Persahabatan Dan Cinta

Persahabatan Dan Cinta
Mencoba Mencari Pertolongan


__ADS_3

Sinta merasa sedikit lega, setelah mendengar penuturan dari ibunya," Alhamdulillah, bu. Jika benar seperti itu aku sudah tidak khawatir lagi. Terima kasih, Bu. Sudah membuatku lega dan tidak panik lagi."


"Makanya lain kali kalau ada ada suatu permasalahan, tidak usah kamu pendam sendiri. Ceritakan saja pada ibu. Kalau kamu menyembunyikan permasalahanmu sama saja kamu tidak menganggap, ibu ini Ibumu. Sama saja kamu menganggap ibu ini orang lain."


Sang ibu melepaskan pelukannya pada Sinta seraya terkekeh.


"Besok kamu tak usah bekerja dulu di rumah, Nyonya Mira. Tetapi temani ibu ke kantor Polisi untuk menemui, Om Broto. Supaya permasalahan kita lekas terselesaikan, tidak berlarut-larut. Sekarang kamu mandi, makan, dan beristirahatlah. Nanti menjelang sholat Maghrib, kita sholat berjamaah saja di mushola yang tak jauh dari rumah kontrakan ini,' pinta ibunya.


Sinta menuruti kemauan ibunya, ia pun lekas masuk ke dalam rumah diikuti oleh langkah kaki ibunya. Kini Sinta sudah bisa tersenyum kembali, tidak seperti barusan, dia terus saja menangis dan merasa jalannya telah buntu.


Berbeda situasi di rumah Bagus, saat ini dia baru pulang kerja. Sebenarnya Mamah Mira sudah tidak sabar lagi ingin mengatakan apa yang telah menimpa pada Sinta saat itu juga kepada Bagus. Tetapi ia sejenak menahan rasa dirinya, menunggu rasa lelah dan penat Bagus hilang.


"Aku akan menunggu Bagus istirahat terlebih dahulu. Setelah itu aku akan membicarakan hal ini kepada Bagus dan juga suamiku, karena aku rasa perlu membantu Sinta yang sedang kesusahan."


"Aku benar-benar tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Rindu benar-benar menjebloskan Sinta dan ibunya ke dalam penjara."


Setelah satu jam berlalu, barulah Mamah Mira mengajak Bagus dan suaminya ke ruang tengah untuk berbicara sejenak.


"Mah, sebenarnya ada apa sih kok terlihat serius sekali hingga mengajakku dan papah untuk berbicara hal penting?* tanya Bagus penasaran.


"Iya Mah, sebenarnya hal penting apa yang ingin kamu bicarakan denganku dan Bagus," ucap Papahnya.


"Jika kalian berdua terus saja berbicara, bagaimana aku akan mengatakan hal penting ini?"


Hingga sejenak Bagus dan Papahnya diam saja, karena tidak ingin Mamah Mira merajuk dan malah mengurungkan niatnya untuk mengatakan hal yang terlihat cukup serius.


Setelah Bagus dan Papahnya terlihat tenang, barulah Mama h Mira mulai berbicara.


Dia menceritakan semua yang ia dengar sendiri, yakni perbincangan antara Sinta dan Rindu pada saat pagi tadi di teras halaman rumah.

__ADS_1


Bagus dan Papahnya sempat terperangan merasa tidak percaya dengan sikap Rindu yang menurut mereka terlalu berlebihan.


"Berarti tadi pagi setelah Rindu datang ke kantor, kemungkinan dia langsung ke rumah ini," ucap Bagus.


"Jadi Rindu sebelumnya ke kantormu terlebih dahulu, Bagus?" tanya mamah Mira.


"Iya mah, dia mengatakan bahwa telah mengetahui semuanya dari mulut Faisal. Pada saat Faisal akan sadarkan diri mengigau memanggil nama Sinta. Dan saat itulah Faisal sudah tidak bisa menutupi rahasianya lagi. Ia menceritakan semuanya tentang perasaannya terhadap, Sinta."


"Rindu, terus saja membujukku untuk mengatakan dimana keberadaan Sinta, padahal aku telah berbohong padanya jika aku sama sekali tidak tahu di mana saat ini Sinta berada. Tak disangka dia malah datang ke rumah ini."


