Persahabatan Dan Cinta

Persahabatan Dan Cinta
Resmi Becerai


__ADS_3

Satu bulan kemudian....


Rindu datang ke rumah Faisal, untuk mengantarkan surat cerai yang perlu ditandatangani olehnya.


Alangkah terkejutnya orang tua Faisal pada saat mengetahui tentang perceraian anaknya.


"Rindu, kamu datang kemari untuk mengantarkan surat cerai, apa maksudmu? selama ini kami mengira rumah tangga kalian baik-baik saja, tetapi kenapa tiba-tiba kamu mengggugat cerai Faisal? padahal sekarang Faisal sudah bisa melihat kembali," ucap Papahnya Faisal.


"Sebaiknya Papah tanya sendiri kepada, Mas Faisal. Kenapa pula aku sampai menggugat cerai dirinya," ucap Rindu ketus.


"Mas Faisal, tolong cepat kamu tanda tangani surat perceraian ini. Karena aku tidak bisa berlama-lama, masih banyak yang harus aku kerjakan!"


Sebenarnya itu hanya alasan Rindu saja, supaya ia tidak terlalu lama di rumah Faisal. Karena tidak ingin mendapatkan begitu banyak pertanyaan dari orang tuanya.


"Baiklah, Rindu. Aku akan segera menandatanginya. Sekali lagi aku mohon maaf atas segala dosa dan kesalahanku selama ini kepadamu. Tolong jangan pernah mempunyai pikiran dendam kepada, Sinta. Karena semua ini murni kesalahanku."


Saat itu juga Faisal menandatangani surat cerai tersebut. Dan setelah selesai ditandatangani, Rindu pun berpamitan pulang kepada orang tua, Faisal.


Seperginya Rindu, orang tua Faisal mulai menanyakan banyak hal.


"Barusan kamu mengatakan tentang, Sinta. Bukannya Sinta itu anak asisten rumah tangga yang pernah bekerja di rumahnya Rindu?"


"Jangan katakan kalau kamu ada hubungan serius dengan, Sinta. apakah kamu telah berselingkuh dengannya hingga Rindu sampai menggugat cerai dirimu?"


Faisal pun menjelaskan kepada orang tuanya, bahwa dia tidak pernah menjalin hubungan dengan Sinta setelah menikah. Justru dia menikah dengan Rindu atas permintaan Sinta.


"Sebenarnya dari awal yang aku suka dan aku cinta adalah, Sinta bukan Rindu. Bahkan Sinta juga merasakan hal yang sama terhadapku."


"Tetapi pada saat itu Sinta mengetahui bahwa Rindu sangat mencintaiku, hingga dia memutuskan untuk menjauhiku dan bahkan memintaku untuk memilih Rindu saja."


"Awalnya aku tidak mau, tetapi Sinta terus memberikan pengertian, hingga pada akhirnya aku menikah juga dengan Rindu."

__ADS_1


"Bahkan Sinta rela pergi jauh tanpa memberitahu keberadaannya kepadaku maupun Rindu."


"Tolong Mamah dan papah jangan membenci Sinta, karena dia tidak salah sama sekali. Justru dia sudah berkorban demi Rindu."


Setelah mendengar cerita panjang lebar dari Faisal, kedua orang tuanya sudah mengerti duduk permasalahan yang membuat rindu menggugat cerai anak mereka.


"Seharusnya kamu mencoba move on dari Sinta, seperti apa yang ia inginkan dengan membiarkan dirimu memilih Rindu. tietapi kamu malah mengecewakan keduanya. Jika kamu bisa berusaha mencintai Rindu, rumah tangga kalian langgeng pasti Sinta juga akan merasakan bahagia," ucap Papahnya.


"Sebenarnya dalam masalahmu ini, semuanya salah? kamu dan Sinta tidak berterus terang kepada Rindu, sedangkan Rindu juga tidak peka dengan perasaan cinta Sinta kepadamu."


"Sudahlah, semuanya sudah terjadi mau bagaimana lagi? sekarang kamu harus bisa menata hidupmu untuk lebih baik, jangan sampai kegagalanmu ini terulang kembali."


Papah Faisal terus saja menasehatinya. Ia tidak menyalahkan atas apa yang telah terjadi dalam rumah tangga, Faisal. Tetapi tidak dengan Mamahnya, dia justru menyalahkan perceraian yang terjadi terhadap Faisal dan Rindu adalah kesalahan, Sinta.


