Pernikahan Rahasia Sang Presdir

Pernikahan Rahasia Sang Presdir
Tidur di Luar


__ADS_3

Amanda seketika menggeliat merapatkan selimut yang menutup tubuhnya kini saat hawa dingin terasa membasuh permukaan kulit halusnya. Bulu kuduknya pun seketika berdiri saat dinginnya udara pagi terasa menggelitik setiap helai kulitnya kini.


Dia pun mengedipkan pelupuk matanya secara perlahan lalu mengusapnya pelan. Sedetik kemudian, Amanda yang dalam keadaan polos pun membuka pelupuk matanya, menarik kelopaknya secara paksa meskipun rasa kantuk itu masih terasa begitu menyiksa.


"Huaaa ... Kepalaku pusing sekali." Gumamnya seraya membuka mulutnya lebar-lebar lalu merentangkan kedua tangannya.


Seketika kemudian ....


"HAAAAAA ..." Amanda berteriak histeris saat mendapati seorang laki-laki tertidur dengan begitu lelapnya tepat di sampingnya kini, membuat laki-laki yang juga dalam keadaan polos itu pun terkejut lalu membuka kedua matanya.


"Apaan si, pagi-pagi udah teriak-teriak aja. Masih ngantuk tau." Ucapnya merapatkan selimut tebal yang menutupi tubuhnya kini.


"Kamu? Kenapa kamu tidur di sini? Kita--? Kita semalam ngapain?" Teriak Amanda histeris.


Yuda pun seketika terbelalak merasa terkejut, dia menatap wajah Amanda yang saat ini mulai memerah juga dengan kelopak matanya yang mulai berair.


"Maafkan saya, semalam kamu memaksa saya masuk ke sini?" Jawab Yuda terbata-bata.


"Bohong. Aku ingat betul kalau semalam aku minum bersama Mas Adryan, dan dia juga yang membawa aku ke sini. Kenapa sekarang jadi kamu yang di sini? Kurang ajar, kamu benar-benar BRENGSEK, Yuda. Hiks hiks hiks ..."


Yuda diam menundukkan kepalanya. Dia tidak tahu lagi harus berkata apa karena dia dan juga Adryan memang sengaja menjebak Amanda supaya tidur bersama dirinya.


"Saya minta maaf, saya janji akan bertanggung jawab. Semalam saya benar-benar khilaf."


Amanda semakin mengencangkan suara tangisannya. Sesaat, dia pun termenung dan mencoba mengingat kembali apa yang terjadi tadi malam.


Flash back.


Adryan seketika merasa gelap mata. Dihadapkan dengan seorang wanita yang saat ini dalam keadaan setengah polos membuat nalurinya sebagai seorang laki-laki seketika terbangunkan.


Semakin dekat wanita itu kini, maka jiwa Adryan semakin tertutup gai*ah yang kian membara.


Hampir ....


Hampir saja tubuh mereka berse*tuhan, tubuh molek Amanda terlihat begitu menggiurkan. Sampai akhirnya ....


Ceklek ....

__ADS_1


Pintu kamar pun di buka secara tiba-tiba dan tentu saja hal itu segera menyadarkan Adryan yang saat ini sedang berada di ambang kesadaran.


"Maaf, Tuan bos. Saya terlambat." Ucap Yuda membulatkan kedua matanya saat mendapati tubuh Amanda sudah dalam keadaan setengah polos.


"Astaga ...!" Gumamnya menelan ludahnya kasar.


"Kamu? Untung kamu segera datang. Saya hampir saja kewalahan menghadapi dia. Saya pergi dulu, selamat bersenang-senang." Ucap Adryan segera berlari keluar dari dalam kamar meninggalkan Yuda bersama Amanda yang saat ini sedang dikuasai obat pera*gsang.


Seketika kemudian ....


Kegaduhan pun terdengar dari dalam kamar, mereka berdua pun sepertinya mulai melakukan hal yang sudah direncakan dan hampir saja berantakan karena Adryan terjebak di dalam permainannya sendiri.


"Mas, sedang apa kamu di sana? Kamu lagi ngintipin si Amanda?" Tanya Kalista yang tiba-tiba sudah berada di sana.


Terkejut, Adryan tentu saja sangat-sangat terkejut. Jika saja dirinya terlambat keluar dari dalam kamar tersebut, mungkin istrinya itu sudah salah paham dan pastinya akan terjadi huru-hara besar.


