Persit Untuk Kapten

Persit Untuk Kapten
-Renungan Tasya-


__ADS_3

Tasya P.O.V


Karna sudah ketentuan kalau perwira yang masih lajang harus tinggal di asrama, maka kami sekeluarga dengan berat hati harus merelakan Ip untuk tinggal di asrama. Walau aku sendiripun tau pasti akan ada saatnya dia libur.


"Sayang, aku duluan ya. Kamu jaga diri baik-baik." Kata Ip yang ku jawab anggukan. Sekarang kami sedang berada di depan gerbang batalyon di Jati Jajar. Siapa yang sangka kalau tempat penugasan Ip itu deket rumah aku hehehehe.


"Iya, yaudah kamu masuk gih." Kata ku seraya memeluk Ip. "Yaudah aku duluan ya. Bun, Yah, Anya. Aku duluan ya, Assalamualaikum!" Kata Ip seraya berjalan masuk ke dalam.


Setelah mengantar Ip, ayah mengantar ku sampai rumah dan setelah itu keluarga Ip langsung kembali ke rumahnya.


"Gimana adek ipar kakak?" Tanya Ka Clay. "Aman kak. Tuh penugasannya aja deket." Kata ku seraya tersenyum. "Bersyukur kamu dek. Bisa deket sama pacar. Kakak dulu aja ldr sama kakak kamu ini. Dia mah di Kupang, kakak di Jakarta." Kata Ka Tila yang ku jawab anggukan.


"Tapi akhirnya pas aku balik dari Kupang langsung aku lamar kan." Kata Ka Clay seraya menaikan alisnya. "Iya untung aja. Kalo enggak mah aku udah nikah sama Fardhan." Kata Ka Tila yang membuat ku tertawa. Siapa yang ga tau kisah cinta kakak ketiga aku ini hahahaha!


"De, kemarin juga pacar kamu telfon kakak." Kata Ka Clay. "Telfon ngapain kak?" Tanya ku. "Dia izin mau lamar kamu tahun depan." Kata Ka Clay yang membuat ku tersedak.


"Bujug kamu ga makan kok bisa kesedak." Kata Ka Clay seraya menepuk punggung ku. "Efek cinta itu mah." Kata Ka Tila seraya tertawa. "Siap kan yah kamu tahun depan." Kata Ka Clay menggoda ku.


"Kamu mah ngegodain si Tasya mulu. Nanti giliran dia udah nikah mah kayak kemaren, 'duh adek gw lagi apa ya' gitu terus." Kata Ka Tila meledek Ka Clay. "Hahahaha! Tau kok Tasya mah emang ngangenin." Kata ku seraya tertawa.

__ADS_1


"Yaudah kamu mandi sana. Abis ini jagain Alfa bentar ya. Kakak mau ke giant beli makanannya Brasco sama Nanda." Kata Ka Tila yang ku jawab anggukan. Aku segera berjalan ke kamar ku dan segera mandi.


SKIP


Saat aku menyalakan ponsel, aku melihat ada chat dari Ip. Dia on dan langsung menelfonku. "Hallo, assalamualaikum!" Sapa ku. "Wa'alaikumsalam. Kamu udah di rumah kan?" Tanya nya yang membuatku tersenyum. "Udah kok, nih baru beres mandi." Kata ku seraya tersenyum.


"Kamu gimana disana? Teman sekamarnya ada ga?" Tanya ku. "Ada kok. Nama temen sekamar aku Haikam. Aku manggil dia Bang Haikam." Kata Ip yang terdengar semangat. "Enak ga kamarnya?" Tanya ku. "Ya hampir sebelas dua belas lah sama akmil. Enak kok nyaman." Kata Ip.


