Persahabatan Dan Cinta

Persahabatan Dan Cinta
Masalah Terselesaikan


__ADS_3

Mamahnya Rindu kesal pada saat mengetahui jika Rindu mengungkit pemberian Almarhum suaminya pada Sinta," jadi kamu seperti ini, Rindu? apa yang kami lakukan itu tidak sepadan dengan apa yang telah Mamah lakukan dulu pada almarhum ayahnya Sinta! hingga saat ini pun, mamah suka ingat keteledoran mamah yang menewaskan ayahnya Sinta! makanya Mamah juga menganggap Sinta seperti anak kandung. Karena kesalahan mamah sangat fatal."


"Mah, jika ayahnya Sinta meninggal itu sudah takdir dari Ilahi. Jadi untuk apa mamah menyalahkan diri sendiri seperti ini? semua orang kan sudah di gariskan mau meninggal dengan cara apa?"


"Intinya, kecelakaan itu tidak murni kesalahan dari Mamah. Mamah hanya di jadikan alat oleh Allah saja. Bukannya jodoh, rezeki, maut, itu sudah di atur sebelumnya?"


PLAK!


Satu tamparan mendarat di pipi, Rindu.


"Bisa-bisanya kamu mengatakan hal seperti itu, Rindu! untuk apa jika kamu di sekolahkan tinggi-tinggi, tetapi tidak bisa menjaga tutur katamu! mamah sangat kecewa padamu, Rindu!"


"Jika saja waktu itu, mamah tidak menabrak almarhum ayahnya Sinta. Sinta dan ibunya tidak menderita!"

__ADS_1


"Apa kamu tidak bisa memposisikan diri mu, hah? jika kamu ada di posisi Sinta bagaimana rasanya? dari kecil sudah di tinggal oleh Ayahnya?"


"Sinta, Tante minta maaf atas sikap Rindu ya? kamu nggak perlu khawatir, Rindu takkan meminta uang dua milyar itu. Jika hal itu terjadi, biarlah Tante masuk penjara saja untuk menebus kesalahan Tante di masa lalu."


Tiba-tiba air mata, Mamahnya Rindu tertumpah begitu saja. Dia sama sekali tidak mengerti kenapa sifat Rindu sebegitu egois.


"Mah, kenapa justru mamah membela Sinta yang bukan anak kandung mamah? dia itu sudah menyakitiku, mah. Dengan diam-diam cinta pada, Mas Faisal. Dan bahkan sebaliknya Mas Faisal juga Cinta padanya," protes Rindu.


"Secara tidak langsung hal itu membuka celah bagi mereka berdua. Tetapi Sinta tidak menikungmu. Dia memilih pergi dari sini demi kebahagiaan dirimu dan Faisal."


"Dia baik, sangat baik malah. Dia rela tersakiti demi dirimu. Dia mengorbankan rasa cintanya itu, dia tidak egois."


"Mamah bisa memahami apa yang Sinta lakukan padamu. Jika dia tidak baik, mungkin saat ini dia sudah bahagia dan menikah dengan, Faisal."

__ADS_1


"Dia mengesampingkan dirinya hanya demi dirimu. Karena dia merasa telah berhutang budi pada kita. Padahal apa yang Mamah dan papah lakukan untuknya, bukanlah suatu kebaikan. Karena kami melakukan untuk menebus dosa-dosa mamah yang telah menabrak ayahnya hingga meninggal."


"Mbak- Sinta, sekali lagi aku minta maaf untuk kesalahan dan dosaku di masa lalu dan kesalahan Rindu. Kalian nggak usah gelisah lagi, kami tidak akan meminta kembali apa yang telah kami berikan pada, Sinta. Justru aku sangat menyayangkan pendidikan Sinta yang terbengkalai gara-gara dia menjauh pergi."


Rindu sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Sementara Sinta dan ibunya sangat lega.


"Tante, terima kasih atas pengertiannya. Aku pastikan pada Tante dan Rindu, jika aku tidak akan bersama dengan Faisal sampai kapanpun. Karena aku tidak ingin di cap buruk oleh, Rindu," ucap Sinta.


Saat itu juga Sinta dan ibunya pamit pulang beserta Komandan Broto. Bahkan sepanjang perjalanan menuju ke rumah kontrakan, Ibunya Sinta terus saja mengucap terima kasih.


"Mas Broto, terima kasih atas bantuannya. Dan mohon maaf ya, sudah merepotkan. Karena kami bingung ingin minta tolong pada siapa? oh ya, kami turun di sini saja, biar kami naik angkutan umum saja ke rumah kontrakan,' ucap ibunya Sinta.


"Nggak usah sungkan seperti ini, biar aku antar sampai rumah sekalian. Oh ya Sinta, sayang sekali jika kuliahmu terhenti. Bagaimana jika om bantu ya, kamu selesaikan kuliahmu biar om yang membiayai. Supaya kamu punya titel sarjana hingga kelak mudah untuk mencari kerja," saran Om Broto.

__ADS_1


__ADS_2