Persit Untuk Kapten

Persit Untuk Kapten
-Bandung dan Dia-


__ADS_3

Seminggu Kemudian..


Tasya P.O.V


Aku sudah dalam perjalanan menuju ke Bandung. Sebentar lagi aku akan sampai di stasiun dan Ipip udah stand by untuk menjemput ku.


Ponsel ku berdering dan memperlihatkan nama 'Ipip'. Aku segera mengangkat sambungan telfon dan tersenyum. "Hallo, Ip. Kenapa?" Tanya ku. "Sya, kamu udah makan belum? Biar Ip sekalian beliin nanti jadinya kamu sampai makan dulu abis itu baru otw pulang." Kata Ipip yang membuat ku tersenyum. "Ip, berangkatnya aja kan semalam. Tasya belum makan hehehehe tapi udah ga usah beli makanan. Tasya makan bareng kamu aja di rumah sama bunda kamu. Okay?" Tanya ku. "Oh okay deh. Ip udah mau sampai nih." Kata Ipip yang membuat ku tersenyum. Setelah sambungan telfon terputus, aku kembali duduk dengan tenang dan melihat pemandangan yang menyejukan. Aku mengambil kertas dan menuliskan satu quotes yakni, 'Semua akan ada prosesnya. Keep Strong!' Setelah itu aku foto dan aku upload ke instagram.


Setengah jam kemudian, kereta yang ku tumpangi sampai di stasiun tujuan ku. Aku langsung aja turun dan segera mengambil barang-barang ku. Aku sengaja ga bawa koper karna nanti ribet. Aku mendingan bawa tas jinjing yang besar jadinya ga perlu ribet bawa koper yang berat.


Aku tiba di pintu keluar penumpang dan melihat Ipip sedang mengobrol dengan seorang satpam. "Ip!!!!" Panggil ku. Ipip menengok dan tersenyum melihat ku. Dia langsung menghampiri ku dan memeluk ku. "Emak harimau!!" Panggil nya seraya memeluk ku. "Weh sundel jangan manggil Tasya, Mak Harimau kek. Nanti orang ngiranya beneran." Kata ku seraya tersenyum. Ip membawakan tas ku dan kami segera menuju ke motornya.


Letak rumah Ipip sama stasiun lumayan jauh guys. "Sya? Yakin mau makan di rumah aja?" Tanya Ip yang ku jawab anggukan. "Ok deh." Katanya seraya tersenyum. Aku yang kelelahan tanpa sadar, tertidur seraya memeluk Ip dari belakang.


SKIP


Ajeep P.O.V

__ADS_1


Saat sampai di rumah, aku bisa melihat bunda yang sudah stand by di depan rumah seraya tersenyum. Saat aku melihat di kaca spion, Tasya tidur ternyata.


"Jeep, dia pasti kecapean. Kamu gendong dia aja ke kamar bunda atau ke kamar kamu dulu." Kata bunda. Aku langsung menggendong Tasya ke kamar ku. Eeiittss! Jangan salah paham guys. Ini biar Tasya ga kaget kalo liat kamar nya beda karna kan ada foto aku. "Bunda bawa barang nya aja." Kata bunda yang  ku jawab gelengan kepala ku. "Jangan. Bunda masak aja mendingan. Barang dia biar aku yang bawa ya, bun." Kata ku yang membuat bunda tersenyum. "Bunda makin yakin kalo kamu cinta sama Tasya." Kata bunda seraya masuk ke rumah. Aku menggendong Tasya seraya membawa tas jinjing nya juga.


Aku mengelus pelan rambut nya lalu aku selimuti dia. Setelah itu aku keluar dari kamar dan segera mandi di kamar bunda.


SKIP


Aku sedang membaca novel ku saat merasakan ranjang ku bergerak. "Sya? Udah bangun?" Tanya ku seraya mengelus rambutnya. "Udah, Ip. Eh kok aku di kamar kamu deh?" Tanya Tasya. "Kamu tadi ketiduran. Aku ga mau kamu panik ga liat aku." Kata ku seraya mengelus rambutnya.


Aku tersenyum mengingat muka polos Tasya saat dia tidur. Cantik!


Tok!! Tok!! Tok!!


"Jeep, bunda boleh masuk ga?" Tanya bunda. "Iya, bun." Jawab ku. Bunda masuk dan memperlihatkan kalung yang pernah aku kasih ke Tasya. "Ini kayaknya kalung yang kamu beli kan? Jadi waktu itu kamu kasih ke dia toh. Pantesan spesial banget." Ledek bunda yang membuat ku tertawa. "Bunda, itu punya Tasya jangan diambil hehehehe." Ledek ku. "Enak aja. Bunda aja udah kamu beliin cincin. Makasih ya, nak. Kamu udah capek-capek kerja sambil kuliah. Dan gaji pertama kamu, kamu kasih ke bunda juga. Dan sekarang, kamu ngasih bunda mantu yang sangat berharga bagi bunda." Kata bunda seraya tersenyum. "Bunda, perjuangan bunda dulu lebih pahit saat harus ngerawat aku dan adik." Kata ku seraya tersenyum. "Yaudah sekarang bunda ke kamar dulu ya. Ini mau balikin kalung ini ke Tasya." kata Bunda yang ku jawab anggukan.


Aku kembali membaca novel ku seraya tersenyum. Bunda udah setuju.

__ADS_1


Ga lama kemudian, aku mendengar ada yang memanggil nama ku. Aku langsung membuka pintu dan melihat Tasya yang sudah rapi dengan kaos berlengan panjang berwarna hitam dan celana panjang berwarna hitam.


"Ip, ayo makan! Kata bunda, makanannya udah siap. Yuk!!" Ajaknya yang membuat ku tersenyum. Aku menutup pintu kamar dan berjalan menuju ruang makan. Aku melihat banyak makanan yang dihidangkan.


"Bunda tumben masaknya banyak." kata Anya, adik ku yang berumur 8 tahun. "Ini ada yang masakan Ka Tasya juga lho. Kenalan dong sama Ka Tasya!" kata bunda seraya tersenyum. Anya lalu menatap Tasya dan memeluknya. "Hallo Ka Tasya! Nama aku Anya. Aku adiknya A'a." kata Anya yang membuat kami tertawa. "Hai, Anya. Nama kakak, Tasya. Panggil aja Ka Tasya. Okay anak manis!" kata Tasya seraya tersenyum. Inilah yang membuat ku bahagia. Dia selalu nunjukin sifat apa adanya dimana pun dia berada.


"Jadi ini ada masakan kamu juga, Sya?" tanya ku yang dia jawab gelengan. "Ini bunda kok yang masak. Aku mah cuman bantu sedikit." kata Tasya. "Eh enggak lho. Dia aja sampai ngebersihin ayam, ikan. Keren ga tuh. Bunda seumuran dia dulu malah jijik megang daging." kata bunda yang membuat ku tertawa. "Gimana, Sya? Lulus ga nih?" tanya bunda yang membuat ku tersenyum. "Lulus bund. Alhamdulillah." kata Tasya seraya tersenyum.


______________________


***Yeay! Finally aku bisa Fast Update. Walau ini karna aku ga bisa tidur hehehehe.


Like yuk guys.


Anjeli Puja


09/09/2020***

__ADS_1


__ADS_2