Persit Untuk Kapten

Persit Untuk Kapten
- Menuju SAH (part 2) -


__ADS_3

Tasya P.O.V


Besok, aku akan menikah. Hari ini akan diadakan acara siraman sampai malam midodareni. Huft! Pasti bakalan capek banget nih.


"Gimana ndok? Udah siap kan?" Tanya mama. Aku sekarang sudah memakai pakaian khas seorang wanita yang akan menjalani ritual siraman.


Dengan rangkaian bunga yang menutupi pundak ku dan rok songket ku yang berwarna hijau dan hijab ku yang berwarna putih dengan hiasan rangkaian bunga melati yang melingkari bagian kepala ku.


"Udah lah ma. Ini Tasya aja udah cakep banget." Kata Ka Clay. Aku tersenyum dan menatap diriku di cermin meja rias. Kamar ku sudah di desain khas untuk pengantin.


"Gila ga nyangka adek gw lebih cantik di banding gw." Kata Ka Ius. Aku tertawa dan menengok ke Kakak ku itu.


"70% penduduk dunia juga lebih cantik dari pada kakak keles." Ucap ku seraya tertawa. "Iya juga yah. Haduh kenapa gw jadi bodoh sih." Kata kakak ku yang membuat ku tertawa.


"Babe, yuk kita kedepan. Om Heri udah nunggu acaranya di mulai. Kan kita mc nya." Kata Ka Caroline yang membuat ku tersenyum. "Kamu cantik dek." Kata Ka Caroline yang membuat ku tersenyum.


"Yaudah kami ke depan dulu ya dek." Kata ketiga kakak ku yang ku jawab anggukan.


Aku merapihkan make up ku dan memilih menatap kamar ku. Huft! Besok status ku akan berubah. Yang tadinya lajang, akan berubah jadi memiliki suami dan aku akan menjadi seorang istri.


"Ayo, mbak. Kita ke depan sudah saatnya siraman." Ucap perias ku. Aku menganggukan kepala ku dan langsung berdiri.


Perias membantuku berjalan ke depan rumah, dan aku melihat mama serta kakak Lia yang sudah siap di depan pintu rumah. Aku tersenyum dan mengikuti langkah mama dan kakak Lia.


Alunan gending jawa terdengar merdu menemani langkah ku menuju tempat siraman. Aku tersenyum ke semua tamu yang ada disini. Saat sampai di kursi tempat siraman, aku duduk di kursi yang disediakan.


"Inilah saatnya kita menyaksikan ritual siraman untuk Anastasya Violetta. Kepada orang-orang yang sudah di tunjuk dipersilahkan." Kata Ka Ius seraya turun dari panggung siraman bersama Ka Caroline.


Air di dalam kendi besar sudah ada. Berisikan air dan bunga 7 rupa yang wangi nya semerbak.


Orang pertama yang maju untuk menyiram ku adalah mama. Aku memejamkan mata ku saat merasakan air di keningku. Setelah selesai dilanjutkan bulek, Ka Lia, Ka Ius, Ka Clay, om ku yang bernama Andi, dan Paklek. Setelahnya, Paklek menggendongku sampai kamar.


"Ndok, paklek udah menyelesaikan tanggung jawab bapak mu ya." Kata paklek yang ku jawab anggukan. Aku segera masuk ke kamar ku dan mengganti baju ku dengan kebaya berwarna merah. Setelah itu aku keluar kamar untuk melanjutkan ritual.


Sekarang saatnya aku menjalani ritual selanjutnya yaitu Dulangan Pungkasan. Setelah mama tadi memberikan dawet ke seluruh tamu, dan sudah memotong tumpeng saatnya aku makan.


Aku duduk di kursi atas panggung dan mama menghampiri dan menyuapi ku sampai akhirnya satu porsi pun habis.

__ADS_1


"Dek, paklek minta rambut kamu dikit ya. Ini buat ritual selanjutnya." Kata paklek yang ku jawab anggukan. Mama membuka sedikit hijab ku lalu menggunting rambut ku beberapa helai setelah itu memberikannya ke Paklek.


