
Ajeep P.O.V
Sudah seminggu aku disini tinggal bersama Tasya dan kakak nya. Dan kini tibalah saatnya aku kembali ke rumah ku di Bandung. Dan aku akan meminta Fei menjadi seseorang yang berharga dalam hidup ku. Aku sudah sampai di stasiun Jakarta Kota dengan diantar oleh Tasya. Dia memeluk ku sebentar seraya tersenyum. Akupun mengelus rambutnya. "Semangat, Ip. You can do it! Hati-hati di jalan okay, dan nanti Tasya tunggu berita hubungan kamu sama Fei." Kata Tasya seraya tersenyum. Kali ini aku merasakan sesuatu berdesir dan aku merasa deg-deg an melihat senyum Tasya. Rasanya aku ga mau kehilangan senyum yang sudah seminggu ini aku lihat.
"Kereta jurusan Bandung sudah sampai di stasiun. Kepada para penumpang dipersilakan bersiap untuk naik ke kereta!" Begitulah yang aku dengar. Tasya memeluk ku sekali lagi dan dia tersenyum. "Good Bye, Ip. Semangat ya kuliah nya dan semoga kamu diterima masuk jalur PaPK. Semangat letnan!!" ucap Tasya seraya tersenyum. Aku langsung mengantri untuk masuk ke dalam ruang tunggu penumpang. Namun aku lihat Tasya nangis seraya berusaha tersenyum. Aku menghampirinya dan memeluknya. "Jangan nangis, Sya. Aku itu pulang ke Bandung. Kamu bahagia harusnya nanti aku ga gangguin kamu presentasi lagi." kata ku seraya mengacak rambutnya. "Ip! Ish ini rambut Tasya berantakan woy! Dah ah sana buruan antri nanti kereta nya dateng kamu nya telat. Tasya duluan ya. Assalamualaikum." Kata Tasya yang membuat ku tersenyum.
Aku kembali mengantri dan saat aku di ruang tunggu, aku melihat ponsel ku yang menyala dan memperlihatkan foto Fei. Dia nelfon!!
"Hallo, assalamualaikum!" Ucap ku. Kok ga deg-deg an ya? "Wa'alaikumsalam! Oy! Lo dimana?! Ini gw udah nunggu sama Mario ya ampun." Begitulah kata Fei yang membuat ku kaget. "Eh sundel. Gw kan udah bilang gw baru berangkatnya aja siang. Ya nyampe nya palingan malam atau shubuh lah." kata ku seraya tersenyum. "Woy! Cewek gw jangan lo katain sundel. Dia bukan sundel bolong!" aku kaget mendengar suara Mario. Cewek? Sundel? Fei dong! "Emang cewek lo siapa?" tanya ku. "Yang lo katain sundel barusan cewek gw woy!" kata Mario yang membuat ku kaget. "Kalian jadian?! Sejak kapan?!" tanya ku. "Sejak kelas tiga kali. Gw sengaja rahasiain dulu sebelum umur gw 20 tahun. Tapi ya gw udah ngebet mau bilang yaudah bilang sekarang." kata Fei yang membuat ku kaget. Eh eh kok ga nyesek yah?
"Jeep, gimana si Tasya? Cantik ga? Baik kan orangnya?" tanya Fei. "Gw jamin lo kalo ketemu dia pasti bakalan heboh. Kalian cocok sih jadi partner heboh." jawab ku seraya tersenyum mengingat Tasya. Aku melihat kereta jurusan ke Bandung sudah ada. Aku segera mematikan sambungan telfon dan masuk ke kereta.
Ga lama, keretapun berangkat. Ada satu perasaan yang bikin aku sedih saat ingat kenangan aku di Jakarta dan Depok saat sama Tasya. Saat kereta baru berangkat, aku ngeliat Tasya di atas motornya lagi nutup muka nya. Dia kayak nangis.
__ADS_1
Aku ga tau dia kenapa saat dia liat gerbong aku, dia langsung senyum dan memberikan dadah seraya tersenyum. Aku memejamkan mata ku dan tanpa sadar, air mata menetes. Kenapa ya??
Aku segera chat Tasya dan mengirimkan vn. "Sya, kamu jangan nangis dong. Kamu udah kayak di film AADC aja deh yang cinta di tinggal sama Rangga. Udah ok jangan nangis. Ip kan balik ke Bandung. Kamu harus semangat ya kuliah nya." kata ku seraya menahan tangis ku. Kok nyesek yah.
Aku melihat vn dari ku sudah di dengarkan oleh Tasya. Dia pun membalas vn ku. "Iya, Ip. Kamu hati-hati ya. Makan nya teratur. Btw tadi aku masukin kado untuk kamu. Kan kamu ulang tahunnya udah kelewat. Itu hadiah dari aku yang bisa aku kasih. Maaf ya murah hehehe. Semangat juga untuk kamu kuliah dan semoga langgeng ya sama Fei." kata Tasya. "Ip ga jadi kok sama Fei. Dia udah punya cowok hehehe. Kamu kenapa repot-repot sih Sya. Kamu juga butuh uang untuk kamu nyusun skripsi. Walau Ip tau kamu masuk jalur yang bisa kuliah selama 2 tahun dan kamu juga dapat beasiswa tapi tetep aja kamu butuh." kata ku. Vn ku ga di dengarkan oleh Tasya. Mungkin dia udah perjalanan pulang. Aku buka tas ku dan melihat ada satu bungkusan yang di bungkus dengan kertas kado batik. Aku melihat ada surat nya. Aku buka dan aku baca,
_____________________
*Depok, 21 Januari
Happy Birthday to you, Ip. Maafin Tasya ga bisa ke Bandung ya karna keadaannya lagi banyak ujian juga hehehehe. Ip, kamu udah 19 tahun sekarang. Kamu udah dewasa. Kamu punya tekat untuk jadi abdi negara. Tasya dukung apapun pilihan kamu. Tasya kasih hadiah ini karna Tasya tau kamu suka yang teratur. Makanya Tasya kasih ini untuk kamu. Dan beberapa foto Tasya kalo Ip kangen hehehe candaaaaaa wkwkwkwkwk. Semangat ya untuk PaPK nya. Wish You All The Best Ip!
From,
__ADS_1
Anastasya Violetta*
______________________
Setelah aku baca, aku langsung membuka kado dari Tasya dan melihat ada sebuah wadah tempat makan bermotif loreng lengkap dengan alat makannya seperti sendok, garpu, bahkan ada sumpit. Lalu aku lihat ada buku tulis yang kayaknya sih udah di hias sama Tasya. Dengan cover nya bermotif batik dan ada tulisan nama aku berwarna emas. Saat aku buka, di halaman pertama, ada foto kami berdua. Ini kayaknya foto baru deh. Dan di bawah foto itu ada tulisan yang mengatakan kalau aku bisa tulis segala nya di buku ini. Bisa puisi, motivasi atau apapun itu. Tasya emang tau aku suka bikin puisi dan kata-kata motivasi. Bahkan saking dia niat, sampai ada pulpen berwarna hitam dengan hiasan pita silver.
Aku langsung menulis di halaman berikutnya. "Anastasya Violetta, thanks♡" begitulah yang aku tulis dan segera ku kirim ke Tasya.
*******
***Yeay! Part ini selesai. Maaf ya kalo lama up nya.
Anjeli Puja
__ADS_1
02/09/2020***