Pernikahan Rahasia Sang Presdir

Pernikahan Rahasia Sang Presdir
Bersungguh-sungguh


__ADS_3

Amanda seketika tertegun, apa yang baru saja diucapkan oleh Yuda benar-benar terdengar tulus. Sesaat hatinya pun merasa tersentuh.


Apa dia terima saja niat baik mantan kekasihnya ini? Akan tetapi, ada masalah lain yang harus dia hadapi nanti yaitu, apa orang tuanya akan menerima seorang menantu yang hanya merupakan seorang supir pribadi?


Akh .... Entahlah, Amanda seketika merasa dilema


"Aku mohon jangan sekarang. Aku masih butuh waktu untuk berfikir." Ucap Amanda akhirnya membuka suara.


"Kenapa? Apa kamu masih ingin mengejar Tuan Adryan?"


"Tidak, bukan seperti itu."


"Lalu?"


"Pokoknya aku butuh waktu buat berfikir, aku hargai niat baik kamu, sungguh."


Yuda seketika terdiam seolah sedang berfikir.


"Sebaikanya kamu pulang dulu. Nanti aku hubungi kamu lagi."


Yuda akhirnya menganggukkan kepalanya samar lalu membuka pintu mobil.


Ceklek ....


Blug ....


Pintu mobil pun di buka lalu kembali di tutup. Hal yang sama pun dilakukan oleh Amanda, dia keluar dari dalam mobil lalu berdiri tepat di samping Yuda di depan mobil miliknya.


"Kamu pulang naik apa? Apa mau aku anterin?" Tawar Amanda, sikapnya sudah tidak seketus sebelumnya.


"Tidak usah, saya bisa naik taksi ko."


"Serius?"


Yuda menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil.


Setelah itu, dia pun melambaikan tangannya saat kebetulan ada mobil taksi yang melintas tepat di hadapannya.

__ADS_1


Ckiiit ....


Taksi pun berhenti tepat didepan mereka berdua.


Ceklek ....


Yuda membuka pintu mobil dan hendak masuk ke dalamnya.


"Tunggu, Yuda.''


Yuda pun seketika menghentikan langkah kakinya lalu kembali menoleh dan menatap wajah Amanda.


"Makasih karena sudah nganterin aku pulang.'' Ucap Amanda tersenyum ramah.


"Sama-sama, saya pulang dulu ya."


Amanda menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil.


Yuda pun benar-benar masuk ke dalam mobil dan mobil pun seketika melaju meninggalkan tempat itu.


Amanda nampak menatap kepergian Taksi yang ditumpangi oleh pemuda itu, hatinya tiba-tiba saja di selimuti rasa dilema. Apa yang akan dia lakukan sekarang? Apakah dia akan menerima tawaran Yuda dan menyudahi ambisinya dalam mengejar laki-laki bernama Adryan?


"Amanda? Kamu sudah pulang?" Tiba-tiba saja terdengar suara sang ibu keluar dari pintu pagar seketika membuyarkan lamunannya.


"Eh ... Mommy? Mommy mau kemana?"


"Mommy emang lagi nungguin kamu, tadi jeng Rosa nelpon Mommy, katanya kamu pulang pagi ini. Mommy sempat dengar suara mobil kamu, tapi ko cuma berhenti di sini, makannya Mommy keluar nyamperin kamu."


"Oh begitu? Ya udah, masuk lagi yu, aku lelah banget, Mom."


"Kamu pulang sama siapa?"


"Eu ... Anu, Mom. Tadi aku di antar sama supirnya Adryan."


"Hmm ... Begitu rupanya. Ya udah sekarang kita masuk dan istirahat, mobil biar nanti dimasukin sama Supir.''


Amanda menganggukkan kepalanya lalu mulai berjalan memasuki halaman luas kediamannya bersama sang ibu.

__ADS_1


"Apa segitu besarnya rasa cinta kamu sama putranya jeng Rosa itu?" Tanya sang ibu secara tiba-tiba.


"Hah ... Eu ... Maksud Mommy?"


"Lho, ko maksud Mommy si? Apa kamu secinta itu sama si Adryan? Kamu sampai bela-belain nyusulin dia ke sana?''


Amanda seketika terdiam.


"Kenapa kamu diam saja?"


"Eu ... Entahlah, Mom. Aku juga bingung."


"Kalau kamu sungguh-sungguh ingin menikah dengan dia, Mommy akan cari cara agar bisa memisahkan Adryan sama istrinya itu," ujar sang ibu seketika menghentikan langkah kakinya begitupun dengan Amanda.


"Maksud Mommy?"


"Ya ... Mommy gak tega aja melihat kamu seperti ini, kamu terus saja mengejar-ngejar laki-laki beristri. Mommy akan ngijinin kamu nikah sama dia, tapi dengan satu syarat."


Amanda seketika mengerutkan kening.


"Adryan harus bercerai dulu dengan istrinya baru kalian boleh menikah. Mommy gak mau kamu jadi istri kedua atau apalah namanya itu. Kamu harus jadi Nyonya Adryan yang terhormat dan Mommy akan membantu kamu sebisa Mommy, oke?" Tegas sang ibu penuh penekanan membuat Amanda seketika merasa tertegun.


'Kenapa Mommy baru mengatakan hal ini sekarang, di saat aku sudah mulai menyerah untuk mengejar dia.' (Batin Amanda semakin merasa dilema.)


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Promosi lagi ya Reader, jangan bosan ya. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian.


Blurb 👇👇👇👇


Perjalanan kisah cinta seorang CEO yang hilang ingatan dan jatuh cinta pada kurir yang telah menabraknya yang ternyata cinta masa kecilnya.


"Cinta itu datang karena terbiasa bersama," ucap Sean Alinskie dengan wajah datarnya.


"Bukan!" bentak Laluna yang tidak mau kalah.


"Cinta itu bisa tumbuh karena kita bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing pasangan," ucap Laluna dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Bagaimanakah kisah cinta CEO dingin dengan gadis kecilnya itu? Apakah rahasia di antara mereka bisa terbuka satu demi satu dan memperkuat ikatan cinta mereka?



__ADS_2