Aku melihat semua orang berkumpul di luar rumah karna sedang menyaksikan ritual tanam rambut dan lepas ayam yang dilakukan paklek.


"Besok kamu udah menikah sayang. Maafin mama ya selama ini kurang ngasih perhatian ke kamu. Maafin mama ya selalu ga ada untuk kamu. Tapi kamu harys tau kalo mama selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu. Sekarang salah satu doa mama sudah di kabulkan tuhan. Kamu menikah dengan lelaki yang baik. Itu udah cukup membuat mama tenang." Kata mama yang membuat ku tersenyum.


"Whoa sekarang acara ini sudah selesai. Acara akan dilanjutkan nanti malam jam 9. Kepada seluruh tetamu kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya. Semoga kita senantiasa dipertemukan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan ini, selesailah acara ini. Selamat sore, wassalamualaikum warrahmatullahi wabbarakatuh!" Kata Ka Caroline.


"Ayo, ndok. Panggung nya mau di dekorasi ulang. Kita masuk yuk ke kamar kamu!" Ajak bulek yang ku jawab anggukan seraya tersenyum.


"Gimana, Sya? Deg-deg an ga? Nanti malem keluarga calon mu mau dateng lho." Kata paklek yang membuat ku tersenyum dan menggelengkan kepala ku.


"Enggak deg-deg an kok, Paklek. Palingan nanti malem Tasya bisa kok pasti diem di kamar. Nanti yang ketemu sama Tasya kan cuman bunda bukan Ip." Jawab ku seraya tersenyum. "Iya deh siap." Jawab Mas Agung, anaknya Paklek.


Skip


Malam pun tiba. Kini aku sudah siap di kamar dengan kebaya ku yang berwarna kuning. Aku mulai memikirkan apa yang akan aku perbuat besok. Aku akan menjadi seorang istri. Artinya sudah saatnya aku berpisah dengan keluarga ku. Karna aku akan menjadi seorang istri tentara yang sudah pasti akan berpindah-pindah tempat dinas nya.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk." Jawab ku singkat. Aku melihat pintu terbuka, masuklah ketiga sahabat ku yang sudah rapih dengan kebaya nya.


"Ka, lo inget ga pertemuan pertama kita? Waktu itu lo nantangin gw nari di kuburan cina. Inget ga?" Tanya Waffa yang ku jawab anggukan.


"Waktu itu gw udah tau sifat lo dan gw tau suatu saat lo akan jadi sosok kakak bagi gw. Sekarang kakak gw udah mau nikah. Gw udah ga bisa bebas ketemu dia lagi." Kata Waffa seraya menangis pelan tapi dia juga senyum.


"Ka, gw ga tau mau bilang apa lagi. Kita udah kenal sejak kita sama-sama masih bengong pake kutang. Gw cuman bilang gw bangga punya kakak kayak lo. Lo ingetkan kak pas gw pacaran sama mantan gw yang anak brandal? Gw masih inget kemarahan lo waktu tau itu. Sekarang, lo bakalan pergi ninggalin kami bertiga. Gw harap lo selalu jadi kakak kami kapanpun juga." Kata Alya seraya menangis.


Aku tersenyum dan berusaha menghapus air matanya. "Cengeng lo dek. Biasanya juga gw pergi lo ga akan nangis." Ledek ku seraya tertawa. "Lo mah dodol lagi suasana haru malah ngelawak." Kata Alya. "Iya dah maap." Jawab ku seraya tersenyum.


"Ka, gw mau bilang apapun gw bingung. Gw mau bilang maaf karna gw selalu nyusahin lo. Tapi disatu sisi gw mau bilang makasih banget kak lo selalu ada buat gw. Saat gw ada masalah pun lo selalu nenangin gw. Maaf ya kak gw suka bikin lo pusing. Sekarang lo mau nikah. Gw tau kakak ipar ga akan ngelarang lo pergi ketemuan sama kita. Tapi gw tau akan ada batasannya. Gw harap lo selalu jadi kakak gw kak." Kata Putri seraya memeluk ku.


