
Rindu terus terbayang-bayang dan terngiang-ngiang oleh perkataan yang pernah Faisal katakan. Hingga ia pun memutuskan untuk mencari informasi tentang keberadaan Sinta.
Saat itu juga, Rindu pergi menyambangi kantor Bagus. Dia ingin menanyakan tentang keberadaan Sinta, pada Bagus.
"Semoga saja lewat petunjuk, Mas Bagus. Aku bisa menemukan keberadaan, Sinta."
Tak berapa lama, Rindu telah sampai di kantor Bagus. Dia segera melangkah ke ruang kerja, Bagus. Karena kebetulan semua orang yang ada di kantor tersebut telah kenal, siapa itu Rindu. Hingga dia tak perlu menunggu lama.
"Tok tok tok tok tok "
"Masuk"
Rindu pun masuk, setelah terdengar suara tersebut.
"Rindu, ada apa?" Bagus kaget pada saat melihat kedatangan Rindu secara tiba-tiba ke kantornya.
"Maafkan aku ya, Mas Bagus.
Aku datang kemari tanpa memberi kabar terlebih dahulu padamu, dan mengganggu pekerjaanmu," ucap Rindu merasa tidak enak hati.
"Nggak usah sungkan, katakan saja sebenarnya ada apa?" tanya Bagus semakin penasaran dengan kedatangan Rindu.
Karena selama Faisal menikah dengan Rindu, Rindu tidak pernah menyambangi kantor Bagus maupun rumahnya. Baru kali ini Rindu datang dengan wajah yang sangat serius.
"Mas Bagus, aku sudah mengetahui segalanya dari mulut Mas Faisal sendiri. Kenapa pada waktu itu Mas Bagus tidak memberitahuku bahwa Sinta bekerja di rumah Mas Bagus?"
Perkataan dari Rindu begitu menohok hati Bagus, Ia begitu terkejut Hingga tak bisa berkata-kata.
"Aduh, bagaimana ini? jika Rindu terus saja memojokkanku dengan menanyakan di mana saat ini Sinta berada?" batin Bagus mulai panik dan gelisah.
"Mas Bagus, kenapa raut wajahmu berubah menjadi panik seperti itu? tolong jangan berbohong lagi padaku jika Mas Bagus mengetahui keberadaan Sinta. Karena aku ingin bertemu dengannya,' ucap Rindu terus saja menatap ke arah Bagus yang salah tingkah.
__ADS_1
"Aku minta maaf padamu, Rindu. Jika pada waktu itu tidak memberitahukan tentang keberadaan Sinta kepadamu. Semua itu juga atas permintaan Sinta, karena dia tidak ingin mengganggu hubunganmu bersama Faisal."
"Saat itu Faisal mengetahui keberadaan Sinta di rumahku karena tidak sengaja, pada saat dia bermain ke rumahku melihatnya."
"Tetapi setelah keberadaan Sinta di ketahui oleh, Faisal. Dia pun pergi mengundurkan diri bekerja di rumahku. Dan sejak saat itu aku tidak tahu lagi keberadaannya dimana. Terakhir pada saat datang di acara pernikahanmu waktu itu."
Rindu tak berkedip menatap ke arah Bagus berkata," Mas Bagus, apakah yang kamu katakan ini tidak bohong?"
" Apa kamu tidak percaya padaku, lantas aku harus bagaimana supaya kamu mempercayainya?"
Rindu tersenyum senyum," aku hanya bercanda kok, Mas Bagus. Aku percaya pada apa yang barusan kamu katakan. Ya sudah jikalau seperti itu, aku permisi pamit pulang. Sekali lagi aku minta maaf telah mengganggu waktumu."
Saat itu juga, Rindu bangkit dari duduknya. Ia pun segera berlalu pergi dari ruang kerja, Bagus. Tetapi di dalam hatinya masih saja belum percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh Bagus," keyakinanku mengatakan bahwa Mas Bagus telah berbohong kepada aku. Aku akan menyelidikinya kembali dengan cara, aku akan ke rumahnya tanpa sepengetahuannya."
