
Tasya P.O.V
Setelah selesai masak, aku langsung membantu bunda membereskan dapur bersama dengan Tante Maya. Kami bahkan tertawa layaknya anak dan ibu. Huft! Jadi kangen mama deh. Sayangnya mama lebih milih tinggal sama Kakak Lia di Bogor. Sedangkan aku sama Kakak Clay di Depok karna kuliah. Dan ini saat-saat yang paling aku kangenin. Bercanda sama seorang ibu. Walau ini bunda nya Ipip sih hehehehe. "Sya? Kenapa sayang? Kok murung tiba-tiba?" Tanya bunda. "Gapapa kok, bun. Cuman keinget sama mama aja." Kata ku seraya tersenyum dan melanjutkan mencuci piring. "Emang mama kamu dimana?" Tanya bunda. "Mama tinggal sama kakak pertama, bun. Karna kan kalo Tasya ga bisa ikut karna kuliah dan mama mau jagain anak-anak kakak pertama Tasya. Jadi ya mama tinggal sama kakak pertama deh hehehehe." Kata ku seraya tertawa dan melanjutkan menyuci piring. Bunda langsung membalikan tubuh ku dan dia memeluk ku. "Bunda akan selalu jadi bunda Ajeep. Tapi satu hal yang harus kamu tau, bunda juga sayang sama kamu kayak bunda sayang ke Ajeep. Kamu udah kayak anak bunda. Makanya ya kamu jangan murung gitu. Kan ada bunda." Kata bunda yang membuat ku tersenyum dan menganggukan kepala. Tante Maya menghampiri ku dan mengelus rambut ku. "Kamu anak yang baik, Sya. Tante bersyukur ketemu kamu. Tante bersyukur sahabat tante akan dapat seorang mantu yang baik kayak kamu." Kata Tante Maya yang membuat ku bingung. "Mantu?" Tanya ku. "Eh! Anak maksudnya hehehehe." Kata Tante Maya tertawa. Dia memeluk ku dan aku tersenyum. "Tiga hari lagi kamu pulang. Bunda harap kita bisa selalu ketemu kayak gini ya, Sya." Kata bunda yang ku jawab anggukan. "Insyaallah, bun. Tasya pasti akan sering main kesini." Kata ku seraya tersenyum.
SKIP
Setelah mandi dan bersiap, aku keluar dari kamar dan melihat Ipip yang lagi main PS sama Anya. "A'a ngalah dong sama Anya." Kata Anya melas ke Ip. "Enak aja." Kata Ipip seraya meledek Anya. Aku memeluk Anya dan mengambil alih PS nya. Anya hanya tersenyum lalu duduk di pangkuan ku. Tanpa bicara, aku menjalankan bagian Anya hingga menang berkali-kali. "Anya jago ya ternyata." Kata Ipip yang masih fokus ke tv seraya melihat permainan PS nya. "Iya dong. Anya kan punya malaikat yang bantuin Anya. Pasti lah Anya pinter." Kata Anya seraya tersenyum. Aku masih membantu Anya sampai Anya mengambil minum. "Nih, a. Jus jambu bikinan bunda." Kata Anya memberikan segelas jus ke Ipip. "Iya." Kata Ip masih ga sadar lalu, "Lho? Kalo Anya ambilin a'a minum, berarti yang main sama a'a siapa?" Tanya Ip bingung menatap Anya. Dia menengok dan tersenyum melihat ku sedang menatapnya. "Saya pa!" Kata ku seraya tersenyum. "Anya, sini sayang!" Ucap ku menyuruh Anya duduk di pangkuan ku. Kami melanjutkan permainan sampai waktu habis dan pemenangnya aku dan Anya. "Yah! A'a kalah!" Kata Anya meledek Ipip. "Eeiittsss ya wajar lah. Kan Ka Tasya mah sering main ps. Pasti lah jago." Kata Ipip tersenyum. "Yaudah, kakak sama a'a ke rumah temen dulu ya. Kamu disini sama bunda. Jangan nakal okay anak manis?" Tanya ku seraya mengelus rambut Anya. "Okay ka Tasya!" Kata Anya yang membuat ku tersenyum.
