.


Akan tetapi, jiwa mereka benar-benar telah dibutakan oleh cinta dan nikm*tnya mencapai pelepasan. Sampai akhirnya mereka pun benar-benar men*erang panjang saat apa yang mereka buru berhasil mereka dapatkan dengan sempurna juga dengan tubuh yang bergetar dan jantung yang berdetak kencang.


"I love you, Amanda." Lirih Yuda terkulai lemas tepat di atas raga kekasihnya.


"I love you too, Yuda." Jawab Amanda dengan napas yang terengah-engah melingkarkan kedua tangannya di punggung lebar seorang Yuda.


❤️❤️


Satu bulan kemudian.


Ceklek ....


Nyonya Anita membuka pintu kamar putrinya lalu masuk ke dalamnya dengan membawa selembar kertas. Dia pun menatap kesal tubuh sang putri yang saat ini masih berbaring di atas ranjang padahal hari sudah semakin siang.


"Apaan si, Mom. Aku udah bangun dari tadi ko." Jawab Amanda sedikit membuka kedua matanya.


"Kalau dari tadi udah bangun, kenapa masih rebahan kayak gini? Buruan bangun dan mandi.''


"Nanti aja Mom aku mandinya, bentar lagi deh."


"Astaga ... Di suruh mandi malah nanti aja, lihat udah jam 10 siang ini. Gimana si?"


Amanda diam tidak menanggapi ucapan sang ibu lalu kembali memejamkan kedua matanya. Sampai akhirnya, sang ibu pun menarik paksa selimut yang menutupi hampir seluruh tubuh putrinya itu.


"Pokonya bangun dulu, Mommy mau ngomong serius sama kamu."


Mau tidak mau, Amanda pun bangkit lalu duduk di atas ranjang dengan wajah kesal juga perasaan malas.


"Ada apa si, Mom?"


"Nih lihat, dia calon suami kamu. Mommy udah aturkan jadwal buat kalian bertemu nanti malam."


Amanda pun seketika membulatkan bola matanya. Rasa kantuk yang semula dia rasakan pun seketika hilang. Wajahnya terlihat kesal kini.

__ADS_1


"Ikh ... Mommy apaan si, aku 'kan udah bilang kalau aku gak mau dijodohin. Emangnya ini jaman Siti Nurbaya apa, main jodoh-jodoh'in aja, heuh?'' Protesnya tidak terima.


"Pokoknya, mau gak mau kamu harus mau. Kalau tidak, Mommy bakalan cabut semua pasilitas yang kamu pakai. Kalau perlu, Mommy akan coret kamu dari kartu keluarga, mau?"


Amanda menarik napas kesal, benar-benar kesal.


"Apa kamu masih berharap buat nikah sama si supir itu, hah?"


"Dia sudah tidak bekerja sebagai supir lagi, Mom. Dia udah jadi Direktur di perusahaan'nya Adryan."


"Direktur bukan Presiden Direktur. Laki-laki yang akan Mommy jodohkan sama kamu ini adalah seorang Presiden Direktur dari Perusahaan besar, bahkan lebih besar dari Perusahaannya si Adryan itu.''


"Moom ...!" Rengek Amanda dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Pokoknya, nanti malam kamu temui dia. Ini potonya, kamu lihat dia tampan dan berwibawa. Jauh sama si Yuda pacar kamu itu."


Amanda pun menatap selembar poto yang diberikan oleh ibunya. Laki-laki di dalam Poto tersebut terlihat dewasa bahkan lebih dewasa dari Adryan.


"Tampan apaan? Udah tua ini." Celetuknya dan langsung mendapatkan sambaran tatapan tajam dari sang ibu.


"Jam 8 malam, Mommy sendiri yang akan mengantarkan kamu ke sana. Oke?"


Amanda hanya diam tidak menanggapi dengan wajah kesal.


Setelah itu, Nyonya Anita pun berjalan keluar dari dalam kamar tersebut.


"Apa yang akan aku lakukan sekarang? Apa aku kawin lari aja kali sama si Yuda?" Gumamnya dengan tangan yang memijat pelipisnya yang entah mengapa tiba-tiba saja terasa pusing.


''Huek ... Huek ....''


Amanda tiba-tiba saja merasa mual lalu segera berlari menuju kamar mandi.


"Huek ... Huek ... Huek ...."


Di dalam kamar mandi, Amanda benar-benar memuntahkan seluruh isi perutnya hingga perut rampingnya benar-benar terasa kosong kini. Rasa mual pun benar-benar membuat tenggorokannya merasa tercekik.


"Astaga, ada apa sama aku? Kenapa tiba-tiba saja mual kayak gini." Gumamnya dengan dada yang terlihat naik turun juga memejamkan kedua matanya kini.


Sesaat, pikiran seorang Amanda teringat akan sesuatu. Ya ... Sudah lebih dari dua bulan dia sama sekali tidak datang bulan.


"Apa mungkin aku ha-mil?" Gumam Amanda tersenyum lebar lalu tertawa terbahak-bahak merasa senang. (Dasar aneh, hamil di luar nikah ko senang😅)


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Promosi lagi ya Reader. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian ya.

__ADS_1



__ADS_2