Jadi semua ini karena orang ketiga, dan yang menjadi pelakor itu adalah, Sinta. Aku tidak akan membiarkan gadis yang bernama Sinta itu hidup dengan tenang. Padahal aku sudah sangat senang mempunyai seorang menantu yang pintar dan kaya seperti Rindu. Tetapi rumah tangga mereka berantakan gara-gara, Sinta. Lihat saja Sinta, kamu harus membayar mahal apa yang telah kamu lakukan pada rumah tangga Fais dan Rindu," batin Mamah Faisal dendam pada Sinta.


Saat itu juga tanpa sepengetahuan Faisal dan suaminya, ia pergi ke rumah kontrakan Sinta. Di sana ia sengaja mengatakan segala sesuatu dengan lantang, hingga semua tetangga mendengarnya.


Kebetulan Sinta baru akan berangkat ke. kuliah, ia begitu kaget mendengar teriakan di pelataran rumahnya, begitu pula dengan ibunya.


"Bu, siapa sih yang ada di depan rumah kita? apa dia salah alamat mungkin ya, hingga teriak mencari pelakor," ucap Sinta heran.


"Sebaiknya kita tengok saja, dan tanyakan apa maksu kedatangannya."


Saat itu juga, Sinta dan ibunya melangkah ke pelataran rumah.


"Tante?"


"Sinta, kamu kenal dia?" ucap lirih ibunya.


"Mamahnya, Mas Faisal."

__ADS_1


Jawab Sinta lirih.


"Ada apa ya Tante, kok teriak-teriak di depan rumahku ?"tanya Sinta heran.


"Kamu nggak usah berpura-pura lagi ya, Sinta. Kamu ini benar-benar seorang wanita yang tidak tahu diri, tidak tahu terima kasih! kamu telah menikung, menusuk temanmu sendiri dari belakang."


"Kamu juga yang telah menggoda anakku, hingga pada akhirnya rumah tangga Faisal berantakan, karena Rindu telah menggugat cerai dirinya."


"Wajahmu saja yang terlihat polos, tetapi hatimu sebenarnya busuk. Puas kamu telah menghancurkan rumah tangga anakku yang baru terkena beberapa bulan? dasar pelakor!"


Umpatan demi umpatan yang keluar dari mulut mamahnya Faisal begitu lantang, sehingga terdengar oleh tetangga di samping kiri, kanan, rumah kontrakan Sinta.


Para tetangga menetap sinis ke arah Sinta seraya berbisik-bisik tidak suka.


"Tante, telah salah paham. Aku sama sekali tidak pernah merayu atau menggoda Mas Faisal. Tolong jangan mengatakan hal buruk yang tidak nyata, itu sama saja dengan fitnah," ucap Sinta.


"Mana ada maling mengaku, jika seperti itu penjara akan penuh. Tak usah lagi kamu berkilah Sinta, karena sudah jelas buktinya. Faisal telah mengakuinya sendiri di hadapanku dan suamiku bahwa dia telah jatuh cinta kepadamu! jika kamu tidak merayunya mana mungkin anakku mau denganmu!" bentak Mamah Faisal.


"Tolong jangan mengatakan hal seperti itu kepada anakku ya, Bu. Karena Sinta tidak serendah yang Ibu tuduhkan. Walaupun kami ini miskin tapi kami tidak miskin dengan harga diri," ucap Ibunya Sinta membela anaknya.


Cukup lama, Mamahnya Faisal berdebat dengan Sinta dan ibunya. Setelah itu ia pergi begitu saja tanpa pamit sama sekali.


Seperginya mamahnya Faisal. Para tetangga mulai menghakimi Sinta dengan segala tuduhan dan hujatan yang begitu pedas.


"Pantas saja dia bisa kuliah karena menjadi selingkuhan suaminyae orang!"


"Heran ya, padahal kan cantik. Tetapi kok nggak bisa mencari pemuda yang statusnya masih lajang."


"Hari gini justru wanita cantik memanfaatkan kecantikannya untuk merebut suami orang."


"Mungkin dulu ibunya juga melakukan hal yang sama hingga melahirkan Sinta dan kini perbuatannya menurun pada, Sinta."

__ADS_1


Awalnya Sinta diam saja, tetapi pada saat ibunya di rendahkan, barulah Sinta akan melawan para tetangga. Tetapi ibunya mencegah dan menahannya.


__ADS_2