
Setelah Rindu puas mengatakan banyak hal, barulah dia diam saja. Dan hal ini di gunakan oleh Sinta untuk berkata," Rindu, aku tidak pernah berpacaran sama sekali dengan, Mas Faisal. Seharusnya kamu percaya padaku, karena kita bersahabat sudah dari kecil. Masa iya aku berbohong padamu? apa perlu kamu aku pertemukan dengan Ibuku, supaya ibuku yang menjelaskannya semua padamu?"
"Ibumu jelas akan berkata bohong juga, dia pasti membelamu karena kamu ini anaknya. Sudah cukup, aku di bodohi oleh kalian berdua ya. Aku tidak ingin hal itu terjadi lagi." ucap ketus Rindu.
"Astaghfirullah aladzim, bagaimana lagi aku menjelaskan padamu bahwa aku tidak pernah berbohong padamu. Untuk apa aku berbohong padamu yang sudah aku anggap saudaraku sendiri, Rindu."
Pertikaian antara Rindu dan Sinta, sempat terdengar oleh Mamah Sinta yang kebetulan melintas sedang mencari keberadaan, Sinta.
"Sepertinya Sinta sedang bercengkrama dengan seseorang dan terlihat sangat serius sekali."
Mama Mira melangkah menuju ke teras halaman," eh ada tamu rupanya? kenapa tidak dibuatkan minuman, Sinta? bagaimana kondisi Faisal, Rindu?"
"Masih seperti biasa, Tante. Mas Faisal belum juga bisa melihat, karena belum menjalani operasi," ucapnya tanpa ada senyuman sama sekali.
"Sebelumnya Tante minta maaf ya, Rindu. Karena tak sengaja tante mendengar semua pembicaraan kalian berdua. Seharusnya kamu tidak menyalahkan, Sinta. Tolong jangan tersinggung dan jangan menganggap bahwa Tante ini membelanya."
"Karena tante juga tahu bahwa Sinta tidak bersalah. Dia sengaja pergi meninggalkan kotamu karena dia ingin menghindari, Faisal. Dia tidak ingin mengecewakanmu walaupun sebenarnya dia ini sangat mencintai, Faisal."
"Jika dia ini egois, sudah pasti dia akan memperjuangkan cintanya dan mungkin saat ini sudah bersama dengan Faisal. Tetapi dia memilih untuk mengalah, karena dia tahu bahwa kamu sangat mencintai Faisal, hingga dia lebih memilih untuk mundur."
"Tolong kamu jangan memojokkan Sinta, kasihan dia. Dia berusaha berbuat baik kepadamu, malah dituduh yang macam-macam."
__ADS_1
Rindu bukannya sadar akan kesalahannya, dia malah semakin bertambah dendam dan kesala terhadap Sinta.
"Kamu pintar sekali berakting ya Sinta, sehingga semua orang membela. Kamu berpura-pura baik, supaya terlihat suci dan tak pernah melakukan suatu kesalahan."
"Tante, tidak tahu bagaimana rasanya sakit hati ini pada saat tahu jika suamiku ternyata cinta pada wanita lain. Dan wanita itu adalah Sinta."
"Aku benar-benar kecewa dengan apa yang telah di lakukan oleh, Sinta dan juga Mas Faisal. Kalian berdua benar-benar kejam. Sudah menikamku dari belakang."
Sinta pun bingung harus beralasan dan menjelaskan seperti apa lagi.
"Aku memang salah, karena lancang cinta pada, Mas Faisal. Tetapi perlu kamu ingat, awal mula dari kejadian ini juga kesalahanmu juga. Jika waktu itu kamu tidak selalu memintaku mewakili dirimu membalas setiap chat pesan atau puisi yang Mas Faisal kirim, aku tidak akan sampai jatuh cinta padanya."
Rindupun tersenyum sinis," kamu yang salah tetapi malah menyalahkanku. Sebenarnya jika kamu tidak keganjanjenan, nggak akan juga kalian saling mencintai."
