Persit Untuk Kapten

Persit Untuk Kapten
-SAH (part 1)-


__ADS_3

Tasya P.O.V


"Ndok, kamu tunggu disini dulu ya sampai akadnya udah selesai dan kamu udah sah jadi suami istri sama pasanganmu. Mama turun dulu nanti ketiga sahabat kamu bantu kamu turun. Hiffa dan Ka Vhiya nanti jemput kamu." Kata mama yang ku jawab anggukan seraya tersenyum.


Aku menatap cermin dan cukup kaget ngeliat muka aku yang full make up. Malu weh berasa pakai topeng!!


"You're perfect kak!" Kata Waffa yang membuatku tersenyum. "Gila kak muka lo berubah banget kalo make up!" Kata Alya yang membuatku tertawa. "Gw jadi ga sabar liat reaksi laki lo pas liat lo full make up." Kata Putri yang membuat ku tertawa.


Saat kami sedang asik mengobrol, aku mendengar keributan di ruang tamu.


"Waf, coba lo liat ada apa!" Kata Alya. Waffa berdiri dan menuju ke jendela lalu dalam sekejap matanya membulat karna kaget.


"Ka! Kakak Ipar udah dateng!!" Kata Waffa heboh. Aku mulai merasa deg-deg an. Aku tidak berani melihat lewat jendela. Aku memilih menenangkan diri di depan jendela.


"Everything gonna be alright babe." Batin ku seraya tersenyum.


"Tes! Okay! Assalamualaikum warahmatullahi wabbarakatuh! Kepada yang terhormat, keluarga dari mempelai pria beserta kerabatnya. Lalu keluarga mempelai wanita beserta kerabatnya. Selamat datang dipernikahan Ajeep dan Tasya. Sebelumnya mari kita panjatkan doa pada allah subhanahuwata'ala dengan harapan agar acara ini berjalan dengan lancar." Aku mendengar suara Mas Bagas yang merupakan adik dari Mas Agung.


"Acara pertama adalah sambutan dari perwakilan keluarga mempelai wanita. Teruntuk Ka Yus dipersilakan!" Ucap Mas Agung.


"Hallo, selamat pagi semua! Saya ucapkan selamat datang teruntuk keluarga adik ipar saya. Semoga dengan pernikahan ini kita bisa menjalin tali persaudaraan dengan erat dan harmonis. Teruntuk mempelai pria, jaga adik saya baik-baik. Bukan perkara yang mudah saat dia kehilangan sosok ayah dalam dirinya. Tapi saya yakin kamu selalu bisa membahagiakan dia. Sekian dari saya, terima kasih!" Kata Ka Yus.


Aku mulai menggenggam tangan Waffa. Dan aku melihat Waffa tersenyum. "Jangan sok deg-degan deh kak! Biasanya lo santuy aja kalo ada acara." Kata Waffa.


"Kampret. Ini kan gw mau nikah. Deg-degan weh!!" Kata ku seraya menunjukan wajah tegang ku. "Ka nanti kalo pas Ka Ipip ngucap Ijab Qabul, doain kita-kita ya siapa tau bisa cepet dapet jodoh." Kata Alya yang membuat ku tersenyum.


"Bagaimana kalau kita langsung mulai saja ijab qabulnya?" Tanya Mas Agung. "Wah ide bagus tuh! Pasti mempelai pria udah ga sabar melihat si Tasya nih! Mangga Pak memulai ijab qabul!" Kata Mas Bagas.

__ADS_1


Aku mulai tegang dan aku akhirnya menatap ketiga sahabat ku.


"Ekhem!! Bismillahirahmannirahim! Gimana lek? Siap kan?" Aku mendengar suara Paklek. "Siap!" Aku mendengar suara Ip. Aku tersenyum mendengar suara seseorang yang sudah dua minggu tidak ku dengar.


"Baik. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ajeep Akbar bin Adam Akbar dengan keponakan saya bernama Anastasya Violetta binti Budi Purwantoro dengan Mas kawin alat sholat, satu hektare tanah, dan uang sebesar 40 Juta di bayar tunai!" Ucap paklek.


"SAH!!" Aku tersentak mendengar jawaban Ip. "Kakak ipar kenapa kak? Kok ga fokus dah?" tanya Waffa. "Ga tau dah." jawab ku.


