
Tasya P.O.V
Hari berlalu dengan cepat. Kini, saatnya aku menulis skripsi. Masuk jalur Eksklarasi pasti bakalan sibuk guys dan inilah aku. Aku bisa menyelesaikan S1 di umur ku yang masih 19 tahun. Saat ini aku lagi sibuk di kamar ku. Aku lagi mencari beberapa sumber yang bisa ku gunakan untuk menjadi bahan skripsi ku. Menjadi seorang mahasiswi jurusan pendidikan sejarah cukup sulit sih karna kita harus nemuin beberapa hal yang kemungkinan besar susah di dapat.
Sampai sekarang ini aku masih memikirkan apa yang harus aku jadikan bahan skripsi. Apakah keragaman budaya? Atau Cara Mendidik Seorang Siswa Agar Cinta Sejarah?
__ADS_1
Kayaknya ide kedua boleh juga tuh. Aku mulai membuat skripsi ku. Aku juga memperhatikan huruf kapital beserta tanda bacanya. Kalian taulah yah skripsi tuh ga boleh ada yang salah dalam penulisannya.
Ponsel ku berdering dan memperlihatkan nama 'Ipip' akupun segera mengangkat sambungan telfon itu. "Assalamualaikum, Sya!!" Sapa Ipip yang membuat ku tersenyum. "Wa'alaikumsalam, Ip. Kenapa nelfon Tasya?" tanya ku. "Coba ayo video call, Sya. Ip kangen sama Tasya." kata Ipip yang hanya membuat ku tersenyum. "Tasya lagi nyusun skripsi, Ip." kata ku seraya mengetik laptop ku. Aku melihat ajakan dari Ipip untuk video call. Akupun mengangkatnya seraya tersenyum. "Hallo, Bu Guru!!" Sapa Ipip seraya tersenyum. "Masih calon, Ip." Kata ku seraya tersenyum. "Iya kan tetep aja kamu udah ada di depan gerbang pendidikan, Sya. Intinya apapun itu, kamu semangat ya! Ip selalu dukung apapun yang kamu lakukan kecuali yang negatif. Ok sayang?" Kata Ip yang membuat ku kaget. "Ip, awas nanti aku baper gimana. Kan bahaya." Ucap ku seraya tertawa. "Kalo baper, yaudah kita nikah." Kata Ip yang membuat ku tertawa. "Bisa aja nih pa Letnan ngeles nya kayak bajaj." Kata ku seraya tertawa. "Wait, kamu pose deh!" Kata Ip yang membuat ku bingung. "Kamu foto aja lagi senyum atau apa kek. Ip mau SS. Mau Ip kasih ke bunda. Bunda mau tau, Tasya itu kayak gimana orangnya." Kata Ip yang membuat ku tersenyum.
"Ajeep, kamu ngomong sama siapa?" Aku mendengar suara seorang wanita. "Sama Tasya, bun." Kata Ip. "Walah mana yang namanya Tasya? Bunda mau kenalan dong!!" kata bundanya. Aku melihat ponsel Ip diambil alih dan sekarang aku bisa melihat wajah bundanya Ip yang berjilbab. Ih jadi mau!!
__ADS_1
"Jodoh ga ada yang tau, tant." Kata ku seraya tersenyum. "Tapi anak tante itu masuk kriteria kamu ga sih?" Tanya bundanya Ip. "Masuk kok tant." Kata ku seraya tersenyum. "Coba jelasin ke tante. Gimana perasaan kamu ke Ajeep?" Tanya bundanya Ip. "Gimana ya tant. Ipip tuh cowok nya baik, pemikirannya maju, terus juga ya Ipip tuh beda sama cowok lain. Keinginannya dalam ngejaga negara tuh kuat banget." Kata ku seraya tersenyum. "Kamu main dong ke Bandung, Sya. Nanti tidur nya disini aja sama tante. Kan tante ga ada temen kalo di rumah. Ajeep mah keasikan dikamar terus kayaknya sih dia sibuk. Tante jadinya ga ada temen." Kata bundanya Ip. Aku segera menganggukan kepala ku. "Nanti ya tant. Tasya beberapa hari kedepan insyaallah mau tulis skripsi abis itu sidang. Do'ain aja semoga cepet kelar hehehe." kata ku seraya tersenyum. "Kamu masih umur 19 tahun kan?" tanta bunda nya Ip yang ku jawab anggukan. "Kok udah mau lulus?" tanya bundanya Ip. "Jalur Eksklarasi, tant. Tasya masuk jalur itu jadi kuliahnya dua tahun dan dapet S1." kata ku seraya tersenyum. "Wah! Pasti kamu pintar. Kata Ajeep, kamu mau jadi guru ya?" tanya Bundanya Ip seraya tersenyum. "Iya tant. Tasya mau jadi guru sejarah. Do'ain ya tant semoga tercapai." Kata ku seraya tersenyum. "Aammiinn tante pasti selalu do'ain kamu kok. Oh iya kamu lagi sibuk kan ngetik skripsi? Matiin aja telfonnya ya. Ajeep juga lagi mandi. Kalo gitu tante tinggal ya. Assalamualaikum!" ucap bundanya yang membuat ku tersenyum. "Wa'alaikumsalam!" jawab ku seraya tersenyum.
___________________
**Yeay!! Finally part ini ku publish juga hehehehe. Btw do'ain ya semoga aku punya banyak waktu uang jadinya bisa deh nulis cerita ini tiap hari hehehhee.
__ADS_1
AnjeliPuja
8/9/2020**