
Amanda menghempaskan kasar tangan Yuda dengan perasaan kesal. Dia bahkan membulatkan bola matanya merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut pemuda itu.
Bukankah beberapa saat yang lalu pemuda itu menghina dirinya, bahkan mengatakan bahwa dia menyesal karena telah mencintai wanita yang salah?
Lalu apa ini? Dia mau menikahi dirinya? Gila ... Amanda serasa di buat gila oleh mantan kekasihnya itu.
"Lepasin, kamu apa-apaan si, Yuda. Bukannya kamu bilang aku ini wanita murahan? Kamu bahkan menyesal karena telah mencintai aku. Kenapa sekarang mendadak kamu mau nikah sama aku, hah? Gila kamu ..." Ketus Amanda merasa kesal.
"Udah jangan banyak bicara, Manda. Saya akan merubah kamu jadi wanita baik-baik. Dengan kamu menikahi saya, maka gelar wanita murahan akan hilang di diri kamu. Ngerti ...?" Tegas Yuda kembali menarik kasar pergelangan tangan wanita itu.
"Ikh ... Apaan si."
"Sudah diam, kamu itu cantik dan berkelas. Mana pantas kamu mengejar laki-laki yang telah beristri. Apa yang sebenarnya terjadi sama kamu? Kamu tidak seperti diri kamu yang sebenarnya, Manda."
Amanda seketika terdiam mengerucutkan bibirnya. Dia pun tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya sendiri. Bukankah biasanya dia yang di kejar oleh laki-laki? kenapa sekarang dia yang malah mengejar-ngejar laki-laki bernama Adryan itu? Memangnya di dunia ini laki-laki cuma ada dia? Tapi, tidak mungkin juga kalau dia harus menikah dengan Yuda.
Batin Amanda seketika merasa berkecamuk.
Ceklek ....
Blug ....
Pintu mobil pun di buka dan kembali di tutup sesaat setelah wanita bernama Amanda itu masuk ke dalamnya.
Yuda pun segera berlari ke arah samping, masuk dan duduk di kursi supir. Tidak lama kemudian, mesin mobil pun dinyalakan lalu benar-benar melaju meninggalkan kediaman Adryan.
Di perjalanan, keduanya pun tidak mengatakan sepatah katapun, Yuda terlihat pokus menyetir mobil dengan pikiran yang melayang. Apakah dia akan benar-benar menikahi Amanda? Wanita yang jelas-jelas telah telah menolak dirinya mentah-mentah.
Apa yang dipikirkan oleh Yuda ternyata sejalan dengan apa yang ada di dalam otak Amanda, dia memikirkan hal yang sama seperti yang sedang di pikirkan oleh laki-laki bernama Yuda tersebut.
Apa iya dirinya benar-benar harus menikah dengan Yuda? Ya ... Dia akui memang dirinya sempat merasakan cinta sesaat dengan laki-laki ini ketika mereka masih menjalin hubungan. Tapi, rasa itu sudah lama terhempas'kan, rasa cinta itu sudah benar-benar menghilang tidak lagi tersisa sekarang.
"Aku ..."
"Saya ...."
Mereka berdua secara bersamaan.
"Kamu dulu, Manda."
"Tidak, kamu dulu saja." Amanda dengan nada suara datar.
"Tidak, kamu dulu aja. Apa yang ingin kamu katakan?" Yuda dengan sedikit memaksa.
"Kamu serius akan menikah dengan aku?" Tanya Amanda singkat.
"Kenapa memangnya?"
__ADS_1
"Lho, ko kenapa? Memangnya kamu mau menikah tanpa cinta?"
"Apa kamu sudah benar-benar tidak mencintai saya? Kita belum lama putus lho?"
"Tapi, bukankah kamu mengatakan bahwa kamu menyesal kerena telah mencintai wanita yang salah? Kamu bahkan mengatai aku wanita murahan?" Ketus Amanda dengan nada suara kesal.
"Saya minta maaf karena telah mengatakan hal itu."
"Heuh ... Maaf kamu tidak akan menghilangkan rasa sakit hati aku tau."
Yuda tersenyum kecil, matanya nampak melirik ke arah Amanda lalu kembali menatap jalanan.
"Apa kamu tersinggung dengan ucapan saya?"
