Persahabatan Dan Cinta

Persahabatan Dan Cinta
Keras Kepala


__ADS_3

Pada saat Faisal sudah sampai di rumahnya, orang tuanya sempat bertanya kepadanya," Faisal, apakah istrimu tidak mengurusmu dengan benar?"


"Mah, apakah aku tidak di izinkan tinggal di rumah ini? toh suster juga akan ikut serta tinggal di sini. Rindu baik kok, hanya saja aku yang tak enak hati selalu merepotkan dirinya," Faisal sengaja berbohong.


Faisal sengaja menutupi tingkah laku buruk Rindu sebagai penebus kesalahannya, karena ia telah berbohong pada Rindu. Bahkan sebelum Faisal sampai di rumah, sepanjang perjalanan Ia juga memperingatkan sang perawat untuk tidak mengadu kepada orang tuanya, tentang segala tingkah laku Rindu kepada dirinya.


"Suster, apakah yang dikatakan anak saya itu benar? jika istrinya memperlakukannya dengan baik?" sang papah menanyakannya langsung kepada perawat, karena ia merasa ragu dengan apa yang barusan dikatakan oleh, Faisal.


"Apa yang dikatakan Den Faisal memang benar adanya, Tuan. Jika selama ini, Non Rindu memperlakukannya dengan sangat baik."


Di dalam hati, sang perawat merasa bersalah karena telah berbohong kepada orang tua Faisal," Ya Allah, aku minta maaf karena kalau berkata bohong. Tetapi aku juga tidak ingin mengecewakan, Den Faisal."

__ADS_1


"Aku juga heran, kenapa juga Den Faisal menutupi sikap buruk istrinya. Padahal sikapnya luar biasa kasar padanya. Jika lelaki lain yang menjadi suaminua, di perlakukan kasar juga tidak akan sudi."


Terus saja Perawat tersebut bergumam dalam hati, merasa heran pada sikap Faisal. Dia berpikir jika Faisal sangat mencintai Rindu hingga rela berbohong pada orang tuanya.


Sementara di rumah, Rindu sempat mengecek ke kamar tamu," kok Mas Faisal nggak ada ya?"


Iya pun mencari tahu keberadaan Faisal kepada Mamahnya," mah kok kamar Mas Faisal sepi ya? memangnya dia ke mana?"


"Memangnya sebelum Faisal pergi tidak berpamitan dulu terhadapmu? dia sempat meminta izin pada Mamah untuk tinggal di rumahnya saja. Mamah tahu pasti selama Faisal tinggal di sini selalu tertekan olehmu, hingga ia memutuskan untuk kembali ke rumahnya," sindir mamahnya.


Rindu sama sekali tidak merasa bersalah, dengan apa yang dilakukannya selama ini kepada Faisal.

__ADS_1


"Astaghfirullah aladzim, Rindu. k


Kamu masih saja bersikap angkuh seperti ini. Seharusnya kamu mengoreksi diri akan kesalahanmu terhadap Faisal, walaupun bagaimana dia itu suamimu."


"Kamu berdosa besar karena telah berbuat tidak baik kepadanya. Sadarlah Rindu, janganlah kamu bersikap keras kepala seperti ini. Jangan sampai kamu merasakan penyesalan di kemudian hari dengan sikapmu ini."


Nasehat yang diberikan oleh mamahnya, tak membuat Rindu sadar akan kesalahannya. Justru dia semakin bertambah murka.


"Sebenarnya ada apa dengan Mamah ya? waktu lalu membela Sinta, hari ini membela Mas Faisal. Seharusnya mamah merasa iba kepadaku, karena aku telah dibohongi oleh sahabat baikku dan juga seorang pemuda yang sangat aku cintai."


"Untuk apa aku menyesali dengan apa yang aku lakukan kepada mereka berdua, justru itu layak untuk mereka terima. Atas apa yang mereka telah perbuat padaku."

__ADS_1


"Jika Mamah terus saja menyalahkanku, aku akan pergi sekarang juga dari rumah ini dan tak akan kembali lagi. Silahkan saja Mamah hidup bersama dengan Sinta atau Mas Faisal."


Setelah mengatakan hal itu, Rindu berlaku pergi dari hadapan mamahnya.


__ADS_2