
"Siapa yang datang, Manda?" Tanya Nyonya Anita berjalan menghampiri.
Wajah Amanda pun seketika memerah juga merasa takut.
"Tuh 'kan, kataku juga apa? Kamu cepetan pulang, Yuda." Bisik Manda dengan perasaan kesal.
Yuda pun hendak pergi, tapi terlambat Nyonya Anita sudah berada tepat di belakang putrinya kini.
"Kamu? Kamu 'kan yang tadi ketemu sama saya di rumah jeng Rosa?" Tanya Nyonya Anita membulatkan bola matanya menatap Yuda dari ujung kaki hingga ujung rambut.
Dia pun berjalan dan berdiri tepat di depan Amanda berada di tengah-tengah mereka.
"Kalian? Ada hubungan apa kalian berdua?" Tanyanya lagi menatap wajah putrinya juga Yuda secara bergantian.
'Astaga, jadi Tante ini ibunya Amanda, calon mertua saya? Ya Tuhan ...' (batin Yuda.)
"Selamat siang, Tante. Jadi Tante ibunya Amanda? Ya ampun saya tidak menyangkan kalau Tante cantik ini adalah calon mertua saya," ucap Yuda ramah, tersenyum cengengesan.
"Kamu pacar putri saya?"
"Iya, Tante.''
"Tidak, Mom."
Jawab Yuda dan juga Amanda secara bersamaan membuat Nyonya Anita merasa heran, lalu kembali menatap wajah Yuda dan juga putrinya secara bergantian juga dengan tatapan tajam.
"Jadi kalian pacaran tidak? Atau, jangan-jangan dia ini adalah orang yang baru saja kamu ceritain sama Mommy?"
Amanda seketika menundukkan kepalanya tidak tahu harus berkata apa lagi sekarang.
"Jawab, Manda. Kenapa kamu diam saja, hah?"
Amanda pun akhirnya mengangguk samar dengan wajah pucat pasi.
__ADS_1
"Hah? Beneran? Si supir ini orang yang kamu ceritakan tadi? Pacar kamu?"
Manda kembali mengangguk samar.
"Saya memang hanya seorang supir, Tante. Namun, saya punya cinta yang tulus sama putri Tante ini." Ucap Yuda kemudian.
"Cinta? Cinta katamu. Menikah itu bukan hanya tentang cinta tulus, apa kamu mau kasih makan putri saya dengan cinta? Apa kamu tahu berapa uang jajan yang berikan oleh saya setiap bulannya? Apa kamu tahu berapa Rupiah yang biasa dia habiskan setiap kali dia melakukan perawatan di salon?"
"Gaji kamu selama satu tahun aja gak akan cukup buat bayarin biaya perawatan dia? Kamu itu cuma Supir biasa, mana sanggup biayain putri saya. Apa cinta kamu bisa di jual buat nutupin kekurangannya? Nggak 'kan?" Tegas Nyonya Anita penuh penekanan.
"Cukup, Mom. Apa yang Mommy lakukan?''
"Diam kamu, sekarang juga Mommy minta kamu masuk ke dalam. Mommy sudah bilang tadi, Mommy gak mau kamu menikah dengan laki-laki biasa aja. Apalagi, dia itu supirnya si Adryan. Cuih ... Mommy gak mau punya menantu seorang Supir." Ketus Nyonya Rosa mendelik kesal.
"Cukup, Tante. Saya memang hanya seorang Supir biasa, tapi pekerjaan saya itu halal dan saya pastikan Tante akan menyesal karena telah menolak dan menghina pekerjaan saya. Saya akui, saya memang tidak akan sanggup memenuhi semua kebutuhan putri Tante."
"Uang bulanan besar, biaya perawatan ke salon, gaji saya memang tidak akan cukup untuk memenuhinya. Asal Tante tahu saja, saya tidak akan pernah menyerah untuk bisa mendapatkan Amanda, karena saya bukan laki-laki pengecut yang akan lari dari tanggung jawab.'' Jawab Yuda yang juga tegas penuh penekanan.
