
Anastasya P.O.V
"Sya, Ip bentar lagi sampai ya di stasiun. Jemput lho." Begitulah ucap seorang lelaki lewat telfon yang membuat ku tersenyum. "Iya, Ip. Siap!!" Ucap ku seraya mengendarai motor ku. Saat ini, aku akan menjemput Ajeep yang sekarang ini ku panggil 'Ipip'. Dia datang ke Depok guys!! Aku akan jemput dia di stasiun Depok Baru.
SKIP
Aku menunggu di luar stasiun seraya memainkan ponsel ku. Sampai seseorang menepuk pundak ku. "Sya!!" Aku tersentak mendengar suara Ipip. "Eh, Ip!!!" Sapa ku seraya tersenyum. "Kamu udah pesan hotel belum?" tanya ku. "Belum nih. Cariin bisa ga?" tanya Ipip yang ku jawab anggukan. Kami langsung mengelilingi Depok untuk mencari hotel yang pas tapi mereka ngasih harga diatas rata-rata. "Yaudah, kamu nginep aja di rumah aku. Ada kakak aku yang cowok kok. Nanti kamu tidur di kamar tamu aja. Ok Letnan?!!" Ucap ku seraya tersenyum. "Ok deh." katanya seraya tersenyum.
__ADS_1
"Laper ga, Ip?" tanya ku. "Laper hehehe yuk cari makan disana!" Ajak Ipip seraya menunjuk ITC Depok. Aku langsung menganggukan kepala ku.
Kami mampir ke ITC Depok untuk makan di food court nya. "Sya, aku lupa ngasih ini ke kamu." Kata Ipip seraya memberikan sebuah kotak yang dibungkus kertas kado. "Ih kamu kenapa bawain sih, Ip. Kamu kan juga butuh uang untuk kamu kuliah." kata ku merasa tidak enak. "Ih, kamu ga usah begitu deh. Ini gaji pertama aku. Gih buka!" Kata Ipip seraya tersenyum. Aku membuka kotaknya dan melihat ada kalung dengan liontinnya yang berbentuk kunci dan hati.
"Ip, kamu kenapa beliin Tasya ini? Ini mahal. Nanti kamu ga bisa nabung lho untuk nanti di akmil." kata ku seraya menatap Ipip yang tersenyum. "It's okay, Sya. Kan aku udah bilang ini itu gaji pertama aku. Lagian mama juga udah duluan aku kasih kok." kata Ipip seraya tersenyum. "Sini, Ip pakaikan ya." kata Ipip yang ku jawab anggukan. Senyum ku terukir saat Ipip mulai mengalungkan kalung yang dia beli. GOD!! KENAPA AKU BAPER SIH!!
__ADS_1
"Kenapa kamu ga bilang ke dia?" tanya ku seraya menahan sesak di dada ku. "Ih aku tuh malu, Sya. Deg-deg an." kata Ipip. Aku langsung menggenggam tangannya dan tersenyum. "Kejar dia. Kamu mendingan kasih tau dia segera deh. Nanti di ambil orang." kata ku seraya tersenyum walau hati ku menangis.
"Iya deh nanti aja pas aku udah balik ke Bandung lagi." katanya yang ku jawab anggukan. Saat makanan kami datang, kami mulai menyantap makanan kami.
"Sya, menurut kamu. Aku sama Fei tuh pantes ga sih?" Lagi-lagi dia nanyain itu ke aku. Apa dia ga tau ya kalo aku mau nangis ngedenger nya.
"Pantes lah Ip. Kamu tuh perfect dan Fei juga perfect. All of you is Perfect Couple." kata ku seraya meneteskan air mata. "Sya? Kenapa? Kok nangis?" tanya Ipip. "Gapapa, Ip. Ini bakso punya aku kepedesan. Jadinya keluar air mata." kata ku seraya tersenyum dan pura-pura kepedesan.
__ADS_1
"Nih minum dulu!" kata Ipip seraya memberikan es teh manis pesanannya. "Ih gapapa nanti aja. Nanti kan minuman yang aku pesen juga bakalan dateng kok." ucap ku. "Ga. Minum sekarang. Aku ga mau nanti kamu masuk Rumah Sakit lagi kayak dulu gara-gara makan ayam geprek kepedesan." kata Ipip yang membuat ku tertawa.
"Ip!" Panggil ku. Dia menengok seraya tersenyum. "You've break my heart." Ucap ku singkat. Aku melihat dia yang seperti orang kaget.