
Ceklek ....
Kalista membuka pintu kamar pagi-pagi sekali seperti biasanya, malam ini dia tidur lelap sekali karena tidur hanya sendiri tanpa di ganggu oleh suaminya yang sudah selama beberapa hari ini selalu saja minta di manjakan di atas ranjang.
'Alasannya si ingin mengulang jadi pengantin baru, tapi--' (batin Kalista.)
Ucapan di hatinya terhenti saat kakinya menyentuh seonggok tubuh yang tergeletak tepat di depan pintu dengan bersandar tembok layaknya orang pingsan.
"Astaga, Mas. Kamu beneran tidur di luar? Memangnya di kamar ini hanya ada satu kamar? Kenapa kamu tidur di sini?" Kalista membulatkan bola matanya terkekeh.
"Mas, bangun. Kenapa tidur di sini? Kalau Mommy sama Daddy sampai lihat gimana? nanti aku yang disalahkan karena membiarkan putra kesayangannya tidur di luar." Pinta Kalista berjongkok lalu mengguncangkan tubuh suaminya.
"Huaaaa ... Dingin sekali." Gumam Adryan sedikit mengedipkan kedua matanya lalu memeluk kedua lututnya kini.
"Maaaaas ..."
"Jam berapa sekarang? Kenapa di sini dingin sekali."
Grep ....
Adryan seketika langsung memeluk tubuh istrinya, erat membuat wanita itu tersenyum sinis dan kembali mengurai pelukan suaminya.
"Kamu sudah bangun ternyata, pindah ke kamar, Mas. Nanti Mommy keburu bangun dan lihat kamu di sini."
"Dingin, sayang. Temani Mas tidur di kamar ya."
"Dih ... Ini sudah pagi, aku harus ke dapur siapin sarapan buat kalian semua. Ingat, di rumah ini bukan hanya ada kita berdua sekarang. Ada Mommy, Daddy, putra kita dan pasangan mes*m di kamar depan. Pokoknya aku gak mau tau, kamu harus segera mengusir mereka dari sini.''
Adryan seketika membuka kedua matanya.
"O iya lupa. Gara-gara mereka acara bulan madu kita jadi kacau." Gerutunya mengerucutkan bibir.
"Gara-gara kamu."
"Lho, ko gara-gara Mas si sayang?''
Kalista berdiri kembali berdiri begitupun dengan suaminya kini.
"Ya gara-gara kamu ngizinin si ulet keket itu menginap di sini. Rumah kita dijadiin tempat me*um sama mereka. Apa dia pikir rumah ini hotel apa?''
'Demi kamu, sayang. Mas terpaksa melakukan ini agar dia tidak ngejar-ngejar Mas lagi dan rumah tangga kita bisa aman sentosa tanpa gangguan dari wanita yang kamu panggil dengan sebutan ulat keket itu.' (batin Adryan mengusap wajahnya kasar.)
"Udah-udah gak usah dipikirin, sekarang beri Mas kehangatan, mas kedinginan tau semalaman tidur di luar." Adryan menarik pergelangan tangan istrinya masuk ke dalam kamar.
"Suruh siapa kamu tidur di luar?"
"Kan kamu sendiri yang minta mas tidur di luar. Sebagai suami yang penurut, Mas ikutilah kemauannya istri tersayangnya Mas ini."
"Ya bukan berarti benar-benar tidur di luar juga, Mas. Mas bisa tidur di kamar lain kali, kamar di rumah ini ada banyak lho."
__ADS_1
"Mas pikir kamu akan bukain pintu tadi malam, makannya Mas nungguin kamu di depan pintu sampai Mas ketiduran.''
"Hmm ... Alasan."
"Sekarang, ayo temani Mas tidur ya." Adryan menarik paksa tubuh istrinya hingga keduanya sama-sama meringkuk di atas ranjang kini.
Adryan bahkan menarik selimut lalu menutup tubuh keduanya dengan selimut tebal.
"Lepasin, Mas. Aku harus siapin sarapan buat kalian semua.'' Rengek Kalista dengan suara manja.
"Biarkan saja mereka buat sarapan mereka sendiri. Lagian kita 'kan lagi bulan madu ini." Adryan semakin merekatkan lingkaran tangannya dalam mendekap erat tubuh istrinya kini.
"Bulan madu apaan. Kacau ... Semuanya kacau tau." Kalista mengerucutkan bibirnya hingga lancip, membuat Adryan tidak tahan lagi untuk tidak men*ecup bibir istrinya itu.
Cup ....
"Maaaas ..."
