Pernikahan Rahasia Sang Presdir

Pernikahan Rahasia Sang Presdir
Menantu Yang Dibanggakan.


__ADS_3

"Apa Maksud jeng Anita? Bukankah kita sudah sepakat akan membatalkan rencana perjodohan putra-putri kita? Jangan ngaco ya." Jawab Nyonya Rosa seketika membulatkan bola matanya.


"Iya, saya memang berniat seperti itu pada awalnya. Tapi, sepertinya putri saya sudah benar-benar jatuh cinta sama putra jeng Rosa. Wajar si, Adryan itu tampan, mapan impian semua wanita lagi. Itu sebabnya dia menjadi menantu idaman saya." Ucap Jeng Anita ramah dengan pujian yang hanya terdengar sebuah jilatan semata.


"Jangan gila ya, Jeng. Putra saya itu sudah punya istri lho. Apa anda mau putri anda itu jadi istri ke 2? Tapi sayangnya, putra saya tidak akan mau karena dia begitu mencintai menantu saya itu, hahahaha ..."


Jeng Anita seketika mengepalkan kedua tangannya.


"Bukankah Jeng Rosa perna mengatakan kepada saya kalau jeng Rosa itu tidak pernah menyukai menantu anda itu? Saya bisa lho bantu Jeng Rosa buat misahin mereka berdua, dan kita bisa segera menikahkan putra-putri kita nantinya."


"Itu 'kan dulu, saat saya belum tahu bahwa ternyata menantu saya yang cantik itu adalah wanita yang sangat baik, lembut juga tahu cara mengambil hati mertuanya. Anda tau, saya benar-benar beruntung punya menantu seperti dia."


"Satu lagi, saya tidak akan pernah membiarkan siapapun misahin mereka berdua, karena apa? Karena saya benar-benar telah menyayangi menantu saya itu seperti anak saya sendiri." Tegas Nyonya Rosa penuh penekanan.


Wajah Jeng Anita pun seketika memerah merasa malu, harga dirinya pun terasa di injak-injak oleh wanita bernama Rosa yang merupakan kawan sosialitanya.


"Baiklah kalau begitu. Tapi, anda jangan menyesali keputusan anda ini nantinya. Karena dilihat dari segi manapun, putri saya lebih baik dari menantu anda yang kampungan itu." Ketus Jeng Anita berdiri lalu keluar dari dalam rumah tersebut dengan perasaan kesal.


'Kurang ajar, penghinaan macam apa ini? Aku pastikan kamu akan benar-benar menyesali pilihan kamu ini, Rosa.' (Batin Jeng Anita.)


Dia pun berjalan dengan tergesa-gesa dan kaki yang sedikit dihentakan benar-benar merasa kesal sampai akhirnya ....


Bruk ....


Tiba-tiba saja Jeng Anita menabrak seseorang membuatnya seketika hampir saja tersungkur ke atas lantai.


"Maaf, Nyonya saya tidak sengaja.'' Ucap Yuda terbata-bata dengan wajah memerah.

__ADS_1


"MAAF-MAAF, KAMU KALAU JALAN LIHAT-LIHAT DONG. MASA TUBUH SAYA SEGEDE GINI KAMU GAK BISA LIHAT? PUNYA MATA NGGAK SI?" Teriak Nyonya Anita semakin merasa kesal.


Dia pun menatap tubuh Yuda dari ujung kaki hingga ujung rambut dan sudah dapat menebak bahwa pemuda ini hanyalah seorang supir biasa.


"Sekali lagi saya minta maaf." Yuda sedikit membungkukkan tubuhnya.


"HEUH ... MINGGIR, DASAR SUPIR TIDAK TAHU DIRI." Ketusnya lagi lalu berlalu begitu saja melintasi Yuda dengan wajah yang sangat tidak ramah.


'Dih, amit-amit deh kalau saya punya mertua jutek kayak dia. Amit-amit jabang bayi.' (batin Yuda.)


♥️♥️


Setelah menelan rasa kecewa karena di tolak mentah-mentah oleh Nyonya Rosa. Nyonya Anita pun pulang ke rumahnya dengan hati dan perasaan kesal.


"Kurang ajar, baru punya menantu kampungan kayak gitu aja sombongnya minta ampun. Heuh ..." Gerutunya menghempaskan tubuhnya di atas kursi


"Mommy kenapa, datang-datang ko marah-marah kayak gitu?" Tanya Amanda sang putri berjalan menghampiri.


"Kesal kenapa? Jangan bilang kalau Mommy baru saja pulang dari rumah Tante Rosa?"


Nyonya Anita pun menganggukkan kepalanya dengan wajah geram.


"Astaga, Mommy apa-apaan si? Malu-maluin aja deh."


"Semua ini demi kamu! Demi kamu Amanda, gara-gara kamu terus-terusan mengejar di Adryan itu Mommy terpaksa merendahkan harga diri Mommy sendiri."


"Siapa bilang aku masih ngejar-ngejar si Adryan?"

__ADS_1


"Maksud kamu?"


"Mom, aku udah memutuskan gak akan ngejar dia lagi. Percuma ngejar-ngejar pria yang udah beristri, gak ada gunanya."


"Kamu udah benar-benar move on dari dia? Bagus, Mommy senang sekali mendengarnya. Kamu gak usah khawatir karena Mommy telah siapkan jodoh lain buat kamu. Mommy yakin kamu bakalan langsung jatuh cinta sama dia."


Amanda seketika tertegun.


Apa yang akan dia katakan kepada Yuda kalau sampai dirinya menerima kembali perjodohan yang telah di aturkan oleh ibundanya itu?


"Mom, bolehkan aku memilih jodoh aku sendiri?"


"Hah? Apa kamu sudah punya pacar? Itu sebabnya kamu melupakan Adryan?"


Amanda menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil.


"Waah ... Coba kamu kenalkan dia sama Mommy? Dia dari perusahaan mana? Nama keluarga siapa? Besok kamu bawa dia ke rumah dan kenalkan sama Mommy oke?''


Amanda pun kembali mengangguk penuh rasa ragu sebenarnya.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Selamat malam, Reader. Promosi Novel lagi ya. Semoga kalian tidak bosa. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian ya.


Ini dia cuplikan ceritanya 👇👇👇


Ditinggalkan saat pernikahan berlangsung dua hari lagi memang tak dapat Vanye bayangkan, tapi semua terjadi padanya ketika Satria memutuskan untuk pergi meninggalkan dia tanpa pamit.

__ADS_1


Semua persiapan matang telah dilakukan, tapi pengantin lelaki telah pergi. Namun, ditengah-tengah semua masalah ini datanglah seorang lelaki lebih muda dari Vanye dan ingin menggantikan posisi pemelai laki-laki. Mungkinkah Vanye menerima kebaikan lelaki yang ternyata adalah calon adik iparnya sendiri?



__ADS_2