Pernikahan Rahasia Sang Presdir

Pernikahan Rahasia Sang Presdir
Wanita Murahan


__ADS_3

"MAS ADRYAN, KAMU DIMANA? NGAMBIL OBAT GITU AJA LAMA BANGET SI,'' teriak Kalista memanggil suaminya membuat Adryan yang saat ini sedang dipeluk dari arah belakang oleh Amanda pun seketika merasa panik.


Dia pun melepaskan kasar lingkaran tangan wanita itu lalu menariknya masuk kedalam kamar mandi.


"Kamu diam di sini, awas saja kalau kamu sampai keluar." Tegas Adryan dan hanya ditanggapi dengan senyuman puas oleh Amanda.


Blug ....


Pintu kamar mandi pun di tutup. Seiringan dengan itu, Kalista sang istri pun tepat sampai di tempat dimana Adryan berdiri saat ini.


"Mas ...! Lama banget si. Kasian putra kita, suhu tubuhnya tambah tinggi. Gimana si?" Ketus Kalista berjalan menghampiri.


"Maaf, tadi Mas gak tahan pengen ke kamar mandi. Makannya Mas pup dulu, sayang." Adryan terlihat gugup.


"Ya seharusnya kamu anterin dulu obatnya dong, gak lama ini 'kan?"


"Ya udah maaf, Mas juga lupa dimana biasanya kita menyimpan persediaan obat-obatan."


"Alasan saja si."


"Kita ambil obatnya sama-sama ya, debatnya nanti lagi. Kasian Putra."


Kalista hanya memutar bola mata kesal lalu berjalan bersama suaminya menuju tempat dimana biasanya dia menyimpan obat-obatan.


Sementara itu, di dalam kamar mandi. Amanda nampak tersenyum licik, ambisinya untuk mendapatkan hati Adryan pun sepertinya sudah berada di depan mata.


Ambisi?

__ADS_1


Ya ... Ambisi, karena dia tidak pernah di tolak oleh laki-laki manapun, membuatnya memiliki ambisi yang sangat besar untuk bisa mendapatkan laki-laki bernama Adryan itu tidak peduli meskipun dia harus menjadi yang kedua.


"Aku yakin, tidak akan lama lagi kamu akan jatuh ke dalam pelukanku, Adryan. Aku hanya cukup melucuti pakaianku dan aku yakin kamu tidak akan menolak untuk tidur denganku. Heuh ... Aku pikir cinta kamu sama istri kamu sebesar gunung dan seluas angkasa, tapi ternyata cintamu dangkal dan rapuh yang bisa runtuh begitu saja saat di hadapkan dengan tubuh se*si seperti aku ini." Gumam Amanda tersenyum menyeringai merasa berada di ambang kemenangan.


Ceklek ....


Dia pun membuka pintu lalu keluar dari dalam kamar mandi.


"Kamu?" Ketusnya saat mendapati Yuda sudah berdiri didepan pintu seperti sedang menunggu dirinya.


"Amanda, kita perlu bicara?" Yuda menarik pergelangan tangan wanita itu dan membawanya menjauh dari kamar mandi.


"Lepasin, aku tidak mau bicara sama kamu ya." Ketus Amanda melepaskan kasar pergelangan tangan laki-laki yang telah tidur dengannya itu.


"Saya mau minta maaf atas kejadian tadi malam. Saya khilaf."


"Hah?"


Yuda terperangah, baru kali ini dia menemukan wanita sesantai Amanda setelah dia tidur dengan seorang laki-laki. Seharusnya, wanita itu menuntut pertanggung jawaban darinya dan memohon kepadanya untuk segera dinikahi.


'Gila ... Amanda benar-benar gila. Apa dia memang sudah biasa melakukan hal seperti tadi malam? Tidur dengan laki-laki bukanlah hal yang memalukan buatnya? Astaga, saya benar-benar tidak menyangka.' (Batin Yuda.)


"Minggir, aku mau masuk." Ketus Amanda hendak pergi meninggalkan Yuda.


"Tunggu ..." Yuda pun menarik kasar pergelangan tangan wanita itu dengan wajah kesal.


"Kenapa kamu tidak meminta saya untuk menikahi kamu, Manda?"

__ADS_1


"Memang itu rencana kalian 'kan? Kamu sengaja tidur dengan aku agar aku menuntut untuk dinikahi dan aku berhenti mengejar Adryan bos kamu itu?"


"Hah?" Yuda kembali terperangah.


"Jangan kalian pikir aku tidak tahu apa yang kalian rencanakan, dan kamu juga, jangan pernah mimpi aku akan minta dinikahi sama kamu. Gak akan, kamu itu bukan level aku, Yuda." Ketusnya penuh penekanan membuat Yuda seketika merasa kesal.


"Jadi kamu sudah biasa tidur dengan laki-laki? Berhubungan seperti itu bukanlah hal yang memalukan bagi kamu? Oke ... Saya tidak akan menikahi kamu. Tapi, apa kamu pikir Tuan Adryan akan Sudi menikahi wanita seperti kamu? Kamu itu tidak lebih dari seorang wanita murahan, Amanda.'' Ketus Yuda berada di puncak kekesalan.


Dia pun melangkahkan kakinya dan hendak pergi. Namun seketika Yuda kembali menghentikan langkah kakinya lalu menoleh dan menatap wajah Amanda dengan tatapan tajam.


"Ternyata selama ini saya telah salah mencintai kamu, Amanda." Tegasnya lalu benar-benar meninggalkan Amanda yang saat ini berdiri mematung tidak berkutik.


"Kurang ajar," gumamnya dengan wajah memerah menahan rasa kesal.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Selamat sore, Reader kesayangan. Terima kasih masih setia baca novel receh Othor ya. Jangan bosen dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


O iya, Othor bawain kalian rekomendasi novel keren nih.


Ini dia bocoran ceritanya 👇👇👇


Daily adalah gadis pendiam yang tidak banyak ulah bahkan jarang sekali keluar rumah. Berbeda dengan saudara kembarnya yang bernama Daisy, gadis itu adalah gadis liar yang kerap kali keluar malam dan pulang begitu larut.


Lalu bagaimana jadinya? Jika Daily harus menderita karena hukuman atas apa yang di lakukan oleh saudara kembarnya?


Gadis malang itu berakhir di lecehkan oleh seorang Casanova yang tidak di kenalnya. Tak hanya itu, gadis malang itu harus terima nasib di asingkan dan juga di siksa di tempat yang jauh dari keramaian oleh Frans Nicolas sang Casanova gila yang memiliki dendam pada kakak kembarnya.

__ADS_1



__ADS_2