Persahabatan Dan Cinta

Persahabatan Dan Cinta
Akhirnya Bertemu


__ADS_3

Bagus terus saja penasaran dengan, Sinta. Tetapi dia menyimpan rasa penasarannya seorang diri. Sesampainya di kantor, Faisal menghampiri Bagus," Mas Bagus, dari mana sih?"


Sejenak Bagus terdiam, dia bingung harus berkata jujur atau tidak," apakah sebaiknya aku ceritakan saja pada, Faisal? secara selama ini, dia juga selalu jujur dan curhat padaku."


"Mas Bagus, jika ada masalah cerita saja. Seperti halnya aku cerita padamu. Siapa tahu aku bisa memberikan sebuah solusi atau pendapat," ucap Faisal yang penasaran dengan sikap diamnya Bagus.


Hingga akhirnya, Bagus bercerita pada Faisal tentang Sinta. Tetapi dia tidak menyebutkan namanya, seperti pada saat Faisal cerita tentang pribadinya pada Bagus.


"Jadi, Mas Bagus dari kampus? kebetulan kampus yang Mas Bagus datangi itu, kampus dimana ada gadis yang aku cintai. Kok ceritanya hampir sama ya? gadis yang aku cintai, juga berhenti dari kampus tanpa mengatakan apapun pada pihak kampus, mas."


Sejenak Bagus diam," apakah gadis yang ada di rumahku itu gadis yang kamu kenal ya, Faisal?"


Sontak saja Faisal semakin bersemangat untuk bercengkrama dengan, Bagus.


"Pada saat Mas Bagus datang ke kampus Bertemu dengan, siapa?" tanya Faisal.


"Gadis yang bernama, Rindu."


DEG!


Sontak saja Faisal semakin penasaran, jantungnya berdetak kencang sekali.


"Mas, apakah gadis yang di rumah Mas Bagus itu bernama, Sinta?" tanya Faisal.


"Betul sekali, aku penasaran saja kenapa dia berhenti kuliah begitu saja dan pada saat mamahku bertanya, kenapa juga keluar dari rumah majikannya, Sinta hanya mengatakan alasannya tidak bisa di jelaskan karena terlalu pribadi. Makanya aku belain datang ke kampus untuk menyelidiki hal ini," ucap Bagus.


Faisal pun mengatakan jika Sinta itulah gadis yang selamabibi dia cintai. Dan alasan sebenarnya Sinta pergi karena ingin menghindari dirinya dan Rindu.


"Apakah sudah pasti, jika Sinta yang ada di rumahku itu Sinta yang kamu maksud juga? bisa saja hanya namanya saja yang sama," ucap Bagus.


Tetapi Faisal begitu yakin jika yang ada di rumah Bagus adalah Sinta yang ia cinta dan sedang ia cari selama ini.


"Begini saja, untuk memastikannya besok sekitar jam sepuluh pagi ke rumahku. Karena Sinta biasanya datang ke rumah untuk bekerja cuci seterika sekitar jam sepuluh," ucap Bagus.

__ADS_1


"Ohhh pantas saja pada saat aku datang ke rumah, Mas Bagus. Tidak ada gadis, hanya ada dua bibi saja. Ya sudah besok aku ke rumah, Mas Bagus. Tetapi aku harap jangan mengatakan pada, Sinta jika aku akan datang. Karena aku khawatir, dia akan kabur lagi," pinta Faisal.


"Baiklah, aku tidak akan mengatakan apa pun padanya. Kamu tenang saja, Faisal."


Pada saat bekerja, Faisal sudah tidak sabar lagi. Dia pun resah dan gelisah, kerja juga tak tenang. Sudah ingin bertemu dengan, Sinta.


"Semoga saja, memang yang berada di rumah Mas Bagus adalah Sinta yang aku cintai selama ini. Supaya aku tidak lagi bingung mencari keberadaan dirinya," batin Faisal.


********


Tak terasa pagi menjelang, saat itulah Faisal langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah mewah milik keluarga, Bagus.


Kebetulan Bagus sudah menunggunya di teras halaman rumah. Dan pada saat itu Shnta pun sudah berada di rumah tersebut akan tetapi dia di paviliun belakang.


