
"kita udah sampai nih di restoran xxx, nanti kalau kalian udah sampai tanya aja di resepsionis atas nama Klara Putri Anggraini" isi dalam Chat intan
"Iya, kami bentar lagi sampai, lagi macet nih. kok kalian bisa sih cepet banget sampai sana?" chat aldo pada intan
"Ya naik mobil lah masa naik pesawat kan tadi kamu lihat sendiri aku naik mobil Klara" jawab chat intan
"Iya, ya udah kalau kalian mau makan dulu makan aja kasihan kan kalau kamu kelaparan nanti" chat aldo
"iya sayang" jawab Chat intan
*Dimobil Erik
"apa sayang?, kok bisa intan bilang kayak gini?" batin Aldo
*sementara itu Di restoran
"bunga balikin HP aku" ucap intan meminta
" aku pinjam sebentar" ucap bunga sambil sentum
"kan kamu punya hp sendiri" ucap intan yang mulai marah
"iya tapi aku pinjam HP kamu bentar ada yang mau aku urus dan gak bisa pakek hp aku" jawab bunga sambil melihat hp intan
"kalian kenapa sih ribut banget, bunga turun dari kursi" ucap klara
"udah intan biari ajah tu anak emang suka begitu" ucap klara
"ini intan aku kembaliin HP kamu, makasih" ucap bunga mengembalikan Hp intan
"iya sama sama" jawab intan lembut
"kemana sih mereka udah waktunya makan malam belum dateng juga?, intan aku keluar dulu ya cari angin kalau mereka udah dateng telepon aku ajah, aku bawa HP kok" ucap Klara
"iya nanti aku telpon kamu kalau mereka dateng" jawab intan
"Hati-hati kalu jatuh sebut nama aku 3 kali aku pasti gak dateng" ucap bunga sambil melampaikan tangan
__ADS_1
"garing tau" jawab klara sambil berjalan pergi menjauh
klara pergi ke teman dekat restoran untuk menenangkan pikiran, tiba-tiba ada nomer tidak di kenal menelpon klara
"siapa ini nomer gak dikenal?, angkat deh siapa tau penting" ucap klara menjawab telpon
"Ha...halo" suara laki-laki terdengar putus-putus mungkin karena tidak ada sinyal
"ya halo, ini siapa ya?" saut klara
tut...tut...tut telapon terputus
"siapa sih gak jelas, udah lah kali ajah salah sambung gak usah dipikirin" ucap klara
klara yang sedang sibuk berbicara sendiri membicarakan telpon tadi, tiba-tiba ada yang menabrak klara dari belakang
"aduh ma...maaf saya gak sengaja" terdengar suara laki-laki yang tampak familiar bagi klara
klara yang terjatuh masih sibuk membersihkan luka di lututnya
"iya saya baik-baik ajah, cuman luka sedikit dibagian lutut" jawab klara sambil melihat ke atas untuk memastikan siapa laki-laki itu
"Rafli" ucap klara dengan kaget
"klara kok bisa ada di sini?" tanya Rafli
"aku yang harusnya tanya kayak gitu sama kamu, kenapa kamu ada disini bukan nya kamu ada di Amerika?" tanya klara
"iya aku ada di Amerika sekarang dan ini cuman khayalan kamu ajah" jawab Rafli
klara mencoba memastikan nya dengan cara mencubit pipi Rafli
"aduh sakit tau" teriak Rafli
"mana katanya khayalan" ucap klara
"tapi bo(h)ong" saut Rafli
__ADS_1
"kamu apaan sih" ucap klara sambil mencibit Rafli
"gak mau berdiri nih ceritanya, mau duduk di tanah ajah?" ucap Rafli
"ya bantuin dong aku gak bisa berdiri nih gara-gara kamu" ucap klara marah
"iya nyonya besar" jawab Rafli sambil membantu klara berdiri dan menyuruhnya duduk di kursi
"masih inget ajah kamu sama penggilan itu, padahal udah lama benget dari kita masih kecil" jawab klara senyum
"iya mana bisa aku lupa sama kamu yang mau dipanggil nyonya besar" ucap Rafli dengan nada mengejek
"ya itu kan dulu sekarang udah enggak lagi kok" jawab klara
"Oh iya kamu tau dari mana nomer aku" tanya klara
"dari ayah kamu lah masa dari dukun santet" ucap Rafli
"ya mana tau kamu tau dari dukun santet" jawab klara
"Oh iya aku ada makan malem sama temen-temen di restoran deket sini aku harus belik pasti mereka khawatir mana hp aku rusak lagi, kamu mau ikut" ucap klara khawatir
*diwaktu yang sama saat di restoran
"akhirnya kalian sampai juga dari mana aja sih kok lama banget" ucap bunga dengan jutek
"Iya soalnya tadi macet banget sih di jalan, kok bisa sih kalian sampai duluan?" ucap Erik penasaran
"Nggak tahu, tanya ajah sama sopirnya klara" ucap bunga marah
"Intan kamu ngapain dari tadi kok ngeliatin HP terus" tanya Aldo penasaran
"ini, tadi Klara keluar buat cari angin katanya, tapi sampai sekarang nggak datang juga Udah ditelepon tapi gak nyambung" ucap intan dengan khawatir
mendengar ucapan Intan Eric langsung berlari keluar ruangan dan langsung pergi mencari klara
"Erik tunggu" ucap aldo dan pergi menyusul
__ADS_1