
Keesokan harinya.
Seperti biasa, Adryan selalu diantarkan kemanapun dia pergi oleh Yuda supir pribadinya. Raut wajah pemuda itu terlihat berbeda dari biasanya, murung dan muram, layaknya mendung yang siap untuk menurunkan air hujan membuat Adryan seketika merasa heran.
Dia yang saat ingin sedang duduk di dalam mobil, di kursi belakang seperti biasanya nampak menatap lekat wajah Yuda seraya mengerutkan kening.
"Kamu kenapa, Yuda? Muka kamu kayak ayam yang baru aja kecebur got." Tanya Adryan tersenyum kecil.
"Saya gak apa-apa, Tuan Bos."
"Bohong, muka kamu kayak gitu mana bisa di bilang gak apa-apa? Apa masalah si Amanda lagi? Dia menolak buat dinikahi sama kamu?"
Yuda seketika terdiam, tatapan matanya nampak lurus menatap ke depan tapi pikiran sedang tidak berada di tempatnya sebenarnya.
Sampai akhirnya ....
Ckiiit ....
Yuda tiba-tiba saja menghentikan laju mobilnya membuat Andtyan hampir saja terjungkal.
"Astaga ... Apa-apaan kamu, Yuda? Kalau nyetir itu pokus-pokus, gimana si, untung di belakang gak ada mobil lagi." Teriak Andryan kesal.
"Maaf, Tuan bos. Ada kucing lewat tadi.''
"Alasan, sini biar saya yang nyetir, bisa mati muda saya kalau disetirin sama kamu." Pinta Adryan hendak turun dari dalam mobil.
"Gak usah, Tuan bos. Saya minta maaf, saya akan pokus ko."
"Beneran ya? Awas aja kalau kamu sampai berhenti ngedadak kayak tadi lagi, saya gak mau ya istri saya jadi janda muda dan anak-anak saya jadi anak yatim nantinya,'' celetuk Adryan membuat Yuda seketika terkekeh.
"Iya, Tuan bos.''
Yuda pun kembali menyalakan mesin mobil dan mobil pun seketika melesat di jalanan dengan kecepatan sedang.
"Lagian kamu lagi ada masalah apa si? Coba cerita sama saya, siapa tahu saya bisa bantu masalah kamu."
Yuda diam sejenak masih mencoba untuk pokus dalam menyetir mobil.
"Sebenarnya ini masalah ibunya Amanda, Tuan bos." Jawab Yuda singkat, tapi sudah bisa di tebak inti masalahnya oleh Adryan.
"Apa Tante Anita gak mau menerima kamu jadi menantunya?"
Yuda menganggukkan kepalanya tanpa menoleh.
"Gara-gara kamu seorang supir?"
Yuda kembali menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Hmm ... Sudah saya duga. Kalau si Amanda sendiri gimana? Apa dia juga menolak menikah sama kamu?"
Yuda menggelengkan kepalanya.
"Berarti sebenarnya dia mau dinikahi sama kamu dong?"
Yuda pun menganggukkan kepalanya lagi.
"Jawab dong, dari tadi cuma ngangguk, geleng, ngangguk, geleng, gimana si?" Pernyataan terakhir Adryan dengan perasaan kesal.
"Pokus, Tuan bos pokus. Saya takut ada kucing lewat lagi nanti. Katanya Tuan bos gak mau kalau sampai Nyonya bos jadi janda muda dan anak-anak bos jadi anak yatim nantinya?" Jawab Yuda menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak merasa gatal sama sekali.
Adryan pun hanya bisa mengusap wajahnya kasar merasa semakin kesal karena dia termakan dengan ucapannya sendiri.
"Ya udah, nanti lagi aja curhatnya. Sekarang kamu pokus aja menyetir." Pinta Adryan akhirnya.
❤️❤️
Sesampainya di kantor.
Ceklek ....
Yuda membukakan pintu untuk Tuannya, wajahnya mencoba untuk terlihat ceria, tapi tetap saja dia sama sekali tidak bisa menyembunyikan kegelisahan yang saat ini menyelimuti hatinya.