"Biasa saja, Faisal. Kamu nggak usah terlihat gugup seperti itu apalagi terlihat panik," goda Bagus.


Mamah Mira yang sempat melihat kedatangan Faisal, merasa heran dan penasaran pula," tumben kamu datang kemari? dan kenapa kalian berdua tidak segera berangkat ke kantor padahal sudah jam sepuluh."


"Mamah lupa ya, jika hari ini tanggal merah jadi libur ke kantor," ucap Bagus terkekeh.


"Hari ini perayaan Nyepi, Tante," ucap Faisal.


"Bagaimana kabar orang tuamu? ko lama nggak main kemari?" tanya Mamah Mira.


"Mamah bsan Papah sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing hingga belum sempat kemari," jawab Faisal.


Dia sudah sangat gelisah, hal ini bisa di ketahui oleh, Bagus.


"Mah, sudah jangan seperti wartawan ya. Karena Faisal datang kemari untuk menemui seseorang yang ada di paviliun belakang," goda Bagus terkekeh.


"Siapa? bibi?" tanya Mamah Mira penasaran.


"Jika mamah penasaran, yuk ikut saja."

__ADS_1


Saat itu juga, Bagus, Faisal, dan juga Mamah Mira melangkah ke paviliun belakang dimana Sinta sibuk dengan pekerjaannya.


Faisal terperangah pada saat melihat sosok gadis yang dicintainya sedang sibuk menjemur pakaian.


"Mas, itu memang Sinta yang selama ini aku cari," ucap Faisal seraya matanya tak berkedip menatap ke arah Sinta.


"Hah, jadi kamu kenal dengan Sinta?" Mamah Mira juga terperangah.


"Ceritanya nanti saja, mah. Biarkan Faisal bertemu dengan Sinta terlebih dahulu," ucap Bagus.


Dia mengizinkan Faisal untuk menghampiri Sinta. Dan begitu terkejutnya Sinta pada saat melihat Faisal tiba-tiba sudah ada di depan matanya.


"Mas Faisal?"


"Sinta?"


"Lihatlah, mah. Mereka itu saling kenal," ucap Bagus.


Dan sejenak Bagus menceritakan tentang Faisal dan Sinta. Mamah Mira begitu serius pada saat mendengar cerita dari, Bagus," ooallah.. jadi seperti itu? pantas saja Sinta tidak mau mengatakan alasannya pada mamah pada saat di tanya macam-macam.


Sementara Faisal dan Sinta bercengkrama sejenak.


"Bagaimana Mas Faisal tahu, jika aku ada di rumah ini?" tanya Sinta penasaran.


Sejenak Faisal bercerita tentang usaha Bagus menyelidiki tentang Sinta. Di dalam hati, Sinta begitu kesal pada Bagus," aku bersusah payah untuk menghindari, Mas Faisal. Semuanya hancur begitu saja oleh, Mas Bagus. Padahal aku sudah tenang karena sudah jauh dari Rindu dan Mas Faisal."


"Sinta, kenapa wajahmu muram? apakah kamu nggak suka bertemu denganku?" tegur Faisal mengagetkan lamunan Sinta.


"Jujur, aku memang tidak suka. Karena dengan seperti ini, aku tidak bisa menjauh lagi darimu. Selama ini aku sudah sangat nyaman jauh darimu dan juga, Rindu. Aku mohon jangan dekati aku lagi, dan menikahlah dengan Rindu. Karena jika tidak, aku akan merasa bersalah seumur hidupku,' ucap Sinta.


"Sinta, aku tidak mau menikah dengan Rindu. Karena aku cinta padamu," ucap Faisal.


"Baiklah, jika kamu seperti ini. Aku akan pergi lagi dari kota ini dan mencari kita yang kira-kira tidak bisa di temui olehmu lagi, mas. Aku tidak ingin menjadi diri dalam hubunganmu dengan Rindu."

__ADS_1


"Apa lagi, Rindu dan orang tuanya sudah sangat berjasa kepadaku dan ibuku. Aku nggak ingin di bilang tidak bisa membalas budi. Jika kamu ingin selalu melihatku, tolong turuti saja permintaanku yakni kamu menikah dengan, Rindu."


__ADS_2