"Eu ... Anu ... Nggak ko. Mas cuma kebetulan lewat sini." Terbata-bata Adryan mencoba menyembunyikan kegugupan serta keterkejutannya.


"Bohong ... Wajah kamu keringatan."


"Iya, napas kamu juga tersengal-sengal gitu? Kamu habis ngapain si?" Kalista semakin merasa curiga.


Dia bahkan menatap belahan celana jeans yang dipakai suaminya yang terlihat menyembul lebih besar dari biasanya.


"Akhh ... Sayang, kamu ada-ada aja si. Napas Mas biasa aja ko. Haaaa ... Huuuu ... Haaa ... Huuuu ... Mas emang habis olah raga malam juga ini, makannya keringetan.''


"Hah? OLAH RAGA RANJANG ...?"


"Bukan-bukan. Tapi, OLAH RAGA MALAM. BUKAN OLAH RAGA RANJANG."


Kalista semakin menatap intens bagian inti suaminya, dengan kening yang dikerutkan semakin merasa curiga.


"Anu kamu juga itu? Kenapa berdiri tegak begitu? Kamu lagi--"


Adryan semakin merasa gugup seketika mengusap bagian pusaka miliknya lalu terkesiap karena benda keramat miliknya itu benar-benar mengeras dan menegang kini.


"Itu karena, eu ... Anu ... Itu ... Tadi.''

__ADS_1


"Anu, itu, tadi apa? Kamu jangan main-main sama aku ya, Mas. Mau aku laporin sama Mommy kamu, hah?" Teriak Kalista semakin merasa curiga. Bola matanya nampak memerah membayangkan suaminya bercu*bu dengan wanita bernama Amanda.


Beberapa saat kemudian.


"Akkhh ... Hmmm ... Dssss ..." Suara des*han demi des*han tiba-tiba saja terdengar dari dalam kamar, lengkap dengan suara eran*an nik*at juga teriakan dari dalam kamar dimana Anda dan juga Yuda sedang memadu kasih.


"Nah itu, anu Mas berdiri seperti ini ya gara-gara Mas mendengar itu. Sepertinya ada yang sedang anu-anu di dalam? Wajar 'kan kalau Mas merasa horny?"


Kalista terperangah lalu berjalan dan menempelkan telinganya di pintu kamar tersebut.


Ya ... Dari dalam sana memang terdengar jelas suara sepasang manusia yang sedang memburu kenik*atan, dan mungkin saja suaminya itu tidak sengaja lewat di sana. Batin Kalista mencoba berfikir positif.


"Tapi, Mas. Siapa yang berani berbuat seperti itu di rumah kita? Kurang ajar sekali mereka. Kita gerebek saja mereka. Dasar kurang ajar.''


"Jangan, sayang. Biarkan saja mereka, lebih baik kita pergi dari sini."


"Heuh ... Kesal sekali aku. Awas aja besok ya, aku akan segera mengusir mereka dari sini." Geram Kalista dengan perasaan kesal.


"Sudah-sudah, gak usah di perpanjang namanya manusia yang lagi dimabuk Asmara. Lebih baik sekarang kamu manjakan benda keramat Mas ini. Mendengar suara mereka, membuat si anu meronta-ronta minta untuk di manjakan juga."


Kalista seketika menoleh menatap tajam wajah suaminya. Tatapan kedua matanya terlihat sinis membuat Adryan kembali merasa gugup sekarang.


"Tidak, siapa bilang aku mau manjain benda keramat kamu Mas. Malam ini kamu tidur di luar. Titik ..." Ketus Kalista membuat Adryan seketika terbelalak tidak percaya.


"Hah ... Sayang ...? Salah Mas apa? Jangan gitu sayang." Adryan mengejar seraya memohon kepada istrinya.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Selamat sore Reader kesayangan semua. Othor datang lagi bawain rekomendasi novel keren buat kalian semua ya. Ini bocoran ceritanya 👇👇👇


Blurb ....


Mouza yang ingin memberikan kejutan untuk kekasihnya justru malah mendapatkan kejutan tak terduga dari Alan, kekasihnya.


Dengan mata telanjang, Mouza melihat dengan jelas saat Alan sedang bercumbu dengan wanita lain di siang hari, terlebih wanita itu adalah calon kakak iparnya sendiri.


__ADS_1


__ADS_2