
Yuda membulatkan bola matanya merasa terkejut. Dia pun menatap dengan seksama dua garis merah yang berada dipermukaan alat tersebut dengan tersenyum sumringah. Senang? Tentu saja. Gembira? Sangat ... Yuda sangat-sangat gembira juga bahagia.
Meskipun, wanita yang saat ini sedang duduk di atas pangkuannya itu tidak hamil, Yuda masih tetap akan bertanggung jawab. Dia pun berharap ini akan menjadi jalan untuknya bisa menikahi wanita itu dan mendapatkan restu dari Nyonya Anita calon ibu mertuanya.
"Kamu beneran hamil?" Tanya Yuda ingin lebih memastikan.
"Iya, sayang. Kamu gak liat garis dua berwarna merah ini? Tandanya aku hamil. Anak kita." Jawab Amanda tersenyum lebar.
"Saya senang banget dengernya ya ampun." Yuda memeluk erat tubuh Amanda.
"Aku juga, sayang. Akhirnya, kita akan segera menikah juga. Mommy gak bakalan bisa menolak kamu jadi menantunya lagi, karena apa? Karena gak ada laki-laki yang bakalan mau menikah sama wanita yang sedang hamil, apalagi hamil anak orang lain."
"Apa Mommy kamu udah tau kalau kamu hamil?"
Amanda menggelengkan kepalanya.
"Lho, kenapa?"
"Aku belum siap buat bilang hal ini sama Mommy. Aku gak tau gimana caranya bilang sama beliau. Aku takut, Yud."
"Hmm ... Saya akan bantu kamu bulat ngomong sama beliau."
"Sebenernya, semalam aku sempat ketemuan sama laki-laki yang dijodohkan sama aku. Tapi, setelah aku tunjukkan alat ini dan aku kasih tahu kalau aku lagi hamil, dia langsung ilfil gitu sama aku.''
"O ya? Ko kamu gak bilang kalau kamu habis ketemuan sama laki-laki lain?"
"Nah ini aku bilang sama kamu."
"Apa dia tampan, mapan, dan seorang CEO juga?" Tanya Yuda merasa penasaran.
"Mapan iya, CEO juga kayaknya juga iya, tapi kalau tampan, nggak banget dia udah tua. Malahan lebih tua dari bos kamu si Adryan."
"Masa si? Hahahaha ... Ibu kamu gak tau selera anaknya ternyata, masa kamu mau dijodohin sama laki-laki yang udah tua si?"
"Makannya, aku belum ketemu Mommy dari semalam. Aku takut, Yud. Boleh kalau malam ini aku nginap di rumah kamu?"
"Tentu saja boleh, sayang. Pintu rumah saya selalu terbuka untuk calon istri saya yang cantik ini.''
Cup ....
__ADS_1
Satu kecupan kecil pun mendarat di bibir merah seorang Amanda.
Ceklek ....
Pintu ruangan pun tiba-tiba saja di buka dan Adryan masuk ke dalam sana, tentu saja Amanda seketika bangkit dari pangkuan kekasihnya itu. Wajah keduanya pun nampak memerah merasa malu.
"Astaga ... Saya 'kan sudah bilang tadi, kalau mau pacaran nunggu jam istirahat nanti. Mentang-mentang lagi dimabuk asmara. Hadeuh ...'' Gerutu Adryan merasa kesal.
"Maaf, Bos. Saya khilaf tadi. Lagian kita gak ngelakuin apa-apa ko. Cuma di cium dikiiiit ...'' Ucap Yuda dengan nada suara yang sedikit terbata-bata.
"Gak ngelakuin apa-apa gimana? Saya lihat semuanya ya. Bikin iri aja si."
Yuda dan Amanda pun seketika terkekeh.
"Sayang, kamu tunggu di rumah saya ya. Saya pulang pukul 4 sore. Gak apa-apa 'kan kalau kamu nunggu di rumah sendirian?"
Amanda menganggukkan kepalanya seraya tersenyum senang. Yuda pun memberikan kunci rumah kepada Amanda lalu mengantarkan wanita itu sampai keluar dari dalam ruangan.
