Pernikahan Rahasia Sang Presdir

Pernikahan Rahasia Sang Presdir
Kecewa.


__ADS_3

Dua jam sebelumnya.


Ting ... Tong ....


Bel rumah berbunyi nyaring. Adryan yang masih memakai pakaian tidur pun terpaksa berjalan ke arah pintu lalu membuka pintu rumah.


Ceklek ....


Pintu pun di buka dan Adryan seketika merasa terkejut karena Nyonya Anita sudah berdiri tepat di depan pintu. Wajah ibunda dari wanita bernama Amanda itu terlihat kesal.


"Heh Adryan, katakan dimana rumah si supir kamu itu?'' Ketusnya kemudian, tanpa basa-basi juga dengan nada suara lantang.


"Rumah Yuda bukan di sini, Tante." Jawab Adryan dengan nada suara malas.


"Saya juga tahu kalau rumah dia bukan di sini. Makannya saya tanya sama kamu, dasar bodoh."


"Huaaaa ... Pagi-pagi udah marah-marah gak jelas di rumah orang. Ada apa sebenarnya, Tan? Kenapa pagi-pagi udah nanyain rumah Direktur saya itu?" Tanya Adryan lagi, mulutnya nampak di buka lebar menahan rasa kantuk.


"Direktur? Bukannya dia supir?"


'Berarti Amanda tidak main-main saat bilang kalau Yuda udah gak jadi supir lagi.' (batin Nyonya Anita.)


"Iya, dia Direktur sekarang. Direktur pemasaran di perusahaan saya."


"Alah ... Gak penting dia Direktur atau bukan. Saya juga gak nanya ko. Yang saya tanyakan itu alamat dia buka pekerjaan dia. Apa bedanya Direktur sama supir? Dia tetap saja bekerja sama kamu.''


Adryan memgusap wajahnya kasar. Mulut wanita paruh baya ini benar-benar seperti mulut seseorang yang tidak pernah di sekolahkan. Apa yang baru saja diucapkan oleh wanita ini bahkan terdengar pedas, sepedas cabe keriting.


"Memangnya Amanda semalam gak pulang, ya?''


"Astaga si Adryan ini, saya yang nanya ko jadi kamu yang banyak nanya si? Kalau kamu gak mau kasih tau dimana rumah dia, maka saya akan buat keributan di rumah kamu ini, mau?"


"Iya-iya, Tante Anita. Sabar dulu dong. Alamat Yuda ada di jalan *****. Puas?''

__ADS_1


Tanpa basa-basi lagi bahkan tanpa mengucapkan terima kasih, Nyonya Anita pergi begitu saja meninggalkan kediaman Adryan.


"Hadeuh, kasian banget si Yuda. Punya calon mertua yang cerewetnya minta ampun.'' Gumam Adryan, lalu menutup pintu rumahnya kemudian.


♥️♥️


Tok ... Tok ... Tok ....


"AMANDA, BUKA PINTUNYA. MOMMY TAU KAMU ADA DI DALAM." Teriak Nyonya Anita seraya mengetuk pintu secara kasar.


Ceklek ....


Pintu pun di buka. Yuda berdiri di depan pintu dengan wajah memerah juga salah tingkah.


Plak ....


Satu tamparan pun mendarat di pipi sebelah kanan pemuda itu.


"BRENGSEK ... KAMU SEMBUNYIKAN DIMANA PUTRI SAYA, HAH?" Tanya Nyonya Anita menerobos masuk ke dalam rumah.


"DIAM KAMU. AMANDA ... KELUAR KAMU."


Ceklek ....


Nyonya Anita pun membuka pintu kamar. Pemandangan mengejutkan pun terpampang nyata di depan mata. Jantung seorang Anita pun seketika hampir saja berhenti berdetak. Tatapan matanya nampak menatap wajah sang putri yang saat ini baru saja membuka kedua matanya dengan tubuh yang tertutup selimut tebal.