"Siapa tuh bro? Pacar lo?" Terdengar suara lain. "Iya nih bang. Pacar gw, namanya Tasya. Sini gw kenalin! Sya, kita vc ya." Kata Ip. Aku segera menerima permintaan VC dan terlihat Ip sudah pakai kaos oblong hijau nya disebelahnya ada seorang lelaki tegap yang mengenakan kaos longgar berwarna hijau.


"Sya, kenalin ini namanya Bang Haikam. Bang, nih pacar gw namanya Tasya." Kata Ip. "Hai! Gw Haikam!" Kata lelaki itu. "Hai juga bang, saya Tasya." Kata ku seraya tersenyum.


"Gw kira dia jomblo loh. Tadi pas baru masuk gerbang aja udah banyak cewek yang liatin." Kata Bang Haikam. "Wah beneran bang?" Tanya ku seraya menatap Ip. "Hooh tapi wajar sih dia aja cuek banget sampai cewek pada bingung kenapa ga ada respon dari dia." Kata Bang Haikam yang membuat senyumku melebar.


"Dek, kamu di panggil sama ka-- woy kapan lo main ke rumah anjirr??!" Kata Ka Clay yang heboh melihat Ip lagi vc sama aku. "Yailah kak nanti aja. Sekarang mah kan deket gw sama kalian. Tinggal naik angkot sekali juga udah nyampe." Kata Ip. "Iya yah yaudah gw tunggu lah nanti." Kata Ka Clay. "Siap!" Jawab Ip.


"Adek gw, gw pinjem dulu ya. Dia disuruh gendong si Alfa. Bye!!" Kata Ka Clay. "Yowes Ip, aku ke Alfa dulu ya. Assalamualaikum sayang!" Ucap ku seraya tersenyum. "Waalaikumsalam babe. Love you!" Katanya seraya tersenyum. "Love you more." Jawab ku.


Setelah aku mematikan sambungan telfon, aku langsung menghampiri Ka Tila. "Kenapa kak? Udah mau berangkat?" Tanya ku. "Iya dek. Nih Alfa nya. Kakak pergi dulu ya sebentar." Kata Ka Tila yang ku jawab anggukan.

__ADS_1


"Alfa yang gemoi, mau susu ga sayang??" Tanya ku seraya menggendong Alfa. Dia menganggukan kepalanya. Aku mencium kening keponakanku yang lucu ini.


Aku langsung membuatkan susu untuk Alfa seraya menggendongnya. Saat sudah jadi, aku langsung memberikannya dan pada akhirnya Alfa tertidur di gendonganku.


SKIP


"Brasco! Nanda! Sit!!" Titah ku. Brasco yang melihat aku membawa makanan langsung nurut dan dia menunggu aku memberikan makanan. Berbeda sama Nanda yang masih ga nurut.


"Nanda! Sit! Sit!!" Titah ku. Saat Nanda sudah duduk, baru aku kasih dua mangkok makanan anjing ke mereka. Mereka pun makan dengan lahap.


"Braco, kamu tau ga sih kadang hidup tuh emang bingungin. Siapa yang nyangka sahabat aku pada akhirnya jadi pacar aku. Siapa yanh nyangka aku yang awalnya ga berekspetasi jadi istri seorang prajurit malah jadi persit." Kata ku seraya mengelus kepala Nanda dan Brasco.


"Ga ada yang ga mungkin, dek. Di dunia itu ga ada yang ga mungkin." Kata Ka Clay. Dia masuk dan duduk disebelah Brasco. "Kadang hidup tuh emang aneh tapi percaya ga itu rencana tuhan untuk memberikan kebahagiaan untuk umatnya." Kata Ka Clay yang ku jawab anggukan seraya tersenyum.


_______________________


Finally Part ini selesai guys. Monggo di baca dulu ya. Jangan lupa like and comment bahkan kalo bisa yah jadiin cerita ini cerita favorite jadinya kalian bisa dapetin notif saat cerita ini up.


Anjeli Puja Lestari

__ADS_1


21/10/2020


00.00 Malam


__ADS_2