"Nanti kamu langsung pulang ya? Jangan kemana-mana dulu lho." Ucap Amanda.
"Iya saya janji, sayang." Jawab Yuda tersenyum kecil.
Setelah itu, Amanda pun mulai meninggalkan tempat itu.
♥️♥️
Yuda mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dirinya benar-benar tidak sabar ingin segera sampai di rumah dimana Amanda menanti kepulangannya saat ini. Sampai akhirnya, dia pun melipir dan memarkir mobilnya di tepi jalan tepat di depan kediamannya.
Ceklek ....
Blug ....
Pintu mobilpun di buka dan segera ditutup setelah dirinya keluar dari dalamnya dengan tersenyum senang. Dia pun berjalan menuju rumah sederhana miliknya lalu mengetuk pintu kemudian.
Tok ... Tok .... Tok ....
"Sayang, ini saya. Buka pintunya." Pinta Yuda seraya mengetuk pintu.
Ceklek ....
__ADS_1
Pintu pun di buka dan Amanda berdiri tepat di depan pintu menyambut kedatangannya.
"Akhirnya kamu pulang juga, sayang." Ucap Amanda segera memeluk erat tubuh Yuda.
"Maaf kalau saya pulang terlambat. Di jalan macet tadi." Jawab Yuda balas memeluk kekasihnya lalu menutup pintu juga menguncinya dari dalam.
Tanpa basa-basi lagi, Yuda segera mendaratkan ciu*an panas di bibir seorang Amanda. Tentu saja, gai*ah di dalam jiwa mereka pun seketika terbangunkan dan saat itu juga melakukan hal yang sebenarnya sangat terlarang untuk dilakukan.
Pikiran keduanya benar-benar telah dibutakan oleh na*su bi*ahi layaknya pasangan yang begitu tergila-gila akan sebuah kenik*atan yang membuat jiwa mereka melayang. Tanpa memikirkan dosa juga perasaan kedua orang tua jika mereka sampai tahu kalau putra-putri mereka telah menjadi budak se*s sekarang.
♥️♥️
Keesokan harinya.
Tok ... Tok ... Tok ....
Suara ketukan kasar di pintu seketika membangunkan Yuda dan juga Amanda yang saat ini masih dalam keadaan polos sisa pendakian semalam.
Ketukan di ulang secara berkali-kali membuat Yuda seketika merasa kesal. Belum lagi, suaranya yang sangat nyaring juga kasar sehingga mau tidak mau Yuda pun bangkit dan hendak membuka pintu.
"AMANDA ... BUKA PINTUNYA, MOMMY TAHU KAMU ADA DI DALAM." Teriak seorang wanita dari luar sana.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Promosi hari ini ya Reader. Jangan lupa intif dan semoga kalian suka dengan ceritanya.
Blurb 👇👇👇
Janji hati Raditya dan Andhini, sampai pada kebahagiaan pernikahan, paska Andhini di wisuda mereka melangsungkan pernikahan mewah yang di cita-citakan.
Berjalannya waktu tak ada yang lain selain kebahagiaan dan kedua orangtua mereka yang bangga dengan keharmonisan rumah tangga anaknya, Tahun berganti, Andhini mulai gelisah dengan keadaan dirinya yang belum menunjukkan adanya perubahan di tubuhnya, Andhini menginginkan anak dan semua itu membuatnya begitu cemas hingga jatuh sakit.
Dalam keadaan sakit Andhini dirawat seorang perawat yang di ambil dari yayasan yatim-piatu bernama Karina. Dari kedekatan mereka timbul niat Andhini menjodohkan suaminya dengan Karina, dan menghasilkan satu kesepakatan diatas kertas.
Terkadang cinta memang tak ada logika, sanggup melawan arus dan menerjang rintangan apapun, apalah artinya kekayaan kalau tak memberinya kenyaman.
Apa Karina juga mau menerima tawaran untuk mengubah kehidupannya?
~ Andhini : 'terkadang atas nama cinta seseorang harus rela berkorban, walaupun itu sesuatu yang sangat dicintainya.'
__ADS_1
~ Raditya : sanggupkah aku menjalani apa yang diminta istri tercintanya? walaupun itu di luar kewajaran.'