"Mom?" Gumamnya, ketakutan pun terlihat jelas dari raut wajahnya kini.


"DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI, KURANG AJAR. LAGI NGAPAIN KAMU DI SITU, HAH?" Teriak Nyonya Anita benar-benar berada di puncak kekesalan.


Dia berjalan menghampiri lalu menarik pergelangan tangan putrinya. Hilang kendali, Nyonya Anita pun memukuli punggung putrinya secara berkali-kali bahkan menjambak rambutnya kasar benar-benar meluapkan rasa kecewanya kepada sang putri.


"DASAR GILA, KAMU BENAR-BENAR TELAH MENGECEWAKAN KEDUA ORANG TUA KAMU, MANDA. MOMMY MENYESAL PUNYA PUTRI SEPERTI KAMU, HAAAAAA ...."

__ADS_1


Plak ... Plak ... Plak ....


"Argh ... Sakit, Mom. Ampun, aku minta maaf, hiks hiks hiks ...'' Ringis Amanda penuh penyesalan.


"DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI."


Plak ... Plak ... Plak ....


"Cukup, Tante. Jangan kasar seperti itu sama putri Tante. Dia lagi hamil." Teriak Yuda merasa tidak terima. Dia pun masuk ke dalam kamar lalu memeluk tubuh Amanda.


Bruk ....


Tubuh Nyonya Anita seketika ambruk di atas lantai. Suara tangisnya pun seketika pecah terdengar pilu dan penuh rasa kecewa. Kecewa karena dia telah gagal menjaga putri satu-satunya, juga gagal menikahkan putrinya dengan laki-laki yang memiliki derajat yang sama dengan keluarganya.


"KAMU BENAR-BENAR TELAH MENGECEWAKAN MOMMY, MANDA. MOMMY BENAR-BENAR-- HIKS HIKS HIKS ..."


"Maafin aku, Mom. Akan benar-benar minta maaf."


"Saya janji akan segera menikahi putri Tante."


"MENIKAH? JADI KAMU SENGAJA MENGHAMILI AMANDA AGAR KAMU BISA MENIKAHI DIA, BEGITU?"


Amanda dan juga Yuda seketika terdiam menundukkan kepalanya. Perasaan menyesal pun menyelimuti hati keduanya kini. Akan tetapi, tidak ada gunanya menyesal, karena penyesalan yang mereka rasakan sama sekali tidak akan merubah keadaan.


"Moooom!" Rengek Amanda kemudian.


"Diam kamu, Manda. Mulai saat ini Mommy gak akan menganggap kamu sebagai anak Mommy lagi. Kalian boleh melakukan apapun yang kalian inginkan, mau menikah atau terus kumpul kebo seperti ini terserah kalian saja. Sebagai seorang ibu, Mommy merasa sangat-sangat-sangat kecewa sama kamu.'' Ucap Nyonya Anita, bangkit dengan tubuh yang terasa lemas sebenarnya.


Dia pun hendak pergi tapi, tiba-tiba saja Amanda bangkit lalu turun dan memeluk kedua kaki ibundanya tersebut.


"Maafkan aku, Mom. Aku tahu aku salah. Aku benar-benar minta maaf, hiks hiks hiks ..." Lirih Amanda, dengan tubuh yang di balut dengan selimut tebal.


"Maaf kamu gak ada gunanya. Awalnya Mommy datang ke sini buat jemput kamu, tapi sekarang Mommy sama sekali gak Sudi melihat wajah kamu. Jangan pernah kembali lagi ke rumah dan jangan pernah panggil lagi saya dengan sebutan Mommy. Saya bukan lagi Mommy kamu. Saya gak pernah punya putri durhaka seperti kamu." Tegas Nyonya Anita, menghempaskan tubuh putrinya begitu saja hingga dia terhempas juga tersungkur di atas lantai kini.

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2