"Bibir kamu se*si kalau lagi manyun seperti itu, gemes deh.''
"Dih, jangan curi-curi kesempatan ya. Aku masih kesal sama kamu lho, Mas."
"Bukannya udah gak kesal lagi?"
"Kata siapa? Kamu itu ngeselin bin nyebelin, Mas."
"Pertama, Mas izinin di ulet keket itu nginep di sini.''
Adryan terkekeh, wajah istrinya saat mengatakan ulat keket benar-benar terlihat menggemaskan.
"Kedua, kamu membiarkan rumah kita dijadikan ajang berbuat m*sum, seharusnya kamu mengusir mereka dan suruh mereka pindah ke hotel. Jangan melakukan hal memalukan itu di sini.''
Adryan mangut-mangut tidak terlihat menyesal sama sekali.
"Maaaaas ..."
"Iya, sayang. Mas dengerin ini. Terus-terus apa lagi, masih adakah kesalahan Mas yang tidak Mas sadari?''
"Ada ... Tapi gak tau apa. Rasanya aku kesel aja sama kamu. Muka Mas ini tiba-tiba saja nyebelin." Ketus Kalista membuat Adryan seketika tertawa.
"Mas sih? Masa muka Mas nyebelin? Muka tampan gini lho. Hahahaha ...''
"Ikh ... Tuh 'kan Mas nyebelin."
"Iya-iya, Mas minta maaf atas semua kesalahan yang telah kamu sebutkan tadi. Mas ngaku salah dan Mas cinta, sayang sama kamu. Puas ...?''
"Dih ... Mulai deh. Udah akh, aku mau bangun. Malu sama Mommy kalau aku sampai bangun kesiangan nantinya.''
Bukannya mengikuti keinginan istrinya, Adryan malah memberikan sent*han yang begitu memabukkan, membuat Kalista yang semula bertekad akan memberi suaminya pelajaran dengan membiarkan'nya kedinginan pun seketika luluh dan terbuai.
__ADS_1
"Sayang, cukup."
"Cukup apanya, sayang. Mas 'kan udah minta maaf."
"Tapi, Mas. Akh ... Sayaaaaang ...'' Kalista seketika memejamkan mata saat tubuhnya mulai di bolak-balikkan sedemikian rupa.
Pendakian panjang pun di mulai, dengan begitu lihainya Adryan berhasil membangunkan has*at di dalam jiwa istrinya itu hingga Kalista tidak bisa menolak lagi keinginannya kini.
Tidak membutuhkan waktu lama, keduanya pun mencapai pelepasan secara bersamaan dan terkulai lemas di atas ranjang dengan napas yang masih tersengal-sengal juga dada yang terlihat naik turun.
"Kamu luar biasa, sayang. Muach ...'' Lirih Adryan mengecup kening istrinya mesra.
"Mas nakal."
"Tapi kamu suka 'kan?''
"Hmm ..."
"Hahahaha ... Kamu selalu saja ngegemesin. Muach ... Muach ... Muach ..." Adryan menghujani wajah istrinya dengan ci*man mesra.
"Cukup, Mas. Kamu baru bangun tidur. Mulut kamu masih bau tau.''
"Biarin, biar kamu kebawa bau dan kita mandi bareng nantinya. Muach ... Muach ... Muach ...'' Adryan semakin bertindak nakal.
"Haaa ... Mas Adryan ..." Kalista sedikit menaikan suaranya.
Tok ... Tok ... Tok ....
"Kalista, Adryan. Apa kalian sudah bangun?" Tiba-tiba terdengar suara sang ibu diiringi dengan suara ketukan di pintu.
"Mommy ...?'' Adryan dan istrinya seketika saling menatap satu sama lain merasa panik.
"Kalau kalian sudah bangun cepat keluar, penting ..." Ucap sang ibu lagi setengah berteriak.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Selamat sore pembaca setiaku yang baik hati, terima kasih masih setia baca novel Othor ya. O iya, Othor juga bakal rekomendasikan novel milik teman Othor.
Ini dia bocoran ceritanya 👇👇👇👇
Burlb : Cinta tak bisa di paksa dimana dia akan berlabuh. Seperti yang di rasakan gadis manis yang terkadang ikut bekerja bersama Ibunya di rumah besar keluarga terpandang.
Hingga suatu hari majikan dari Ibunya datang menemuinya dan mengatakan hal yang membuatnya terkejut.
"Menikahlah denganku dan lahirkan anak untukku"
Sepenggal kalimat yang membuat hidup Ayra tidak sama lagi sejak hari itu.
__ADS_1