Papahnya Bagus menghilang napas panjang, ia juga merasa iba terhadap Sinta," bagaimana kalau kita patungan untuk menolong Sinta? karena tidak mungkin bagi Sinta, hanya dalam waktu satu minggu dia bisa mendapatkan uang dua milyar."


"Alhamdulillah, ternyata Papah peka juga terhadap apa yang aku pikirkan. Qku juga merasa iba terhadapnya, pah" ucap Mamah Mira.


"Papah jelas sudah paham dan sudah tahu apa yang sedang ada di pikiran dan isi hati Mamah. Dengan menceritakan tentang apa yang barusan menimpa pada, Sinta," ucap papahnya.


"Aku pasti akan membantu Sinta, jika perlu biarkanlah uang dua milyar tersebut, aku yang menyediakannya. Papah dan mamah tidak usah repot-repot atau bingung. Aku akan dengan senang hati, membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang, Sinta hadapi," ucap Bagus dengan penuh antusias.


"Alhamdulillah, kalau begitu terima kasih ya Bagus. Mamah jadi lega, barusan Mamah sempat panik dan cemas memikirkan nasib Sinta dan ibunya. Jika mereka benar-benar harus masuk penjara," Mamah Mira sangat senang.


"Besok jika Sinta datang untuk bekerja di sini, kita akan mengajaknya untuk sejenak berunding tentang permasalahannya," ucap Bagus.


*******


Esok pagi menjelang....


Sinta dan ibunya lekas pergi ke kantor Polisi untuk menemui Om Broto, sahabat baik almarhum ayahnya.


Tetapi sebelumnya Sinta mengirim chat pesan kepada Bagus.

__ADS_1


[ Selamat pagi, Den Bagus. Mohon maaf, karena hari ini aku tidak bisa berangkat bekerja. Tolong sampaikan kepada Nyonya Mira, karena aku dan ibu ada urusan penting hari ini. Terima kasih.]


Setelah mengirimkan chat pesan tersebut kepada nomor ponsel Bagus, Sinta mematikan ponsel karena tidak ingin ada yang mengganggunya selama dia berada di kantor polisi.


Sementara Bagus menjadi curiga dengan kepergian Sinta bersama ibunya yang tidak diberitahukan ke mana arahnya.


"Mah, padahal kita sedang menunggu kedatangan Sinta. Tetapi dia malah mengirim pesan padaku bahwa hari ini tidak berangkat bekerja, sedang pergi bersama ibunya."


"Lantas apa yang harus kita lakukan, mah? karena besok aku tidak bisa libur, akan ada deadline dengan salah satu klien baru dari luar negeri."


" Hanya hari ini saja waktu luang ku, apa yang akan kita lakukan mah?"


Nendengar bahwa Sinta tidak bekerja hari ini, membuat Mamah Mira semakin iba, padanya.


"Apa mungkin saat ini Sinta dan ibunya sedang mencari pinjaman uang ya, Bagus?" feeling Mamah Mira.


"Ada apa, mah-Bagus! kalian kok terlihat cemas seperti itu?" kebetulan papahnya Bagus baru saja datang ke ruang tengah. Dia baru saja mau ikut bergabung menunggu kedatangan, Sinta.


Bagus menceritakan dan menunjukkan chat pesan yang dikirimkan oleh Sinta ke nomor ponselnya kepada papahnya.


"Kenapa kamu bingung seperti itu, Bagus? segera kamu telepon saja Sinta, tanya saat ini sedang ada di mana?" saran Papahnya.


"Astaghfirullah aladzim, kenapa aku tidak terpikirkan dari tadi ya, pah?" Bagus menepuk jidatnya sendiri, setelah itu dia mencoba menelpon Sinta.


Namun setelah beberapa kali mencoba menelepon Sinta, nomor ponselnya tidak aktif.


"Bagaimana ini, Pah? nomor ponsel Sinta tidak aktif sama sekali. Yang aku khawatirkan saat ini Sinta dan ibunya sedang mencoba mencari pinjaman uang," ucap Bagus.


"Iya juga sih ya, tapi misalkan kita datangi rumah kontrakannya juga percuma, pasti Sinta dan ibunya saat ini tidak ada di rumah, karena baru saja mengirimkan chat pesan padamu, yang mengatakan sedang ada urusan," ucap papahnya.

__ADS_1


__ADS_2