Kedatangan Adryan pun di sambut oleh beberapa staf Scurity juga beberapa Staf Direktur yang menjadi bawahnya, mereka semua memang selalu menunggu kedatangan Presiden Direktur di perusahaan besar itu setiap paginya.
"Selamat datang, Tuan Bos Adryan." Ucap mereka semua serempak membungkuk memberi hormat.
"Hari ini kita ada meeting bersama klien penting, Bos.'' Ucap salah satu Staf.
"Hmm ...."
"Kita juga ada jadwal meeting lainya nanti siang."
"Hmm ..." Jawab Adryan seraya berjalan dengan langkah kaki lebar menuju ruangannya yang ada di lantai paling tinggi.
❤️❤️
Sesampainya di ruangan Presiden Direktur.
Ceklek ....
Yuda membukakan pintu ruangan untuk Tuan bosnya dan Adryan pun segera masuk ke dalamnya.
Blug ....
Pintu pun kembali di tutup pelan.
__ADS_1
"Sekarang lanjutkan cerita kamu tadi." Pinta Adryan membuat Yuda seketika merasa terkejut.
"Hah?" Jawab Yuda memasang wajah polos.
"Hah, heh, hoh ..." Timpal Adryan berjalan lalu duduk di kursi kebesarannya.
"Eu ... Bos 'kan ada meeting pagi ini."
"Kamu lebih penting, gara-gara rencana kotor saya kamu jadi terseret dalam masalah besar. Hmm ... Seharusnya saya berfikir dulu sebelum melakukan hal itu. Saya minta maaf, Yuda."
"Hah? Tuan Bos minta maaf sama saya?" Tanya Yuda merasa tidak percaya karena ini pertama kalinya Tuannya itu mengucapkan kata maaf kepada dirinya.
Adryan pun menarik napas berat lalu menghembuskan'nya secara kasar.
"Semua ini gara-gara rencana kotor saya. Seharusnya saya tidak menjebak kalian berdua, saya ngaku salah, Yuda.'' Lirih Adryan penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa, Tuan bos. Salah saya juga menerima usulan Tuan bos itu. Kita sama-sama salah di sini."
"Katakan sama saya, apa yang dikatakan oleh Tante Anita sama kamu?"
"Beliau mengatakan bahwa dia tidak sudi punya menantu seorang Supir kayak saya.'' Lemah Yuda menundukkan kepalanya merasa sedih seraya berdiri tepat di depan meja.
"Hmmm ... Jadi begitu." Adryan mengangguk-anggukan kepalanya seraya berfikir keras.
"Apa yang harus saya lakukan, Tuan bos? Apa iya saya harus lari dari tanggung jawab begitu aja?''
Adryan terdiam benar-benar berfikir keras. Walau bagaimanapun dia harus bertanggung jawab karena telah menjebak Amanda dan juga Yuda, dan dia pun akan berusaha mencari jalan keluar yang terbaik untuk masalah yang saat ini sedang dihadapi oleh Yuda sang supir pemuda yang telah bekerja bersamanya selama lebih dari tiga tahun.
"Begini saja, kamu bisa bekerja sebagai salah satu Direktur di perusahaan ini. Anggap saja itu sebagai permintaan maaf saya sama kamu dan juga Amanda." Ucap Adryan menatap penuh penyesalan.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Promosi pagi ini ya, Reader. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian di sana ya.
Blurb👇👇👇👇
Wanita mana yang mau hamil tanpa memiliki seorang suami?
Terlebih jika ia masih berstatus sebagai seorang pelajar SMA.
Tentu hal itu bagai mimpi buruk bagi wanita yang menanggungnya.
Dan, hal itu tengah di alami oleh Rosa. Seorang pelajar SMA yang akhirnya hamil akibat rayuan gombal pacarnya.
Pacar yang di anggap memberi warna cerah di hati dan harinya. Justru malah menorehkan warna gelap.
Rosa jatuh sejauh-jauhnya.
__ADS_1
Lalu, apakah yang harus dilakukan Rosa dalam menghadapi masalahnya?