Ipip menyalakan motor nya dan memakai sarung tangannya. "Kamu udah chat Novi belum?" Tanya Ip yang ku jawab anggukan. "Udah kok, Ip." Kata ku. "Sya?" Panggil Ip yang membuat ku menoleh. "Kenapa, Ip?" Tanya ku. "Makasih ya. Sejak ada kamu, Anya jadi semangat terus buat belajar. Biasanya dia males lho." Kata Ip yang membuat ku tersenyum dan menganggukan kepala.
__ADS_1
Kamipun berangkat ke taman untuk bertemu dengan Fei dan Mario dulu. Saat sampai di taman, aku melihat Fei sedang duduk di ayunan bersama seorang laki-laki. "Fei!!" Panggil Ip yang membuat dia menengok.
Ajeep P.O.V
"Fei!" Panggil ku agar Fei menengok. Dia langsung lari menghampiri kami eh ralat! Menghampiri Tasya. "Tasya! Akhirnya kita ketemu ya!" Kata Fei seraya tersenyum. "Iya ya, Fei. Udah berapa lama kita janjian mau ketemu? Eh ketemu nya baru sekarang! Hahahahaha!" Kata Tasya seraya tertawa sama Fei. Tuh kan mereka kalo digabungin pasti jadi duo heboh. "By the way, kenalin. Ini Mario, pacar aku." Kata Fei memperkenalkan Mario. "Hai! Mario!" Kata Mario bersalaman dengan Tasya. "Tasya!" Jawab Tasya seraya tersenyum. "Yaudah yuk! Kita jadi mau ke rumah Novi kan?" Tanya Fei yang kami jawab anggukan. Mario mendekati ku dan berbisik, "Buruan gebet dia. Nanti diambil orang lho. Dia cantik, pintar, ramah. Perfect lho. Kalo gw ga terlalu cinta sama Fei mah pasti deh gw gebet." Bisik Mario yang membuat ku tertawa. "Lo sakitin sahabat gw, siap-siap babak belur." Kata ku seraya berbisik. "Btw, Jeep? Lo jadi mau masuk akmil?" Tanya Fei yang ku jawab anggukan. "Jadi. Harus jadi. Do'ain aja semoga lancar." Kata ku seraya tersenyum. Kamipun mulai berangkat ke Rumah Novi.
SKIP
Mario mengajak ku ke taman. "Ini saatnya bro. Saatnya lo nembak Tasya. Kalo lo memperlambat, nanti malah kasian di Tasya nya. Dia cinta sama lo. Gw liat dari matanya. Jadiin dia milik lo seenggaknya kalian bisa jaga hati masing-masing sebelum ke pernikahan." Kata Mario. Aku menganggukan kepala ku. "Jadi gimana rencana lo?" Tanya Mario.
__ADS_1
"Gini aja. Nanti malam, kita ajak cewek-cewek kesini. Nanti kita harus koordinasi sama Fei dan Novi. Nanti saat Tasya gw suruh beli minum, kita ngumpet. Nanti kita akan keluar dari tempat persembunyian sambil bawa kembang api. Setelah itu, gw minta tolong ya sama lo buat nyanyiin satu lagu." Kata ku. "Mau lagu apaan?" Tanya Mario. "Everything I Do. Lagunya Bryan Adam. Gimana?" Tanya ku. "Lagu yang sering kita mainin kan ya itu?"tanya Mario yang ku jawab anggukan. "Okay got it!" Kata Mario. "Yaudah yuk! Kita beli martabaknya sekalian kita beli perlengkapannya. Nanti jangan lupa, bunda sama Anya di ajak. Pesenin aja Grab Car." Kata Mario lagi. Aku tersenyum.
___________________
Double up guys. Makasih untuk ide yang datang di jam aku ga bisa tidur hehehehe. Don't forget to like and coment guys. Kalo bisa jadiin favorit ya👍🏻
Anjeli Puja
10/09/2020
__ADS_1