"Nak, jangan sampai salah yah. Kalau tiga kali salah artinya batal lho. Semoga kali ini lancar." Ucap paklek. "Pak, ini bukti kalau dia belum pernah menikah. Atuh kalo lancar banget mah perlu dipertanyakan apa hasil dia latihan atau apa ya kan mas?" Ucap Mas Bagas yang membuat para tamu tertawa.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ajeep Akbar bin Adam Akbar dengan keponakan saya bernama Anastasya Violetta binti Budi Purwantara dengan Mas kawin alat sholat, satu hektare tanah, dan uang sebesar 40 Juta di bayar tunai!" Kata Paklek.


"Saya terima nikah dan kawin nya Anastasya Violetta binti Budi Purwantara dengan Mas Kawin tersebut dibayar tunai!" Ucap Ip yang membuat ku lega.


"Bagaimana para saksi? Sah?" Tanya Pa Penghulu. "SAH!" Ucap semua orang. "Alhamdulillah!" Ucap semua orang.


Tok! Tok! Tok!


Waffa membuka pintu dan terlihat Hiffa dan Ka Vhiya. "Congrats sahabat gw!! Samawa ya!!" Kata Hiffa. "Thanks babe!!" Ucap ku seraya tertawa. "Congrats adek gw!!" Kata Ka Vhiya seraya memeluk ku. "Makasih kakak laknat gw!" Kata ku seraya tertawa.


Kami menuju ke ruang tamu untuk menjalani adat balangan gantal. Aku melihat Ip sudah berdiri dengan jarak dua meter di depan ku. Dia tersenyum begitu juga dengan bunda yang berada di sebelahnya.


Mama memeluk ku dan memberikan 3 gantal (Sirih yang diikat dengan benang putih) lalu aku menatap Ip. Aku dan Ip mulai melemparkan gantal sesuai adatnya. Dia melempar ke dada ku dan aku ke lututnya.


Setelah itu, dia menghampiriku dan mencium keningku. Aku pun mencium tangannya.


"Kamu cantik by!" Ucap nya yang membuat ku tersipu. Ip membantuku berjalan ke penghulu untuk menandatangani surat pernikahan. Setelah selesai, Ip mulai memasangkan cincin di jari manis ku. Begitu juga dengan aku yang memasangkan cincin di jari manisnya.

__ADS_1



"Dipersilakan kedua mempelai bertemu dengan kedua orang tua!" Kata Mas Agung. Ip membantuku berjalan ke mama, paklek, dan bulek yang sudah duduk di dekat meja akad.


Aku bertemu dengan mama dan bulek yang duduknya bersebelahan. Aku tersenyum tapi mataku mulai menangis.


"Selamat anak mama! Mama harap kamu selalu bisa menjadi istri yang baik bagi suami mu." Kata mama seraya menangis. Aku memeluk mama. Aku menatap bulek dan memeluknya.


"Selamat ya ndok. Bulek sekarang udah punya mantu lagi nih semoga sakinah mawadah warahmah ya." Kata bulek yang ku jawab anggukan.


Aku mendatangi paklek dan memeluknya. "Mas, anak mu sudah jadi istri sekarang. Selamat ya ndok. Paklek selalu mengharapkan yang terbaik bagi kamu. Semoga keluargamu sakinah, mawadah, warahmah yah." Kata Paklek yang ku jawab anggukan seraya tersenyum.


Setelah itu kami ke bunda dan Ayah. Aku menemui ayah dulu. Ayah terlihat menangis dan langsung memeluk ku.


"Selamat datang nak di keluarga kami. Kamu bukan hanya mantu disini tapi juga anak kami. Selalu sabar ya nak dalam membina rumah tangga. Ga akan mudah nantinya tapi kalian akan bersatu membuat semua rintangan menjadi mudah." Kata Ayah yang membuatku tersenyum.


Aku bertukar tempat dengan Ip. Sekarang aku memeluk bunda. "Welcome to our family sayang. Akhirnya kamu jadi anak bunda. Bunda harap kita bisa kompak ya nak. Jagain anak bunda, kalau dia salah nasehati jangan kamu tinggali ya nak. Bunda sayang Tasya." Kata bunda yang membuatku tersenyum.


Setelah selesai, Ip menuntunku ke tengah panggung dan mencium kening ku. "Love you sayang!" Ucapnya yang membuatku tersenyum. Aku mencium tangan Ip dan mencium pipinya. "Love you too babe!" Jawab ku.


______________


Ini part 1 nya guys. Semoga kalian enjoy ya.


Anjeli Puja


22/11/2020

__ADS_1


21.30 Malam


__ADS_2