"Lebih baik kamu pergi dari sini, sampai kapan pun saya tidak akan pernah membiarkan putri saya menikah dengan supirnya si Adryan. Pergiiii ..." Teriak Nyonya Anita kesal.
Yuda pun akhirnya berbalik dan benar-benar pergi dari rumah itu dengan hati dan perasaan terluka. Setiap hinaan yang dilontarkan oleh Ibu dari wanita bernama Amanda itu benar-benar telah melukai harga dirinya sebagai seorang laki-laki.
Akan tetapi, itu akan dia jadikan penyemangat dan semakin membulatkan tekadnya untuk menikahi wanita bernama Amanda yang telah dia renggut kesuci*nnya dengan cara yang tidak adil.
Sementara itu, Amanda hanya bisa menatap punggung Yuda dengan perasaan iba juga hati yang terluka.
"Lagi ngapain kamu di sini? Kamu gak dengar apa yang Mommy katakan tadi?"
"Iya, Mom. Aku masuk.'' Jawabnya lemah lalu berjalan masuk ke dalam rumah dan diikuti oleh sang ibu kemudian.
"Pokoknya, kamu putusin hubungan kamu sama dia sekarang juga. Dia itu Supirnya Adryan, Manda. Astaga, apa kata Jeng Rosa nanti kalau kamu sampai menikah sama Supir anaknya, bisa jatuh harga diri Mommy." Nyonya Anita berteriak penuh amarah.
"Apa salahnya kalau dia Supir, Mom?''
__ADS_1
"Hah? Apa salahnya katamu? Hey ... Ada apa sama kamu, Manda? Bukankah selama ini selera kamu dalam memilih pacar itu tingginya sampai selangit? Kenapa sekarang malah terjun bebas sampai ke dasar lumpur? Apa jangan-jangan kamu di guna-guna sama laki-laki itu, di pelet mungkin?"
"Hah? Jangan ngaco, Mom. Di jaman modern kayak gini mana ada yang namanya guna-guna atau pelet-peletan, lagian aku gak percaya sama hal yang kayak gituan.''
"Terus, kenapa kamu jadi kayak gini? Dari Presiden Direktur langsung turun level jadi Supir, gila 'kan?''
Amanda seketika terdiam, dia juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya? Kenapa dia bisa berubah seperti ini? dia yang penuh ambisi, bahkan tidak segan mengorbankan harga dirinya demi mendapat apa yang dia inginkan.
Dia yang biasanya selalu selektif dalam hal memilih pacar bahkan, dulu dia pacaran sama Yuda pun karena dia tidak tahu sama sekali bahwa Yuda itu sebenarnya adalah seorang supir.
Apa mungkin karena kejadian malam itu?
Akh ... Entahlah, kepalanya tiba-tiba saja merasa pusing sekarang.
"Cukup, Mom. Aku lelah mau istirahat.'' Ucap Amanda singkat lalu hendak pergi.
"Pokoknya, Mommy akan jodohkan kamu dengan putranya teman Mommy. Dia anak orang kaya juga Presiden Direktur dari perusahaan besar. Sampai kapanpun Mommy gak akan merestui hubungan kamu sama si Supir itu. Mengerti ...?" Teriak Nyonya Anita penuh penekanan.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Promosi lagi ya, Reader. Jangan pernah bosan ya, jangan lupa mampir di tinggalkan jejak kalian di sana ya. Sayang kalian semua😘😘
Burlb 👇👇👇
Menjadi seorang janda beranak tiga bukan tujuan hidup Arienka. Tapi takdir menggariskannya demikian. Dan dia tak bisa menolaknya
Sakit hati karena dikhianati sahabat dan kekasihnya membuat Putra menjadi bad boy. Tapi dia lalu falling in love at first sight pada mantan ibu gurunya saat reuni.
Sayangnya Arienka menolak cinta berondong tajir itu. Dia tak ingin kembali terluka.
Mampukah Putra mendapatkan cinta Arienka?
__ADS_1