"Tentu saja.''
"Lalu, wanita seperti apa yang menolak dinikahi oleh laki-laki yang telah tidur dengannya seolah hal itu sudah biasa dia lakukan?"
Amanda diam terasa tertampar.
"Seharusnya, kamu itu memohon untuk dinikahi, bukan malah sebaliknya. Heran saya."
Amanda masih diam tidak bergeming.
"Apa kamu secinta itu sama Bos Adryan? sampai-sampai kamu mengorbankan harga diri kamu sebagai seorang perempuan."
Amanda menarik napas panjang lalu menghembuskan'nya secara perlahan.
'Tidak, rasa egoku hanya merasa tidak terima dengan penolakan dia. Aku tidak sungguh-sungguh mencintai dia sebenarnya. Aku hanya tidak terima di tolak mentah-mentah oleh laki-laki itu, sesuatu yang belum pernah aku dapatkan sebelumnya,' (batin Amanda akhirnya menyadari sesuatu.)
"Kenapa diam?" Tanya Yuda menoleh dan menatap wajah Amanda.
"Kamu itu terlalu banyak ngomong, Yuda. Kalau lagi nyetir itu pokus-pokus ... Ini malah nyerocos mulu, gimana sih?" Ketus Amanda akhirnya membuka suara.
"Hahahaha ... Suara kamu benar-benar se*si, Manda. Apalagi saat kamu men*esah semalam, akhhh ... Hmmm ... Uhhh ... Merdu sekali.'' Canda Yuda ingin mencairkan suasana.
"Gila kamu, HENTIKAAAN ..." Amanda menutup telinga dengan kedua tangannya.
"Kenapa? Kamu begitu menikmati pendakian kita semalam, apa kamu lupa? Kamu sampai merem melek lho,"
Wajah wanita itu seketika memerah merasa malu.
Ya ....
Dia memang begitu meni*mati kejadian tadi malam, meskipun bagian intinya masih terasa sakit juga perih tapi, rasa nikm*tnya saat bercinta dengan laki-laki ini masih terasa begitu memabukkan membuatnya seketika merinding.
Amanda memang baru pertama kali melakukan hal itu, dengan kata lain Yuda adalah orang yang telah membuka segel miliknya.
__ADS_1
"Stop Yuda, kalau kamu bahas kejadian tadi malam lagi, aku bakalan loncat nih." Ancamnya dengan perasaan kesal.
"Coba saja kalau berani?"
Amanda pun seketika menatap ke arah luar dan seketika itu juga, Yuda pun menginjak pedal gas dan mobil pun semakin melesat di jalanan dengan kecepatan tinggi membuat Amanda mengurungkan niatnya itu.
♥️♥️
Butuh waktu selama 5 jam untuk mereka sampai di kota. Karena Yuda benar-benar mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Ckiiit ....
Mobil pun akhirnya berhenti tepat di depan pagar tinggi menjulang kediaman Amanda.
"Manda, bangun kita sudah sampai." Yuda sedikit menggoyangkan tubuh Amanda.
"Hah? Kita sudah sampai? huaaaa ..." Amanda merentangkan kedua tangannya seraya membuka mulutnya lebar-lebar.
Yuda tersenyum geli menatap wajah Amanda yang entah mengapa terlihat begitu menggemaskan.
"Makasih ya. Sekarang, kamu bisa langsung pulang." Celetuk Amanda mengusir secara tidak halus.
"Pulang?"
Amanda menganggukkan kepalanya dengan wajah datar.
"Apa kamu lupa apa yang saya katakan tadi?"
"Yang mana, aku lupa."
"Lupa apa pura-pura lupa?"
Amanda memutar bola mata kesal.
"Saya akan menemui orang tua kamu, Manda."
"Aku mohon jangan."
"Kenapa?''
"Karena aku belum siap, Yud.''
"Dengerin saya, Manda. Saya tahu semalam adalah pertama kalinya kamu melakukan hal seperti itu, saya bisa merasakannya. itu sebabnya saya akan bertanggung jawab dan menikahi kamu, Manda.'' Lemah Yuda menatap wajah Amanda dengan tatapan sayu
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
***Promosi lagi ya Reader, jangan bosen lho.
__ADS_1
Kali ini Othor bawain novel keren buat kalian semua. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian ya***.