
"Aduh Klara di mana sih kok belum balik-balik, mana Ditelepon nggak diangkat lagi" batin Erik
"Aduh Klara Angkat dong" ucap erik khawatir
sementara Erik sedang mencari Klara, Rafli dan Klara masih sibuk berbincang-bincang soal masa lalu
*Di waktu yang sama ditaman
"kamu mau ikut nggak makan bareng sama aku dan teman-teman" tanya Klara
"Enggak usah nanti aku mengganggu kalian" ucap Rafli merasa takut mengganggu
"santai aja kali, lagian ada si Erik" jawab klara dengan nada cuek
"kok kamu nyebut bernama Erik dengan nada kayak gitu sih, ada masalah lagi sama Erik?" tanya Rafli dengan lembut
"Gak....gak ada apa-apa kok" jawab Klara cuek
"Cepetan apa?, Kalau ada masalah cerita jangan dipendam Kapan selesainya" saut Rafli marah
"tanya aja sendiri sama orangnya malas aku jawabnya, udah yuk ke restoran aja dingin disini" ucap klara mengajak pergi ke restoran
"nih pakai aja jaket aku kalau kedinginan, yuk ke restoran" ucap Rafli sambil melepas jaket yang dia pakai dan memakaikan ke Klara
Klara dan Rafli pun pergi ke restoran sementara Erik tidak tau ada di mana, beberapa saat kemudian Klara dan Rafli sudah sampai di restoran
"Cie yang pulang-pulang langsung bawa seseorang, Kenalin dong?" ucap bunga dengan nada mengejek
__ADS_1
"Nih kenalin dia sahabat aku, namanya Putra Rafli Wijaya" ucap Klara yang mengenalkan Rafli
"Oh salam kenal ya, aku bunga sahabatnya Klara juga, Kamu sekolah dimana?" ucap bunga sambil bersalaman dengan Rafli
"Rahasia dong Aku sekolah di mana, Nanti juga kalian akan tau" ucap Rafli
"Ehem tangan itu enggak dilepas-lepas?, ucap Erik dengan nada menyinggung
"Eh maaf tangannya" ucap bunga dan spontan melepas tangan Rafli
"Iya enggak apa-apa" ucap Rafli lembut
"Oh iya Klara katanya ada Erik, mana?" ucap Rafli mencari Erik
"Erik tadi dia pergi nyari Klara, sampai sekarang belum kembali juga. Emang kalian nggak ketemu sama dia di jalan?
"coba aku telepon Aldo dulu, tadi dia juga nyusul Erik" ucap Intan yang sedang menelpon Aldo
setelah Intan menelpon Aldo, beberapa saat kemudian Aldo datang, tapi Aldo datang sendirian tidak bersama Erik
"Loh Do kok sendirian, Erik mana?" tanya Agam
"Tadi aku ketemu Erik katanya dia sakit perut terus pulang duluan, Tapi anehnya ekspresi sedih" ucap Aldo dengan bingung
"Emang kenapa dia sedih" tanya Intan dengan penasaran
"Nggak tahu juga, tadi pas aku ketemu dia lagi duduk di kursi taman"
__ADS_1
"Ya udah biarin aja dia, mending kita ngerayain hari jadian nya Aldo sama Intan yuk" ucap bunga untuk mencairkan suasana
malam itu mereka habiskan dengan bersenang-senang, makan-makan dan penuh canda tawa
*Sementara itu di rumah Erik
"tadi di taman Klara sama siapa ya?, sampai di pakai jaket lagi sama laki-laki itu" batin Erik
"duh b*d*h banget sih aku, kenapa aku gak disamperin ajah tadi Klara?, Erik sambil menggaruk-garuk kepalanya
"udah lah aku tidur ajah dari pada mikirin klara terus, lagian besok kan sekolah" ucap Erik dan mencoba untuk tidur
setelah sudah larut malam klara dan teman-temannya pun pulang ke rumah masing-masing
*Di rumah klara
"bik, Papa sama Mama mana Kok rumah sepi banget?" tanya Klara pada pembantunya
"Tuan sama Nyonya belum pulang Non katanya Mereka enggak pulang malam ini, Jadi Nona tidur aja duluan" ucap pembantunya dengan sopan
"Ya udah Bik Saya tidur dulu" ucap Klara pada pembantunya
Malam ini terasa sunyi bagi Klara karena dia tidak melihat sosok orang tuanya, orang tua Klara sibuk dengan urusan masing-masing sampai tidak memperdulikan anaknya sendiri. mereka seakan tergila-gila dengan pekerjaan mereka masing-masing,
"Mah, Pah. Klara pengen kita seperti dulu lagi, Klara pengen semuanya berjalan seperti dulu mama dan papa selalu ada setiap malam menemani Klara, Klara tidak butuh uang, Klara tidak butuh kemewahan ini, klara cuma butuh kasih sayang mama sama papa dengan ada mama dan papa itu sudah cukup bagi klara" ucap klara sambil menangis
"Ya tuhan tolong kabulkan permintaan klara satu kali saja, untuk mendapatkan kasih sayang mama dan papa seperti dulu lagi" ucap klara sambil memohon dan mencoba tidur walau air mata terus menetes
__ADS_1