Saat itu juga Rindu memutuskan untuk segera menyambangi rumah Bagus, tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
Entah kenapa keyakinannya mengatakan bahwa dia akan segera bertemu dengan, Sinta di rumah Bagus.
Begitu pula wanita yang telah membuka pintu gerbang tersebut.
"Sinta"
"Rindu"
"Aduh, bagaimana bisa Rindu tahu aku ada di sini? sudah kepalang tanggung, dia mengetahuiku. Nggak mungkin juga, aku bisa menghindar darinya. Kecuali tadi aku yang melihatnya terlebih dahulu, dan Rindu sama sekali tak melihatku. Dengan begitu aku bisa bersembunyi," batin Sinta mulai panik.
"Sinta, tolong buka pintu gerbangnya. Aku ingin masuk ke dalam karena memang aku datang kemari untuk menemuimu."
DEG!
Hati Sinta mulai berdebar-debar mendengar perkataan dari, Rindu. Tetapi ia mencoba menutupi kepanikannya, supaya Rindu tidak mencurigainya.
__ADS_1
Saat itu juga, Sinta memanggil security untuk membukakan pintu gerbangnya.
Rindu melangkah menuju ke teras halaman rumah tersebut dan duduk, begitu pula dengan, Sinta. Dia duduk di samping Rindu.
"Ada apa, Rindu? kamu kok tahu aku ada di sini? siapa yang memberi tahumu?" tanya Sinta penasaran dengan orang yang telah membocorkan tentang keberadaannya.
"Tidak ada satu orang pun yang memberi tahuku. byahkan barusan aku bertanya pada Mas Bagus, dia juga tidak memberitahu bahwa kamu ada di sini. Aku ke sini hanya berdasarkan kata hatiku saja, ternyata memang kamu berada di sini."
"Aku tidak menyangka jika kamu begitu tega menikamku dari belakang, Sinta. Setelah apa yang keluargaku lakukan untukmu dan ibumu."
Sinta memicingkan alisnya," apa maksud perkataanmu, aku sama sekali tidak mengerti."
Rindu justru tersenyum sinis," nggak usah berpura-pura dech. Kamu itu menjalin hubungan di belakangku, dengan Mas Faisal kan?"
Sinta terperangah," astaghfirullah aladzim, siapa yang mengatakan hal itu? aku tidak pernah berpacaran sama sekali dengan, Mas Faisal."
"Halalah ..kamu nggak usah mengelak lagi. Aku sudah tahu semuanya dari, Mas Faisal. Jika kalian berdua saling mencintai satu sama lain bukan?"
Sinta berusaha menjelaskan pada Rindu," aku dan Mas Faisal memang saling mencintai. Tetapi kami sama sekali tidak pernah berpacaran."
Tetapi Rindu tetap tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Sinta. Di justru marah besar padanya," Sinta, aku tidak akan memaafkanmu seumur hidupku. Atas apa yang telah kamu lakukan padaku. Aku akan membalasnya, kamu siapkan mentalmu untuk menerima balasan setimpal dariku."
"Ya Allah, Rindu. Harus bagaimana lagi aku menjelaskan padamu. Aku tidak sepicik yang kamu tuduhkan terhadapku. Makanya aku pergi menjauh supaya tidak terjadi kesalahpahaman seperti sekarang ini."
"Aku lebih memilih persaudaraan dari pada percintaan. Aku tahu jika kamu sangat mencintai, Mas Faisal. Makanya aku...
"Sudahlah, aku tak ingin mendengar penjelasan darimu lagi. Setelah Mas Faisal sembuh, aku akan menggugat cerai dirinya. Pantas saja selama kita menikah, ia tak pernah menyentuh diriku sama sekali. Ternyata ini jawabannya, karena ia cinta dengan wanita lain."
"Selama pernikahan, Mas Faisal selalu bersikap dingin padaku. Dan pernikahan kita hambar. Itu semua karena dirimu, Sinta."
Terus saja Rindu mengatakan hal buruk pada, Sinta. Hingga Sinta tak bisa berkata apapun sama sekali. Rindu sama sekali tidak memberi kesempatan untuk Sinta berbicara.
__ADS_1