Kami berempatpun berpelukan. "Ka, nanti kalo bikin keponakan. Jangan lupa bikin yang banyak ya. Kalo bisa bikin 11 biar bisa jadi tim sepak bola." Kata Waffa.


"Etdah bujug. Lo kira si Ka Enjel calon wasit apa ya? Dia mah calon persit dek." Kata Putri. Waffa tertawa hingga membuat satu ranjang ku bergetar.


"Nah kan! Geter seranjang. Anjim dek diri sono lo biar ga geter. Ga enak anjim ini ranjang kalo geter." Kata ku seraya tertawa. "Hahahahaha ya mau gimana kak hahahahaha ini gw berasa mau ketawa ngakak anjim!!" Kata Waffa seraya tertawa.

__ADS_1


"Ilah berisik banget sih. Geter woy!" Kata Alya seraya membekap mulut Waffa. "Nah kan enak nih kalo ga geter." Kata Putri.


Alya membuka bekapan mulut Waffa dan dalam sekejap, ranjang kembali bergetar. "Hahahahahaha!!" Tawa Waffa. "Put bangun put ini ranjang gw berasa di seret ombak ngakakan si Waffa." Kata ku seraya mendorong si Putri.


"Duh kak dorong aja tuh adek laknat." Kata Putri seraya membantuku mendorong Waffa. Dan pada akhirnya Waffa berhasil jatuh ke lantai. Kami tertawa terbahak-bahak.


"Woy ***** bener kalian kakak laknat. Mama dedek di jahatin." Kata Waffa yang membuat kami semakin terbahak-bahak.


Tok! Tok! Tok!


"Ndok, kamu siap-siap ya. Keluarga calon mu udah di jalan." Kata Mama yang ku jawab anggukan.


Aku menatap ketiga sahabat ku dan kami memutuskan menyanyi bersama.


"Enaknya kita nyanyi apaan yah?" Tanya ku bingung. "Apa aja deh kak yang penting gw mau live streaming di ig." Kata Putri.


"Jangan woy. Nanti kakak ipar ngeliat kan sama aja ngelanggar pingitan." Kata Alya. "Iya juga ya. Yaudah kita bikin vlog aja dah nanti pas udah selesai nikahan bisa gw upload ke channel Youtube gw." Kata Putri.


"Izin nanti ya sama kakak ipar lo." Ucapku seraya tertawa. "Pasti lah di izinin. Awas aja kalo enggak. Gw abisin makanan nya." Kata Putri yang membuat ku tertawa.


Tok! Tok! Tok!


Waffa membuka pintu dan terlihatlah ada bunda, Anya, dan bulek. Mereka masuk ke kamar ku. Aku salim ke bunda. Anya memeluk ku.


"Ka Tasya!! Anya kangen!!" Kata Anya seraya memeluk ku. "Sama sayang kakak juga kangen." Kata ku seraya memeluk Anya.


"Gimana kabar kamu, sayang?" Tanya bunda. Aku memeluk bunda seraya tersenyum. "Alhamdulillah baik kok bun. Bunda apa kabar? Ayah gimana kabarnya?" Tanya ku. "Alhamdulillah kami baik-baik aja nak." Kata bunda seraya tersenyum.


"Gimana besok? Udah siap kan jadi mantu bunda?" Tanya bunda yang membuatku tersenyum dan mengangguk. "Udah bun." Jawab ku. "Kamu tau sayang, kamu udah jadi mantu bunda sejak kamu pacaran sama anak bunda itu. Sekarang kamu akan sepenuhnya jadi anak bunda juga." Kata Bunda yang membuatku tersenyum.


______________


**Finally selesai guys. Maaf ya lama tugas aku numpuk kayak koran depan rumah :v


Anjeli Puja


20 November 2020

__ADS_1


18.40 Malam**


__ADS_2