Sinta menarik napas panjang," ya sudah terserah kamu saja. Karena sekuat apapun aku menjelaskan, tetap saja kamu tidak mau tahu. Sulit jika sudah begini. Lantas apa maumu datang kemari menemuiku?" tanya Sinta yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Kamu ingin tahu, apa mauku? aku ingin kamu kembalikan semua uang yang sudah keluargaku keluarkan untuk membiayai sekolahmu," ucap Rindu.
"Astaghfirullah aladzim..... bagaimana caraku mengembalikan semua uang itu yang jumlahnya tidak ada sedikit? baiklah, aku akan mengembalikan semuanya. Tapi aku bayarnya mengangsur ya, karena aku tidak mempunyai uang banyak untuk langsung membayar cash," ucap Sinta.
"Lantas berapa uang yang harus aku keluarkan untuk membayar hutang-hutang ku kepada keluargamu?" tanya Sinta.
__ADS_1
"Kamu harus membayar dengan jumlah nominal dua milyar. Itupun jika dihitung masih kurang, karena kamu bersekolah dari TK sampai kuliah, almarhum papahku yang membiayainya tapi aku memberikan keringanan dan kemudahan kepadamu sehingga kamu cukup membayar hutangmu senilai dua miliar," ucao Rindu tersenyum sinis.
"Ya sudah, kalau begitu aku akan membayar seharga dua miliar tetapi dengan cara aku mengangsur ya, karena aku tidak mempunyai uang sebanyak itu," ucap Icha.
"Tidak bisa, kamu harus bayar lunas sesuai yang aku tentukan barusan. Aku memberi waktu satu minggu untuk mencari uang sebesar dua miliar jika tidak, aku akan menjebloskanmu ke penjara!" ancam Rindu tersenyum sinis.
Mamah Mira yang mendengar hal itu tidak menyangka jika Faisal mempunyai seorang istri yang pendendam dan benar-benar tidak bisa di berikan sebuah penjelasan.
"Nak Rindu, kenapa kamu menghukum Sinta seperti itu? padahal dia sama sekali tidak melakukan kesalahan apa pun. Ini benar-benar sudah sangat Keterlaluan sekali," tegur Mamah Mira.
"Tante, ini urusan aku dan Sinta. Bukan urusan, Tante. Jadi jangan ikut campur urusan yang bukan menjadi urusan, Tante," ucap Rindu ketus.
"Astaghfirullah aladzim, kenapa kamu berani sekali berbicara lantang seperti ini? aku ini masih ada hubungan darah dengan, Faisal. Faisal itu keponakanku jadi aku ini bukan orang lain," ucap Mamah Mira kesal.
Sinta merasa tidak enak hati, karena sedari tadi Mamah Mira terus saja membelanya," Nyonya, biarkan saj Rindu mengatakan banyak hal. Aku memang salah, jadi pantas untuk di perlakukan seperti ini. Aku salah karena telah jatuh cinta pada, Mas Faisal. Ini seharusnya tidak perlu terjadi. Jika kamu tidak menginginkanku untuk mengangsur hutangku padamu, ya sudah silahkan saja penjarakan aku."
"Tetapi jika selama aku di penjara, terjadi hal buruk pad ibuku. Aku juga tidak akan memaafkanmu. Karena hanya Ibuku yang aku punya saat ini. Dia akan merasa sedih jika aku di penjara!"
Rindu masih saja tak sadar," jika perlu, ibumu sekalian masuk penjara. Hingga kalian berdua tidak akan terpisahkan tetapi akan selalu bersama-sama selamanya. Pokoknya aku tunggu Selena satu minggu, jika dalam waktu satu Minggu tidak juga kamu bayar hutangmu, aku penjarakan kamu dan ibumu!"
Setelah mengatakan hal itu, Rindu pun berlalu pergi begitu saja. Dia sama sekali tidak pamit pada, Mamah Mira yang masih ada hubungan darah dengan, Faisal.
__ADS_1
"Sinta, kamu nggak usah khawatir ya. Nanti kami pasti bantu kamu untuk menyelesaikan permasalahanmu ini," ucap Mamah Mira mencoba menghibur hati, Sinta yang sedang gelisah.
"Tapi uang dua milyar itu tidak sedikit, nyonya. Aku sendiri bingung bagaimana harus membayarnya?"